- Kepala Bulan Sabit Merah Iran mengecam serangan AS dan Israel sebagai kejahatan perang karena menargetkan 85.176 lokasi sipil.
- Serangan tersebut merusak 282 fasilitas medis, 600 sekolah, dan mengakibatkan 66 anak di bawah lima tahun tewas.
- Tim penyelamat berhasil mengevakuasi 680 korban di Teheran, sementara bantuan internasional mulai dikirimkan oleh empat negara.
Suara.com - Kepala Bulan Sabit Merah Iran, Pirhossein Koulivand, mengecam keras serangan Amerika Serikat dan Israel yang disebut menargetkan warga sipil.
Koulivand menyebut serangan tersebut sebagai contoh nyata kejahatan perang karena menghantam infrastruktur non-militer.
“Lebih dari 85.176 lokasi sipil rusak, tanpa fungsi militer apa pun,” ujar Koulivand dilansir dari Tasnim.
Ia merinci, sekitar 64.583 rumah dan 19.694 unit komersial terdampak, dengan Teheran menjadi wilayah paling parah.
Yang paling disorot adalah serangan terhadap fasilitas kesehatan.
“Sebanyak 282 fasilitas medis, termasuk rumah sakit dan klinik, telah dihantam,” katanya.
![Timur Tengah Membara, AFC Batalkan Arab Saudi dan Qatar Jadi Tuan Rumah? [Tangkap layar X]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/06/14/70843-serangan-israel-ke-iran.jpg)
Selain itu, sekitar 600 sekolah juga mengalami kerusakan, termasuk sekolah di Minab.
Bahkan, 17 pos dan kantor Palang Merah Iran turut menjadi sasaran dalam serangan tersebut.
Koulivand juga mengungkap dampak kemanusiaan yang serius.
“Sebanyak 66 anak di bawah lima tahun tewas, dan sekitar 3.000 perempuan terluka di rumah mereka,” ujarnya.
Kerusakan juga meluas ke sektor transportasi dan logistik.
Bandara, pesawat sipil, hingga depot bahan bakar dilaporkan ikut menjadi target serangan udara.
Meski demikian, tim penyelamat tetap bergerak cepat di lapangan.
“Tim kami tiba kurang dari 14 menit di setiap lokasi dan langsung melakukan evakuasi,” kata Koulivand.
Koulivand menyebut lebih dari 680 korban berhasil diselamatkan dari reruntuhan di Teheran.