- Rusia mengirimkan 13 ton bantuan kemanusiaan medis ke Iran melalui Azerbaijan atas instruksi langsung Presiden Vladimir Putin.
- Bantuan ini diberikan menyusul gempuran udara dan rudal Amerika Serikat-Israel sejak akhir Februari 2026 yang menewaskan 1.300 orang.
- Langkah Moskow ini merupakan pesan diplomatik yang menggarisbawahi dampak kerusakan sipil akibat serangan koalisi Barat.
Operasi militer tersebut dilaporkan telah menewaskan lebih dari 1.300 orang, termasuk sosok sentral dalam pemerintahan Teheran, Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.
Kehilangan pemimpin tertinggi tersebut tidak hanya mengguncang stabilitas internal Iran, tetapi juga memicu reaksi kemarahan massal di seluruh dunia Islam.
Dampak dari serangan tersebut telah menghancurkan banyak infrastruktur sipil, termasuk fasilitas kesehatan, sehingga membuat bantuan 13 ton obat-obatan dari Rusia menjadi sangat krusial bagi kelangsungan hidup penduduk yang terdampak.
Iran tidak tinggal diam atas serangan tersebut. Teheran telah melancarkan serangkaian serangan balasan menggunakan pesawat tak berawak dan rudal, yang menargetkan wilayah Israel.
Tidak hanya itu, Iran juga menyasar aset-aset militer Amerika Serikat yang berada di negara-negara Teluk yang menjadi pangkalan bagi pasukan Washington.
Situasi ini membuat kawasan tersebut kini berada dalam kondisi "perang total" yang mengancam stabilitas pasokan energi dunia.