Malaysia Sita Kapal Indonesia Rp 6,6 Miliar, 12 WNI Ditangkap

Bernadette Sariyem

Senin, 30 Maret 2026 | 13:00 WIB
Malaysia Sita Kapal Indonesia Rp 6,6 Miliar, 12 WNI Ditangkap
Kapal nelayan senilai Rp 6,6 miliar berbendera Indonesia disita pihak Maritim Malaysia, dalam satu operasi di perairan utara Pulau Manukan, Kota Kinabalu, Minggu (29/3/2026). Sementara 12 kru kapal yang merupakan WNI ditangkap. [Maritim Malaysia]
baca 10 detik
  • Dua belas kru kapal Indonesia ditahan Agensi Maritim Malaysia di perairan Manukan, Sabah, Minggu (29/3) karena masalah dokumen.
  • Pelanggaran meliputi penggunaan paspor kunjungan sosial tanpa izin kerja sah serta kapal kekurangan jumlah kru sesuai ketentuan.
  • Pihak Malaysia menyita kapal senilai RM 2 juta dan menegaskan penindakan tegas terhadap pelanggaran imigrasi serta keselamatan maritim.

Suara.com - Kabar kurang sedap kembali datang dari dunia ketenagakerjaan migran Indonesia di luar negeri. Sebanyak 12 kru kapal berkebangsaan Indonesia dilaporkan ditahan oleh Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia.

Keduabelas WNI itu ditangkap dalam operasi keamanan di perairan utara Pulau Manukan, Sabah, pada Minggu (29/3) akhir pekan lalu.

Dikutip dari Harian Metro, Senin (30/3/2026), penahanan ini dilakukan setelah otoritas setempat menemukan adanya pelanggaran serius terkait dokumen keimigrasian dan prosedur keselamatan pelayaran.

Operasi yang dilakukan oleh tim patroli Maritim Malaysia tersebut, bermula saat sebuah kapal terdeteksi bergerak dalam kondisi yang mencurigakan di area perairan tersebut.

Setelah dilakukan penghentian dan pemeriksaan menyeluruh, petugas menemukan bahwa belasan pria di atas kapal tersebut adalah warga negara Indonesia (WNI) yang tengah bekerja, namun tidak mengantongi izin kerja yang sesuai dengan peraturan yang berlaku di Malaysia.

Direktur Maritim Negeri Sabah dan Wilayah Persekutuan Labuan, Laksamana Pertama Maritim Mohd Khairulanuar Abd Majid, memberikan keterangan resmi terkait penangkapan ini.

Ia menegaskan, pihaknya melakukan tindakan tegas sebagai bagian dari penegakan hukum di wilayah perairan kedaulatan mereka.

"Sebagian dari mereka diduga melanggar Undang-Undang Imigrasi 1959/63 karena menggunakan Paspor Kunjungan Sosial tanpa izin kerja yang sah, selain itu kapal tersebut diduga melanggar Ordonansi Pelayaran Saudagar 1952 karena beroperasi tanpa jumlah kru yang mencukupi sesuai ketentuan yang telah ditetapkan," kata Abd Majid.

Modus Operandi: Paspor Wisata untuk Bekerja

baca juga

Kasus penggunaan paspor kunjungan sosial atau visa turis untuk bekerja di Malaysia, memang masih menjadi tantangan besar bagi otoritas kedua negara.

Dalam kasus ini, para kru kapal asal Indonesia tersebut diduga masuk ke Malaysia menggunakan izin kunjungan singkat.

Tapi kenyataannya, mereka bekerja secara profesional sebagai kru kapal di perairan Sabah. Hal ini tidak hanya melanggar administrasi keimigrasian, tetapi juga merugikan perlindungan hak-hak pekerja itu sendiri jika terjadi kecelakaan kerja.

Selain masalah izin kerja, kapal yang mereka operasikan juga melanggar aturan teknis pelayaran.

Kapal tersebut diketahui berlayar tanpa memenuhi syarat minimum jumlah awak kapal yang memadai.

Bagi Malaysia, persyaratan minimum jumlah awak kapal itu penting, karena dapat membahayakan keselamatan pelayaran di wilayah yang padat lalu lintas lautnya tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Satu Mobil ke Bandara, Prabowo Antar Langsung Anwar Ibrahim Tinggalkan Indonesia

Satu Mobil ke Bandara, Prabowo Antar Langsung Anwar Ibrahim Tinggalkan Indonesia

News | Jum'at, 27 Maret 2026 | 23:29 WIB

Tiga Jam Bertemu di Istana hingga Antar ke Bandara, Ini Obrolan Presiden Prabowo dan PM Anwar

Tiga Jam Bertemu di Istana hingga Antar ke Bandara, Ini Obrolan Presiden Prabowo dan PM Anwar

News | Jum'at, 27 Maret 2026 | 22:22 WIB

Akibat Panas Esktrem, Makam Kuno dan Desa yang Hilang Tahun 1974 di Pedu Muncul Lagi

Akibat Panas Esktrem, Makam Kuno dan Desa yang Hilang Tahun 1974 di Pedu Muncul Lagi

News | Jum'at, 27 Maret 2026 | 19:22 WIB

Suami Istri Tewas dengan Kepala Terpenggal di Rumah, Sang Anak Ikut Meninggal

Suami Istri Tewas dengan Kepala Terpenggal di Rumah, Sang Anak Ikut Meninggal

News | Jum'at, 27 Maret 2026 | 19:04 WIB

PM Malaysia Anwar Ibrahim ke Jakarta, Ingin Bertemu Prabowo Bahas Dampak Konflik Asia Barat

PM Malaysia Anwar Ibrahim ke Jakarta, Ingin Bertemu Prabowo Bahas Dampak Konflik Asia Barat

News | Jum'at, 27 Maret 2026 | 17:52 WIB

Di Tengah Blokade Iran, Malaysia Dapat Jalur Khusus Lewati Selat Hormuz

Di Tengah Blokade Iran, Malaysia Dapat Jalur Khusus Lewati Selat Hormuz

News | Jum'at, 27 Maret 2026 | 15:07 WIB

Netizen Malaysia Terbang ke Indonesia Demi Film Tunggu Aku Sukses Nanti, Ulasannya Viral

Netizen Malaysia Terbang ke Indonesia Demi Film Tunggu Aku Sukses Nanti, Ulasannya Viral

Entertainment | Jum'at, 27 Maret 2026 | 19:40 WIB

PM Malaysia Anwar Ibrahim Kunjungi Jakarta, Polda Metro Siapkan Pengamanan Rute VVIP

PM Malaysia Anwar Ibrahim Kunjungi Jakarta, Polda Metro Siapkan Pengamanan Rute VVIP

News | Jum'at, 27 Maret 2026 | 10:57 WIB

Terkini

4 Moisturizer Peptide Dukung Produksi Kolagen untuk Jaga Kekencangan Kulit

4 Moisturizer Peptide Dukung Produksi Kolagen untuk Jaga Kekencangan Kulit

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 06:45 WIB

Meritokrasi Sudah Mati, Kenali Fenomena 'Neo-Feodalisme' di Kantormu!

Meritokrasi Sudah Mati, Kenali Fenomena 'Neo-Feodalisme' di Kantormu!

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 05:58 WIB

Menolak Mati di Usia 30: Kebangkitan 'Case 15', Cetak Biru Punk Rock Superman Is Dead

Menolak Mati di Usia 30: Kebangkitan 'Case 15', Cetak Biru Punk Rock Superman Is Dead

Entertainment | Minggu, 27 September 2026 | 00:01 WIB

TPA Cikundul Sukabumi Terbakar, Api Merambat Hingga Dasar Gunungan Sampah

TPA Cikundul Sukabumi Terbakar, Api Merambat Hingga Dasar Gunungan Sampah

News | Sabtu, 26 September 2026 | 23:28 WIB

Tim Gabungan Buka Pintu Satu per Satu Usut Dugaan Pelanggaran di Lapas Cibinong

Tim Gabungan Buka Pintu Satu per Satu Usut Dugaan Pelanggaran di Lapas Cibinong

Jabar | Sabtu, 26 September 2026 | 23:20 WIB

Klarifikasi Pengelola TPST Abu & Co di Tangsel, Mengaku Belum Mengantongi Izin dan Dokumen IPAL

Klarifikasi Pengelola TPST Abu & Co di Tangsel, Mengaku Belum Mengantongi Izin dan Dokumen IPAL

Banten | Sabtu, 26 September 2026 | 22:44 WIB

Kejar PAD Rp520 Juta dari Sektor Parkir 2026, Dishub Kota Tangsel Imbau Pengelola Taat Regulasi

Kejar PAD Rp520 Juta dari Sektor Parkir 2026, Dishub Kota Tangsel Imbau Pengelola Taat Regulasi

Banten | Sabtu, 26 September 2026 | 22:34 WIB

Realisasi Pajak Parkir Capai Rp15 Miliar, Bapenda Kota Tangsel Siapkan 6 Jurus Optimalkan PAD

Realisasi Pajak Parkir Capai Rp15 Miliar, Bapenda Kota Tangsel Siapkan 6 Jurus Optimalkan PAD

Banten | Sabtu, 26 September 2026 | 22:20 WIB

65 Kasus Flu Babi H1N1 Terdeteksi di Bandung

65 Kasus Flu Babi H1N1 Terdeteksi di Bandung

Jabar | Sabtu, 26 September 2026 | 22:14 WIB

Menikmati Sejuknya Jogja dengan Nuansa Jepang di Onsen Resort Kaliurang

Menikmati Sejuknya Jogja dengan Nuansa Jepang di Onsen Resort Kaliurang

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 21:59 WIB

×