- Presiden Trump mengancam akan menyerang pembangkit listrik Iran jika Selat Hormuz tidak dibuka dalam 48 jam.
- Militer Iran membalas ancaman tersebut dengan memperingatkan akan menargetkan semua infrastruktur energi Amerika di kawasan itu.
- Selat Hormuz, jalur vital suplai minyak dunia, hampir terhenti lalu lintasnya sejak perang, memicu gejolak pasar energi.
“Kami sangat dekat dengan tujuan kami dan sedang mempertimbangkan untuk mengakhiri upaya militer besar di Timur Tengah,” tulis Trump dalam unggahan sebelumnya.
Kontributor: M.Faqih