Pengamat Politik UMY: Polemik Ijazah Jokowi Hanya Buang Energi di Tengah Ancaman Krisis Ekonomi

Dwi Bowo Raharjo | Hiskia Andika Weadcaksana | Suara.com

Senin, 30 Maret 2026 | 12:17 WIB
Pengamat Politik UMY: Polemik Ijazah Jokowi Hanya Buang Energi di Tengah Ancaman Krisis Ekonomi
ilustrasi ijazah Jokowi (ANTARA)
  • Pengamat UMY, Zuly Qodir, menilai polemik ijazah Jokowi membuang waktu dan menjadi ajang adu kuat penggugat melawan UGM.
  • Qodir menekankan energi bangsa lebih penting dialokasikan untuk mengatasi krisis ekonomi dan energi yang mendesak saat ini.
  • Tuntutan pembatalan kepemimpinan Jokowi dianggap mustahil karena masa jabatan presiden telah selesai dan tidak berdampak langsung pada rakyat.

Suara.com - Pengamat politik dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Zuly Qodir, menyoroti polemik ijazah Joko Widodo (Jokowi) yang hingga kini masih terus bergulir di ruang publik. Menurutnya hal itu hanya buang-buang waktu saja.

Ia menilai persoalan ini telah berkembang menjadi ajang "adu kuat" antara pihak penggugat baik Roy Suryo dan dr Tifa dengan pihak Universitas Gadjah Mada (UGM) maupun pihak Jokowi sendiri.

Qodir memandang bahwa energi bangsa saat ini seharusnya dialokasikan untuk menangani permasalahan yang jauh lebih mendesak. Misalnya krisis ekonomi dan krisis energi yang sudah di depan mata.

"Menurut saya menjadi tidak produktif, ada hal yang lebih penting yang kemudian tidak diurus, bahwa kalau ada kebohongan publik itu adalah sesuatu kejahatan tetapi kali ini kita berhadapan dengan masalah yang jauh lebih besar," kata Qodir, saat dihubungi Suara.com, Senin (30/3/2026).

Lebih lanjut, Qodir menekankan bahwa secara kalkulasi politik, tuntutan para penggugat yang ingin menganulir kepemimpinan Jokowi adalah hal yang mustahil.

Mengingat masa jabatan Jokowi sebagai Wali Kota, Gubernur, hingga Presiden dua periode sudah sepenuhnya selesai. Sehingga perdebatan ini dianggap kehilangan relevansi politik yang signifikan bagi masyarakat luas.

"Kalau kemudian apa yang dilakukan oleh pihak Roy Suryo misalnya tuntutannya adalah menghukum, tidak mengakui kepresidenan kan enggak mungkin, wong sudah selesai kepemimpinan Pak Jokowi. Jadi untuk apa," tandasnya.

Qodir turut menyoroti bagaimana perseteruan ini bisa berlangsung tanpa ujung jika hanya didasarkan pada keinginan untuk mendapatkan pengakuan salah.

"Kalau Pak Jokowi tidak mau mengakui ya berarti tidak selesai-selesai. Sampai kapan? Ya mungkin sampai dua pihak ini meninggal dunia dua-duanya, artinya memang ini akan pada posisi kuat-kuatan," ucapnya.

Terkait dampak bagi masyarakat, ditegaskan Qodir, polemik ini tidak memiliki pengaruh langsung terhadap kehidupan rakyat banyak.

Status ijazah tersebut tidak akan mengubah fakta sejarah kepemimpinan yang telah berjalan.

Salinan asli ijazah Presiden ke-7 Joko Widodo di depan kantor KPU RI, Jakarta, Senin (9/2/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
Salinan asli ijazah Presiden ke-7 Joko Widodo di depan kantor KPU RI, Jakarta, Senin (9/2/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]

Ia justru mendorong agar publik dan penyelenggara pemilu mengambil pelajaran agar lebih teliti di masa depan guna menghindari kegaduhan serupa.

"Dampak secara langsung untuk masyarakat untuk rakyat tidak ada sih kalau saya merasa. Jadi secara langsung ya untuk rakyat untuk yang akan memilih (di Pemilu mendatang) tidak ada karena apa yang dituntutkan semuanya sudah terjadi," tandasnya.

Dalam kesempatan ini, pihaknya merasa publik sudah mulai lelah dengan narasi yang terus diulang-ulang di media massa tanpa ada kejelasan arah. Sementara negara sedang menghadapi tantangan global yang berat.

"Masih ada banyak masalah yang jauh lebih penting daripada soal masalah ijazah Jokowi itu yang menurut saya sudah tidak relevan atau tidak penting lagi buat saya ya. Secara publik saya kira juga tidak terlalu penting ini," ujarnya.

Qodir mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mulai mengalihkan fokus pada isu-isu strategis.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dikabarkan Menyerah dan Merapat ke Solo, dr Tifa Beri Jawaban Menohok Lewat 'Senjata' Baru!

Dikabarkan Menyerah dan Merapat ke Solo, dr Tifa Beri Jawaban Menohok Lewat 'Senjata' Baru!

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 12:59 WIB

Eks Wakapolri Sebut Restorative Justice Kasus Ijazah Jokowi Cacat Hukum

Eks Wakapolri Sebut Restorative Justice Kasus Ijazah Jokowi Cacat Hukum

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 09:35 WIB

Beathor: Rismon Sianipar Kini 'Minta Dirangkul' dalam Polemik Ijazah Joko Widodo

Beathor: Rismon Sianipar Kini 'Minta Dirangkul' dalam Polemik Ijazah Joko Widodo

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 21:37 WIB

Akui Ijazah Jokowi Asli, Rismon Bakal Tulis Buku Antitesis dari "Jokowi's White Paper"

Akui Ijazah Jokowi Asli, Rismon Bakal Tulis Buku Antitesis dari "Jokowi's White Paper"

News | Jum'at, 13 Maret 2026 | 17:21 WIB

Temui Gibran di Istana Wapres, Kini Rismon Sianipar Akui Ijazah Jokowi 100 Persen Asli

Temui Gibran di Istana Wapres, Kini Rismon Sianipar Akui Ijazah Jokowi 100 Persen Asli

News | Jum'at, 13 Maret 2026 | 16:50 WIB

Terkini

Habis Selat Hormuz, Gerbang Laut Merah Selat Bab Al Mandab Bakal Diblokir Sekutu Iran

Habis Selat Hormuz, Gerbang Laut Merah Selat Bab Al Mandab Bakal Diblokir Sekutu Iran

News | Senin, 30 Maret 2026 | 12:17 WIB

Hacker Iran Retas Email Bos FBI Kash Patel, AS Gelar Sayembara Rp157 Miliar

Hacker Iran Retas Email Bos FBI Kash Patel, AS Gelar Sayembara Rp157 Miliar

News | Senin, 30 Maret 2026 | 12:17 WIB

Komisi III DPR Minta Hakim Pertimbangkan Bebaskan Amsal Sitepu

Komisi III DPR Minta Hakim Pertimbangkan Bebaskan Amsal Sitepu

News | Senin, 30 Maret 2026 | 11:53 WIB

Momen Hangat Prabowo Bertemu Diaspora Indonesia di Jepang: Bisa Selfie Bareng

Momen Hangat Prabowo Bertemu Diaspora Indonesia di Jepang: Bisa Selfie Bareng

News | Senin, 30 Maret 2026 | 11:49 WIB

Iran Hantam Pembangkit Listrik Kuwait, Pekerja Tewas Akibat Balas Dendam Kepada Amerika Dan Israel

Iran Hantam Pembangkit Listrik Kuwait, Pekerja Tewas Akibat Balas Dendam Kepada Amerika Dan Israel

News | Senin, 30 Maret 2026 | 11:45 WIB

Satu Prajurit TNI Gugur di Lebanon, RI Desak Investigasi Transparan atas Serangan ke Pasukan PBB

Satu Prajurit TNI Gugur di Lebanon, RI Desak Investigasi Transparan atas Serangan ke Pasukan PBB

News | Senin, 30 Maret 2026 | 11:42 WIB

Mengadu Nasib di Jakarta Usai Lebaran, Pramono Sebut Beberapa Pendatang 'Buta' Kondisi Ibu Kota

Mengadu Nasib di Jakarta Usai Lebaran, Pramono Sebut Beberapa Pendatang 'Buta' Kondisi Ibu Kota

News | Senin, 30 Maret 2026 | 11:42 WIB

Sekjen PBB Kecam Kematian Prajurit TNI di Lebanon: Serangan Ancam Keselamatan Pasukan Perdamaian

Sekjen PBB Kecam Kematian Prajurit TNI di Lebanon: Serangan Ancam Keselamatan Pasukan Perdamaian

News | Senin, 30 Maret 2026 | 11:26 WIB

AS-Israel Bongkar Kebohongan Sendiri usai Serang Kampus Iran, Isu Nuklir Cuma Bualan

AS-Israel Bongkar Kebohongan Sendiri usai Serang Kampus Iran, Isu Nuklir Cuma Bualan

News | Senin, 30 Maret 2026 | 11:23 WIB

Di Tengah Perang dengan Iran, AS dan Israel Bahas Pangkalan Militer Baru

Di Tengah Perang dengan Iran, AS dan Israel Bahas Pangkalan Militer Baru

News | Senin, 30 Maret 2026 | 11:23 WIB