Kronologis Prajurit TNI Tewas karena Serangan Israel di Lebanon

Pebriansyah Ariefana

Senin, 30 Maret 2026 | 14:43 WIB
Kronologis Prajurit TNI Tewas karena Serangan Israel di Lebanon
Ilustrasi UNIFIL, Pasukan perdamaian PBB. (ANTARA/Anadolu/py)
baca 10 detik
  • Satu personel TNI gugur akibat ledakan proyektil saat bertugas di pos UNIFIL Lebanon selatan.

  • Antonio Guterres mengecam serangan mematikan yang juga membuat satu prajurit Indonesia luka kritis.

  • Insiden terjadi di tengah instruksi Netanyahu untuk memperluas invasi darat militer Israel di Lebanon.

Suara.com - Kabar duka menyelimuti korps Tentara Nasional Indonesia TNI yang sedang mengemban misi kemanusiaan di wilayah Timur Tengah.

Seorang personel TNI yang tergabung dalam satuan pasukan perdamaian PBB atau UNIFIL dilaporkan meninggal dunia saat bertugas.

Insiden mematikan ini terjadi setelah sebuah proyektil tajam menghantam area pos penjagaan pada Minggu malam waktu setempat.

Lokasi kejadian tragis tersebut berada di sekitar desa Adchit al Qusayr yang terletak di bagian selatan negara Lebanon.

Pihak UNIFIL secara resmi telah mengeluarkan pernyataan terkait peristiwa yang merenggut nyawa ksatria penjaga perdamaian tersebut.

"Seorang penjaga perdamaian tewas secara tragis tadi malam ketika sebuah proyektil meledak di posisi UNIFIL dekat Adchit al Qusayr," demikian pernyataan UNIFIL.

Selain satu orang yang dinyatakan gugur, terdapat satu personel TNI lainnya yang kini berada dalam kondisi medis kritis.

Prajurit yang selamat tersebut mengalami luka sangat serius akibat hantaman ledakan proyektil yang muncul secara tiba-tiba di lokasi.

Hingga saat ini otoritas penjaga perdamaian masih melakukan penelusuran mendalam terkait dari mana asal peluru kendali tersebut diluncurkan.

baca juga

Penyelidikan intensif pun segera dibuka guna mengungkap fakta lengkap di balik keadaan yang menyebabkan hilangnya nyawa manusia.

"Kami tidak mengetahui asal proyektil tersebut. Kami telah meluncurkan penyelidikan untuk menentukan semua keadaan," demikian pernyataan UNIFIL, dikutip Reuters.

PBB menegaskan bahwa setiap personel yang bekerja demi kemanusiaan seharusnya mendapatkan jaminan perlindungan keamanan yang sangat maksimal.

Hal ini menjadi sorotan dunia internasional mengingat posisi yang terkena dampak merupakan markas bagi para prajurit dari batalion Indonesia.

"Tidak seorang pun boleh kehilangan nyawa dalam melayani tujuan perdamaian," lanjut pernyataan tersebut.

Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, turut memberikan respons cepat melalui saluran media sosial resminya mengenai kejadian ini.

Dalam unggahannya, Guterres menyampaikan rasa duka yang sangat mendalam bagi keluarga korban serta bagi bangsa Indonesia secara keseluruhan.

"Saya mengutuk keras insiden hari Minggu yang menewaskan seorang penjaga perdamaian Indonesia dari @UNIFIL_ di tengah permusuhan antara Israel & Hizbullah. Seorang penjaga perdamaian Indonesia lainnya mengalami luka serius dalam insiden yang sama," tulis Guterres.

Beliau juga sangat menyayangkan adanya insiden yang terus berulang dan sangat membahayakan keselamatan para petugas di lapangan.

"Saya menyampaikan belasungkawa terdalam kepada keluarga, teman, dan kolega penjaga perdamaian yang meninggal, serta kepada Indonesia. Saya berharap agar penjaga perdamaian yang terluka segera pulih sepenuhnya. Ini hanyalah salah satu dari sejumlah insiden baru-baru ini yang telah membahayakan keselamatan dan keamanan para penjaga perdamaian," ia melanjutkan pernyataannya.

Situasi di perbatasan selatan Lebanon memang diketahui terus memanas akibat kontak senjata yang melibatkan pasukan darat dan milisi.

Kota Adchit al Qusayr sendiri merupakan titik panas yang menjadi area pergerakan militer Israel untuk menekan keberadaan kelompok Hizbullah.

Bersamaan dengan gugurnya prajurit Indonesia, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu baru saja mengeluarkan perintah ekspansi militer besar-besaran.

Netanyahu menginstruksikan pasukannya untuk bergerak lebih jauh masuk ke dalam wilayah kedaulatan Lebanon hingga mencapai Sungai Litani.

Ambisi militer tersebut bertujuan untuk mengusir paksa seluruh elemen milisi yang dianggap mengancam keamanan di wilayah utara Israel.

"Saya baru saja menginstruksikan untuk memperluas zona penyangga keamanan yang ada. Kami bertekad untuk secara fundamental mengubah situasi di utara Israel," kata Netanyahu dalam pernyataan video, seperti dikutip Al Jazeera.

Keputusan perluasan zona tempur ini diprediksi akan semakin meningkatkan risiko bagi ribuan pasukan perdamaian yang berjaga di perbatasan.

Pemerintah Indonesia diharapkan segera melakukan koordinasi dengan markas besar PBB untuk memastikan evakuasi dan perawatan terbaik bagi korban.

Kehadiran TNI dalam misi UNIFIL merupakan bukti nyata kontribusi aktif Indonesia dalam menjaga stabilitas keamanan di level internasional.

Hingga berita ini diturunkan, identitas lengkap dari kedua prajurit yang menjadi korban belum dirilis secara detail ke ruang publik.

Solidaritas global terus mengalir untuk menghentikan kekerasan yang mengancam nyawa para relawan perdamaian yang tidak berdosa di wilayah konflik.

Setiap nyawa yang hilang merupakan kehilangan besar bagi upaya rekonsiliasi global di tengah ketegangan geopolitik yang terus bergejolak.

Harapan besar digantungkan pada hasil investigasi UNIFIL agar pihak yang bertanggung jawab atas ledakan proyektil ini segera terungkap.

Dunia menantikan langkah konkret dari dewan keamanan PBB untuk mencegah terulangnya tragedi serupa bagi pasukan perdamaian Indonesia.

Keadilan bagi prajurit yang gugur harus menjadi prioritas utama demi menjaga marwah misi kemanusiaan di tanah Lebanon yang sedang bergejolak.

Semoga perdamaian segera terwujud di tanah tersebut agar tidak ada lagi nyawa ksatria yang harus dikorbankan demi tugas negara.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Apa Itu UNIFIL? Pasukan Perdamaian PBB Digempur Israel Sampai TNI Gugur

Apa Itu UNIFIL? Pasukan Perdamaian PBB Digempur Israel Sampai TNI Gugur

News | Senin, 30 Maret 2026 | 14:18 WIB

Prajurit Gugur di Lebanon, DPR Desak Evaluasi Misi Perdamaian TNI

Prajurit Gugur di Lebanon, DPR Desak Evaluasi Misi Perdamaian TNI

News | Senin, 30 Maret 2026 | 13:33 WIB

Profil Sertu Farizal Rhomadhon, Prajurit TNI asal Kulon Progo yang Gugur di Lebanon

Profil Sertu Farizal Rhomadhon, Prajurit TNI asal Kulon Progo yang Gugur di Lebanon

News | Senin, 30 Maret 2026 | 13:27 WIB

Terkini

Safari Politik Lampung Sepi Massa? Jokowi Dinilai Tak Lagi Mampu Mobilisasi Rakyat Tanpa Alat Negara

Safari Politik Lampung Sepi Massa? Jokowi Dinilai Tak Lagi Mampu Mobilisasi Rakyat Tanpa Alat Negara

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 17:24 WIB

Pakar UMY Soroti Pengisian Jabatan BUMN: Loyalitas Politik Dinilai Kalahkan Meritokrasi

Pakar UMY Soroti Pengisian Jabatan BUMN: Loyalitas Politik Dinilai Kalahkan Meritokrasi

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 17:21 WIB

Papua Tengah Cetak Sejarah, Ekspor Perdana Hasil Perikanan Langsung dari Mimika Perkuat Ekonomi Biru

Papua Tengah Cetak Sejarah, Ekspor Perdana Hasil Perikanan Langsung dari Mimika Perkuat Ekonomi Biru

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 17:13 WIB

Terungkap! Sikka Punya 30 Pub tapi Mayoritas Bodong, Jadi Sarang Eksploitasi Perempuan?

Terungkap! Sikka Punya 30 Pub tapi Mayoritas Bodong, Jadi Sarang Eksploitasi Perempuan?

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 17:08 WIB

Meki Nawipa Lepas Ekspor Perdana Hasil Perikanan Papua Tengah ke Pasar Internasional

Meki Nawipa Lepas Ekspor Perdana Hasil Perikanan Papua Tengah ke Pasar Internasional

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 17:06 WIB

Buntut Dugaan Intimidasi Dokter Icha, PDIP Nonaktifkan Anggota DPRD TTU Veronika Lake

Buntut Dugaan Intimidasi Dokter Icha, PDIP Nonaktifkan Anggota DPRD TTU Veronika Lake

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 16:53 WIB

Divonis 10 Tahun Penjara, Nadiem Makarim Akan Ajukan Banding

Divonis 10 Tahun Penjara, Nadiem Makarim Akan Ajukan Banding

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 16:51 WIB

Vonis Nadiem Diwarnai Dissenting Opinion, Hakim Nilai Tak Ada Bukti Niat Jahat

Vonis Nadiem Diwarnai Dissenting Opinion, Hakim Nilai Tak Ada Bukti Niat Jahat

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 16:32 WIB

Siapa Hakim Andi Saputra? Dissenting Opinion dan Minta Nadiem Makarim Dibebaskan

Siapa Hakim Andi Saputra? Dissenting Opinion dan Minta Nadiem Makarim Dibebaskan

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 16:22 WIB

Hakim Andi Sebut Nadiem Makarim Seharusnya Dibebaskan

Hakim Andi Sebut Nadiem Makarim Seharusnya Dibebaskan

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 16:19 WIB

×