Bocor! China Bikin Peta Laut hingga Indonesia untuk Hadapi AS di Perang Dunia III

Bernadette Sariyem | Suara.com

Rabu, 25 Maret 2026 | 11:14 WIB
Bocor! China Bikin Peta Laut hingga Indonesia untuk Hadapi AS di Perang Dunia III
Kapal Dong Fang Hong milik Universitas Kelautan China. Kapal ini diduga tak hanya melakukan riset, tapi juga membuat peta laut dalam di Samudera Hindia, Pasifik, hingga Arktik untuk persiapan perang melawan kapal selam Amerika Serikat. [Ocean University of China]
  • Tiongkok melaksanakan operasi pemetaan bawah laut skala besar di Pasifik, Hindia, dan Arktik, memicu kekhawatiran global.
  • Kapal riset Dong Fang Hong 3 memetakan perairan strategis dekat Taiwan, Guam, dan jalur menuju Selat Malaka.
  • Data yang dikumpulkan penting untuk memenangkan perang kapal selam dengan memahami pergerakan gelombang suara di bawah air.

Suara.com - Republik Rakyat Tiongkok atau China dilaporkan tengah menjalankan operasi pemetaan dan pemantauan bawah laut skala besar yang mencakup Samudera Pasifik, Hindia, hingga Arktik. Diduga, hal ini untuk persiapan menghadapi bila terjadi Perang Dunia III.

Dikutip dari Reuters, Rabu (25/3/2026), operasi ambisius ini memicu kekhawatiran global, terutama di kalangan pakar angkatan laut yang menilai bahwa data detail mengenai kondisi laut tersebut akan menjadi instrumen krusial dalam memenangkan perang kapal selam melawan Amerika Serikat dan sekutunya di masa depan.

Salah satu aktor utama dalam misi ini adalah kapal riset Dong Fang Hong 3, yang dioperasikan oleh Universitas Kelautan China.

Berdasarkan data pelacakan kapal yang ditinjau oleh Reuters, kapal ini menghabiskan sepanjang tahun 2024 hingga 2025 dengan berlayar bolak-balik di perairan dekat Taiwan, pangkalan militer AS di Guam, hingga titik-titik strategis di Samudera Hindia, termasuk perairan Indonesia.

Bagi Indonesia, aktivitas ini patut diwaspadai karena pada Maret 2025, kapal tersebut tercatat melintasi perairan antara Sri Lanka dan Indonesia, yang merupakan jalur pendekat menuju Selat Malaka—salah satu titik kemacetan alias chokepoint maritim paling vital bagi perdagangan dunia.

Peta laut dalam yang dibuat China melalui lapal Dong Fang Hong. Kapal ini diduga tak hanya melakukan riset, tapi juga membuat peta laut dalam di Samudera Hindia, Pasifik, hingga Arktik untuk persiapan perang melawan kapal selam Amerika Serikat. [Ocean University of China]
Peta laut dalam yang dibuat China melalui lapal Dong Fang Hong. Kapal ini diduga tak hanya melakukan riset, tapi juga membuat peta laut dalam di Samudera Hindia, Pasifik, hingga Arktik untuk persiapan perang melawan kapal selam Amerika Serikat. [Ocean University of China]

Riset Ilmiah dan Misi Militer

Pihak universitas berdalih kapal tersebut hanya melakukan survei lumpur dan penelitian iklim. Namun, dokumen ilmiah yang ditulis oleh akademisi universitas tersebut mengungkapkan Dong Fang Hong 3 juga melakukan pemetaan laut dalam yang sangat ekstensif.

Pakar perang angkatan laut menyebut data ini memberikan gambaran bawah laut yang dibutuhkan Beijing untuk mengerahkan kapal selam mereka secara lebih efektif, sekaligus memburu kapal selam musuh.

Jennifer Parker, profesor pertahanan dan keamanan di University of Western Australia sekaligus mantan perwira perang anti-kapal selam Australia, memberikan analisisnya mengenai skala operasi ini.

"Skala dari apa yang mereka lakukan lebih dari sekadar sumber daya. Jika Anda melihat luasnya, sangat jelas mereka berniat memiliki kemampuan ekspedisi laut dalam, yang juga dibangun di sekitar operasi kapal selam," ungkap Jennifer Parker.

Operasi ini bukan hanya kerja satu kapal. Dong Fang Hong 3 adalah bagian dari armada besar yang melibatkan puluhan kapal riset dan ratusan sensor bawah laut.

Meskipun penelitian ini memiliki tujuan sipil, seperti pemetaan area penangkapan ikan atau eksplorasi mineral, sembilan pakar militer menegaskan adanya dimensi militer yang kuat di bawah kebijakan "integrasi sipil-militer" yang digagas Presiden Xi Jinping.

Presiden China Xi Jinping (Instagram)
Presiden China Xi Jinping (Instagram)

Mempersiapkan Medan Tempur Masa Depan

Data yang dikumpulkan mencakup kontur dasar laut, suhu air, salinitas, hingga arus laut. Unsur-unsur ini sangat menentukan bagaimana gelombang suara bergerak di bawah air, yang merupakan kunci utama untuk mendeteksi atau menyembunyikan kapal selam dari sistem sonar.

Peter Scott, mantan kepala pasukan kapal selam Australia, menjelaskan betapa berharganya informasi ini bagi komandan militer.

"Data survei kapal-kapal tersebut akan sangat berharga dalam persiapan medan tempur bagi kapal selam China. Setiap awak kapal selam militer yang cakap akan mengerahkan upaya besar untuk memahami lingkungan tempat dia beroperasi," jelas Peter Scott.

Aktivitas pemetaan ini juga terfokus pada wilayah-wilayah sensitif secara militer, termasuk perairan sekitar Filipina, dekat Hawaii, hingga atol Wake di Pasifik Utara yang menjadi fasilitas militer AS.

Hal ini menunjukkan ambisi China untuk keluar dari "Rantai Pulau Pertama"—garis wilayah yang membentang dari Jepang hingga Kalimantan yang selama ini dianggap Beijing sebagai pembatas ruang gerak mereka.

Skala yang Mencengangkan bagi Intelijen Barat

Skala masif dari operasi maritim China ini bahkan membuat pejabat intelijen angkatan laut Amerika Serikat terkejut.

Laksamana Madya Mike Brookes, komandan Kantor Intelijen Angkatan Laut AS, menyatakan dalam kesaksiannya di hadapan komisi kongres bahwa pengumpulan intelijen militer potensial oleh kapal riset China merupakan "kekhawatiran strategis".

Data tersebut, menurut Brookes, "Memungkinkan navigasi kapal selam, penyembunyian, dan penempatan sensor atau senjata di dasar laut."

Kekhawatiran serupa disampaikan oleh Ryan Martinson, profesor di U.S. Naval War College yang spesialis dalam strategi maritim China.

Selama beberapa dekade, Angkatan Laut AS mengasumsikan mereka memiliki keunggulan asimetris dalam pengetahuan medan tempur laut. Namun, langkah agresif Beijing ini mengancam keunggulan tersebut.

"Sejujurnya sangat mencengangkan melihat skala penelitian ilmiah kelautan China yang begitu besar," ujar Ryan Martinson.

Dengan pemetaan yang mencakup wilayah strategis seperti Selat Malaka hingga perairan Papua Nugini dan Australia, China tampaknya sedang meletakkan fondasi bagi dominasi maritim yang melampaui wilayah pesisirnya, menciptakan tantangan keamanan baru bagi stabilitas kawasan Indo-Pasifik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

2000 Tentara AS Dikirim Donald Trump ke Timur Tengah, Bersiap Masuki Iran

2000 Tentara AS Dikirim Donald Trump ke Timur Tengah, Bersiap Masuki Iran

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 10:33 WIB

Serangan Balik, Iran Hujan Rudal Israel Hingga 12 Orang Tewas

Serangan Balik, Iran Hujan Rudal Israel Hingga 12 Orang Tewas

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 10:24 WIB

Iran Makin Terdesak, Negara Teluk Mulai Izinkan Militer Amerika Serikat Gunakan Pangkalan Udara

Iran Makin Terdesak, Negara Teluk Mulai Izinkan Militer Amerika Serikat Gunakan Pangkalan Udara

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 10:13 WIB

Putra Mahkota Arab Saudi MBS Diklaim Dukung AS - Israel vs Iran Perang Terus

Putra Mahkota Arab Saudi MBS Diklaim Dukung AS - Israel vs Iran Perang Terus

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 09:59 WIB

Siapa Mohammad Bagher Zolghadr? Pengganti Ali Larijani sebagai Pimpinan Keamanan Tertinggi Iran

Siapa Mohammad Bagher Zolghadr? Pengganti Ali Larijani sebagai Pimpinan Keamanan Tertinggi Iran

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 19:31 WIB

Iran Angkat Mohammad Bagher Zolghadr sebagai Pengganti Ali Larijani

Iran Angkat Mohammad Bagher Zolghadr sebagai Pengganti Ali Larijani

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 19:12 WIB

Bukan Rudal Iran, Anak Benjamin Netanyahu Jadi Target Pembunuhan Warga AS

Bukan Rudal Iran, Anak Benjamin Netanyahu Jadi Target Pembunuhan Warga AS

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 18:32 WIB

8 Rekomendasi Drama China Berlatar Republik untuk Temani Libur Lebaran

8 Rekomendasi Drama China Berlatar Republik untuk Temani Libur Lebaran

Your Say | Selasa, 24 Maret 2026 | 18:00 WIB

Terkini

Titah Kaesang Pangarep di Papua Barat: Jangan Biarkan Pembangunan Infrastruktur Terhenti

Titah Kaesang Pangarep di Papua Barat: Jangan Biarkan Pembangunan Infrastruktur Terhenti

News | Senin, 04 Mei 2026 | 23:21 WIB

Hormati Pertemuan PGI - HKBP dan Jusuf Kalla, GAMKI Ajak Publik Hindari Polarisasi

Hormati Pertemuan PGI - HKBP dan Jusuf Kalla, GAMKI Ajak Publik Hindari Polarisasi

News | Senin, 04 Mei 2026 | 23:09 WIB

Dosen UI: Tantangan Literasi Bencana Ada pada Aksi, Bukan Sekadar Informasi

Dosen UI: Tantangan Literasi Bencana Ada pada Aksi, Bukan Sekadar Informasi

News | Senin, 04 Mei 2026 | 22:41 WIB

Geruduk Kementerian Diktisaintek, BEM SI Teriakan Tiga Dosa Perguruan Tinggi

Geruduk Kementerian Diktisaintek, BEM SI Teriakan Tiga Dosa Perguruan Tinggi

News | Senin, 04 Mei 2026 | 22:18 WIB

Prabowo Panggil Mendiktisaintek, Kampus Diminta Jadi Mitra Pemda Atasi Masalah Daerah

Prabowo Panggil Mendiktisaintek, Kampus Diminta Jadi Mitra Pemda Atasi Masalah Daerah

News | Senin, 04 Mei 2026 | 22:15 WIB

Ribka Haluk: Keselarasan Kebijakan Pusat - Daerah Kunci Sukses PSN Pantura Jawa

Ribka Haluk: Keselarasan Kebijakan Pusat - Daerah Kunci Sukses PSN Pantura Jawa

News | Senin, 04 Mei 2026 | 22:08 WIB

Telisik Penyebab Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur, Polisi Periksa Dinas PU Hingga Sopir Green SM

Telisik Penyebab Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur, Polisi Periksa Dinas PU Hingga Sopir Green SM

News | Senin, 04 Mei 2026 | 22:07 WIB

Kapal Perang AS Terjang Iran di Selat Hormuz dengan Dalih "Project Freedom"

Kapal Perang AS Terjang Iran di Selat Hormuz dengan Dalih "Project Freedom"

News | Senin, 04 Mei 2026 | 21:56 WIB

Polisi Ciduk Pelaku Penusukan Terhadap Ibu di Pondok Aren Tangsel, Motif Masih Dalam Penyelidikan

Polisi Ciduk Pelaku Penusukan Terhadap Ibu di Pondok Aren Tangsel, Motif Masih Dalam Penyelidikan

News | Senin, 04 Mei 2026 | 21:37 WIB

Ade Armando, Abu Janda, dan Grace Natalie Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Video Ceramah JK

Ade Armando, Abu Janda, dan Grace Natalie Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Video Ceramah JK

News | Senin, 04 Mei 2026 | 21:31 WIB