Tak Ada 'Hilal' Perang AS - Israel vs Iran Berakhir

Pebriansyah Ariefana | Suara.com

Senin, 30 Maret 2026 | 10:05 WIB
Tak Ada 'Hilal' Perang AS - Israel vs Iran Berakhir
Perang antara Amerika Serikat-Israel melawan Iran yang dimulai pada 28 Februari lalu terus memicu korban besar di berbagai negara Timur Tengah. [amnesty.org]
  • Perang AS-Israel melawan Iran selama sebulan telah menewaskan ribuan orang termasuk pemimpin tertinggi.

  • Pentagon menyiapkan rencana serangan darat ke Iran di tengah pengerahan ribuan pasukan tambahan.

  • Donald Trump mengancam akan melepaskan malapetaka jika Iran tetap menutup jalur Selat Hormuz.

Suara.com - Satu bulan telah berlalu sejak pecahnya perang bersenjata antara koalisi Amerika Serikat dan Israel melawan Iran.

Hingga detik ini, tanda-tanda gencatan senjata atau berakhirnya aksi saling serang masih belum terlihat di cakrawala.

Titik api bermula pada 28 Februari 2026 saat serangan udara masif menewaskan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.

Langkah tersebut memicu gelombang balasan dari Teheran yang menyasar pangkalan militer AS di wilayah Teluk.

Iran juga menerapkan blokade ketat di jalur vital Selat Hormuz yang berdampak pada kekacauan harga minyak.

Laporan dari Al-Jazeera mengonfirmasi angka kematian di pihak Iran telah menembus angka 1.900 jiwa manusia.

Selain korban jiwa, tercatat lebih dari 24.800 warga di Iran mengalami luka-luka akibat hantaman proyektil lawan.

Di kubu Amerika Serikat, sebanyak 13 personel militer dilaporkan gugur akibat terjangan serangan balasan pihak Teheran.

Unit medis militer AS juga harus menangani setidaknya 200 tentara yang menderita luka-luka dalam pertempuran tersebut.

Sementara itu, otoritas di Israel mencatat 19 orang tewas dan 5.400 lainnya terluka sejak konflik ini meletus.

Bukannya mereda, tensi justru semakin memuncak dengan adanya penambahan ribuan personel militer Amerika di Timur Tengah.

Komando Pusat AS atau CENTCOM mengumumkan kedatangan 3.500 pasukan tambahan yang diangkut menggunakan kapal USS Tripoli.

Kelompok tempur ini terdiri dari Unit Ekspedisi Marinir ke-31 yang mendarat secara resmi pada tanggal 27 Maret.

Kehadiran mereka didukung oleh armada pesawat tempur serang, pesawat angkut, serta berbagai aset amfibi taktis lainnya.

Washington bahkan diprediksi akan mengirimkan kembali ribuan personel tambahan dari Divisi Lintas Udara ke-82 ke zona konflik.

Laporan eksklusif Washington Post mengungkap bahwa Pentagon tengah mematangkan skenario serangan darat langsung ke tanah Iran.

Sejumlah pejabat internal menyebutkan bahwa persiapan operasi darat ini direncanakan akan berlangsung selama beberapa pekan ke depan.

Meskipun bukan invasi skala penuh, operasi ini melibatkan koordinasi antara pasukan khusus dan unit infanteri konvensional.

Keputusan akhir mengenai implementasi rencana Pentagon ini sepenuhnya berada di tangan Presiden Donald Trump sebagai panglima tertinggi.

Trump sendiri mendesak agar pihak Teheran segera menyerah guna menghindari kehancuran yang jauh lebih masif lagi.

Di tengah jalur diplomasi yang buntu, Donald Trump memberikan peringatan yang sangat keras terhadap sikap keras kepala Iran.

Trump sendiri telah menyerukan Iran untuk menerima kekalahan dan mengancam akan 'melepaskan malapetaka' terhadap negara itu jika terus memblokir Selat Hormuz.

Pernyataan ini muncul di saat militer Amerika mulai memetakan titik-titik strategis di dalam perbatasan kedaulatan negara Iran.

Di sisi lain, geopolitik semakin rumit setelah kelompok Houthi di Yaman memutuskan untuk terjun langsung dalam peperangan.

Houthi mengklaim telah mengirimkan serangan rudal kedua mereka yang diarahkan langsung menuju pusat pertahanan Israel.

Keterlibatan kelompok penyokong Iran di Yaman ini menimbulkan kekhawatiran akan meluasnya titik peperangan hingga Laut Merah.

Sebelumnya, aksi Houthi yang mengincar kapal terafiliasi Israel telah membuat banyak perusahaan logistik global merasa sangat terancam.

Situasi di Laut Merah kini menjadi sangat krusial mengingat posisinya sebagai jalur alternatif utama bagi perdagangan internasional.

Arab Saudi bahkan telah memindahkan rute ekspor minyak mereka melalui jalur ini untuk menghindari risiko di Selat Hormuz.

Banyak kargo dari negara Teluk terpaksa dialihkan ke pelabuhan Salalah di Oman demi menjamin keamanan pasokan energi global.

Efek domino dari pertempuran ini juga merambah ke sektor transportasi udara yang mengalami disrupsi sangat parah.

Serangan Iran ke pangkalan militer di negara tetangga membuat koridor udara di wilayah Teluk menjadi zona terlarang.

Hingga saat ini, banyak maskapai internasional memilih untuk membatalkan jadwal penerbangan demi menghindari risiko salah sasaran udara.

Ketidakpastian ini diperparah dengan belum adanya kesepakatan konkrit dalam meja perundingan yang tengah diklaim oleh pemerintah Amerika.

Dunia kini menanti apakah langkah diplomasi mampu meredam rencana serangan darat yang bisa memicu perang total.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Krisis Listrik Melanda Iran Utara Akibat Rudal Israel Hantam Menara Tegangan Tinggi di Teheran

Krisis Listrik Melanda Iran Utara Akibat Rudal Israel Hantam Menara Tegangan Tinggi di Teheran

News | Senin, 30 Maret 2026 | 09:51 WIB

Rudal Ansar Allah Hantam Israel Demi Bela Iran, Serangan Besar Akan Terus Berlanjut ke Zionis

Rudal Ansar Allah Hantam Israel Demi Bela Iran, Serangan Besar Akan Terus Berlanjut ke Zionis

News | Senin, 30 Maret 2026 | 09:31 WIB

Paus Leo Kritik Donald Trump: Tuhan Tolak Doa Pemimpin Pengobar Perang

Paus Leo Kritik Donald Trump: Tuhan Tolak Doa Pemimpin Pengobar Perang

News | Senin, 30 Maret 2026 | 08:55 WIB

Terkini

Dihantam Innova di Lampu Merah Pesing, Pemotor Supra Terpental hingga Tewas di Tempat

Dihantam Innova di Lampu Merah Pesing, Pemotor Supra Terpental hingga Tewas di Tempat

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 18:45 WIB

Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!

Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 18:21 WIB

Jangan Cuma Nakhoda, DPR Desak Bongkar Mafia di Balik Tragedi Kapal PMI Malaysia

Jangan Cuma Nakhoda, DPR Desak Bongkar Mafia di Balik Tragedi Kapal PMI Malaysia

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 18:06 WIB

Bantah Pemerintah Larang Nobar Film Pesta Babi, Menko Yusril: Silakan Tonton dan Debat!

Bantah Pemerintah Larang Nobar Film Pesta Babi, Menko Yusril: Silakan Tonton dan Debat!

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 17:39 WIB

Italia Murka Israel Serang Pasukan Perdamaian PBB yang Tewaskan Tentara Indonesia

Italia Murka Israel Serang Pasukan Perdamaian PBB yang Tewaskan Tentara Indonesia

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 17:37 WIB

Tolak SPPG di Dalam Kampus, UMY Usul Fokus Jadi Mitra Kajian Program MBG

Tolak SPPG di Dalam Kampus, UMY Usul Fokus Jadi Mitra Kajian Program MBG

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 16:56 WIB

'Kode Merah' di Balik Room VIP: Bareskrim Bongkar Modus Narkoba di B-Fashion dan The Seven Jakbar

'Kode Merah' di Balik Room VIP: Bareskrim Bongkar Modus Narkoba di B-Fashion dan The Seven Jakbar

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 16:48 WIB

SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!

SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 16:35 WIB

Israel Jadi Negara Paling Tidak Disukai di Dunia Menurut Survei Global 2026

Israel Jadi Negara Paling Tidak Disukai di Dunia Menurut Survei Global 2026

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:52 WIB

Sadis! Hanya Demi Motor, Pemuda di Karawang Nekat Habisi Nyawa Adik Kelas di Bantaran Citarum

Sadis! Hanya Demi Motor, Pemuda di Karawang Nekat Habisi Nyawa Adik Kelas di Bantaran Citarum

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:52 WIB