-
Houthi Yaman meluncurkan rudal pertama ke Israel sebagai bentuk loyalitas kepada Iran.
-
Serangan terjadi pada hari ke-30 perang Timur Tengah setelah masa menahan diri berakhir.
-
Keterlibatan Houthi mengancam stabilitas keamanan jalur pelayaran komersial di wilayah Laut Merah.
Suara.com - Perang di kawasan Timur Tengah memasuki babak baru yang semakin mengkhawatirkan pada akhir Maret 2026.
Kelompok Houthi dari Yaman secara mengejutkan meluncurkan serangan rudal perdana mereka ke wilayah kedaulatan Israel.
Aksi militer ini tercatat tepat pada hari ke-30 sejak eskalasi besar pecah di wilayah tersebut.
Sebelumnya kelompok ini cenderung menahan diri meski telah menyatakan dukungan penuh kepada pihak Iran.
Momentum ini menandakan berakhirnya masa tunggu Houthi setelah konflik AS dan Israel melawan Iran meletus.
Analisis Keterlibatan Militer Houthi Yaman
Pihak keamanan Israel mengonfirmasi adanya deteksi proyektil yang datang dari arah wilayah Yaman tersebut.
Militer Israel segera melakukan tindakan pertahanan untuk mencegat rudal yang mengarah ke wilayah mereka.
Banyak pengamat internasional menilai bahwa keterlibatan aktif kelompok Houthi ini sebenarnya sudah sangat diprediksi.
Langkah ini dianggap sebagai pembuktian kesetiaan kelompok tersebut terhadap dukungan panjang dari Teheran selama ini.
Peneliti senior dari Chatham House memberikan pandangan menarik mengenai motif di balik serangan rudal ini.
"Mereka kemungkinan berusaha sebisa mungkin untuk tidak terlibat dalam perang ini, mereka tahu hal itu tidak akan menguntungkan mereka dalam hal apa pun," kata peneliti di Chatham House, Farea Al-Muslimi.
Motif Loyalitas Kepada Pihak Iran
Keputusan untuk terjun langsung ke dalam medan tempur tentu membawa konsekuensi besar bagi posisi Houthi.
Namun tuntutan untuk memberikan aksi nyata sebagai balasan atas bantuan Iran selama bertahun-tahun menjadi faktor penentu.