- Hingga 22 Maret 2026, total penjualan tiket Lebaran mencapai 3.910.868 tiket, menyisakan 587.828 kursi tersedia.
- Penjualan tiket KA Jarak Jauh mencapai 96,1 persen, sementara KA Lokal baru terjual 51,5 persen dari total kapasitas.
- Peningkatan signifikan permintaan kereta api menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap moda transportasi ini sebagai pilihan utama Lebaran.
Anne menjelaskan bahwa tingkat okupansi di atas 100 persen dimungkinkan karena pola perjalanan yang dinamis dalam satu rangkaian.
“Dalam satu perjalanan kereta api jarak jauh, satu kursi dapat digunakan oleh lebih dari satu pelanggan pada relasi yang berbeda. Skema ini memungkinkan jumlah pelanggan yang dilayani lebih besar dibandingkan jumlah kursi yang tersedia dalam satu lintas perjalanan,” kata Anne.
Di tengah tingginya permintaan tersebut, sejumlah kereta api dengan tingkat pemesanan tinggi selama periode Angkutan Lebaran 2026 antara lain KA Airlangga, KA Joglosemarkerto, KA Sri Tanjung, KA Bengawan, KA Kahuripan, KA Rajabasa, dan KA Jayakarta.
Meski demikian, masyarakat masih memiliki peluang untuk mendapatkan tiket, terutama untuk arus balik, melalui pilihan relasi alternatif, jadwal keberangkatan yang berbeda, maupun skema perjalanan lanjutan.
KAI juga mengimbau pelanggan untuk memanfaatkan layanan connecting train serta memilih tanggal perjalanan yang lebih fleksibel agar peluang memperoleh tiket semakin besar.
“Dengan kapasitas yang masih tersedia, KAI mengajak masyarakat segera merencanakan perjalanan arus balik dengan baik agar perjalanan berlangsung lebih nyaman, lancar, dan menyenangkan bersama kereta api,” kata Anne.