- BPH Migas memastikan pasokan BBM di Tol Padaleunyi aman menjelang puncak arus balik Lebaran 2026.
- Konsumsi Pertalite dan Pertamax naik 5-10% sementara Biosolar turun 30% selama Idulfitri 1447 H.
- Pertamina Patra Niaga menyiagakan mobil tangki sebagai SPBU kantong untuk mempercepat pengisian ulang stok BBM.
Suara.com - Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) memastikan pasokan bahan bakar minyak (BBM) di ruas Tol Padalarang–Cileunyi (Padaleunyi), Jawa Barat, dalam kondisi aman menjelang puncak arus balik Lebaran 2026.
Kepala BPH Migas Wahyudi Anas mengatakan ketersediaan BBM di sejumlah titik strategis, termasuk SPBU 149B dan SPBU 125B, terpantau memadai meski terjadi peningkatan mobilitas kendaraan.
“Kedua SPBU ini cukup luas dan nyaman. Merupakan SPBU transit bagi masyarakat yang melakukan perjalanan pada arus balik ini, baik dari wilayah Garut, Tasikmalaya serta Jawa wilayah selatan yang melakukan perjalanan, baik itu arah Bandung maupun Jakarta. Semua produk BBM tersedia,” ungkap Wahyudi dalam pernyataannya, Selasa (24/3/2026).
Namun di balik klaim ketersediaan, BPH Migas mencatat adanya lonjakan konsumsi BBM selama periode libur Idulfitri 1447 Hijriah. Untuk jenis Pertalite dan Pertamax, kenaikan berada di kisaran 5 hingga 10 persen.
Sebaliknya, konsumsi Biosolar justru turun cukup tajam. Hal ini disebut terkait pembatasan operasional kendaraan besar selama arus mudik dan balik.
“Sementara untuk layanan Biosolar, terjadi penurunan konsumsi sekitar 30 persen, mengingat adanya pembatasan beroperasinya kendaraan besar roda enam atau tiga sumbu ke atas pada periode arus mudik dan arus balik Lebaran,” imbuhnya.
Untuk mengantisipasi lonjakan permintaan, Pertamina Patra Niaga menyiapkan tambahan pasokan melalui SPBU kantong berupa mobil tangki.
“Disediakan mobile storage atau SPBU kantong, di mana tersimpan 16.000 liter Pertalite dan 8.000 liter Pertamax yang siap untuk diturunkan di SPBU, dan ini sudah disiagakan oleh Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Barat untuk mempercepat pengisian stok BBM di SPBU,” ujar Wahyudi.
Selain soal pasokan, BPH Migas juga melakukan pengecekan kualitas dan volume BBM di lapangan. Pengujian dilakukan melalui uji densitas untuk memastikan BBM yang diterima masyarakat sesuai standar.
Dia memastikan kalau masyarakat pasti mendapatkan BBM per liter sesuai dengan toleransi yang ditetapkan oleh Pertamina Patra Niaga maupun oleh Metrologi.
"Kita juga sudah melihat dan membuktikan perbandingan antara BBM jenis Pertamax, Pertalite dan Biosolar yang dikirim sebelum diturunkan ke tangki timbun, secara warna semuanya sama, tidak ada perubahan dengan produk yang disalurkan ke masyarakat. Sehingga secara kualitas sudah sesuai dengan standar yang ditetapkan,” jelasnya.
Meski pasokan dinyatakan aman, Wahyudi tetap mengingatkan pemudik untuk mengatur konsumsi BBM selama perjalanan arus balik, terutama dengan memperhitungkan jarak tempuh dan potensi kemacetan.
“Kami mengimbau masyarakat yang akan melakukan arus balik, seyogyanya mengisi BBM secukupnya dan menghindari daerah yang berpotensi rawan kemacetan sehingga perjalannnya lancar, aman dan tenang,” tutupnya.