Kata-kata UNIFIL soal 2 Personel TNI Tewas karena Ledakan di Lebanon

Pebriansyah Ariefana

Selasa, 31 Maret 2026 | 10:33 WIB
Kata-kata UNIFIL soal 2 Personel TNI Tewas karena Ledakan di Lebanon
ILUSTRASI Tiga prajurit TNI di Lebanon gugur akibat dua serangan terpisah di tengah konflik bersenjata. (Gemini)
baca 10 detik
  • Tiga prajurit TNI gugur dalam dua serangan terpisah di wilayah Lebanon selatan.

  • PBB melakukan penyelidikan mendalam terkait ledakan misterius yang menghancurkan kendaraan patroli Indonesia.

  • Mabes TNI sedang mengupayakan proses pemulangan jenazah Praka Farizal Rhomadhon ke Indonesia.

Suara.com - Kabar duka kembali menyelimuti dunia militer tanah air setelah dua anggota TNI dilaporkan tewas kena ledakan di Lebanon.

Peristiwa tragis ini terjadi saat para korban sedang menjalankan misi kemanusiaan bersama pasukan perdamaian PBB (UNIFIL).

Jean-Pierre Lacroix selaku Kepala Pasukan Penjaga Perdamaian PBB memvalidasi identitas kedua korban sebagai warga negara Indonesia.

Insiden mematikan tersebut berlangsung di kawasan Lebanon selatan pada hari Senin tanggal 30 Maret 2026 kemarin.

Hingga saat ini pihak berwenang masih mendalami penyebab pasti dari ledakan yang merenggut nyawa tersebut.

Berdasarkan laporan resmi dari pihak UNIFIL kedua prajurit tersebut kehilangan nyawa akibat sebuah ledakan dahsyat.

Sumber ledakan yang menghancurkan kendaraan operasional mereka di dekat wilayah Bani Hayyan belum dapat dipastikan sepenuhnya.

Dampak dari kekuatan ledakan itu membuat kendaraan militer yang mereka tumpangi mengalami kerusakan yang sangat parah.

Kematian dua personel ini menambah daftar panjang korban dari pihak Indonesia dalam kurun waktu yang sangat singkat.

baca juga

Kejadian memilukan ini merupakan peristiwa fatal kedua yang menimpa pasukan Garuda dalam jangka waktu 24 jam.

Sehari sebelum insiden di Bani Hayyan seorang prajurit TNI lainnya juga dilaporkan telah gugur di lokasi berbeda.

Korban pertama kehilangan nyawa akibat hantaman proyektil yang meledak di area sekitar pos penjagaan Indonesia.

Titik serangan tersebut berada di desa Adchit Al Qusayr yang terletak di bagian selatan wilayah kedaulatan Lebanon.

Mabes TNI bersama Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres telah memberikan konfirmasi resmi terkait kabar duka hari Minggu.

Meskipun terjadi dalam waktu yang berdekatan pihak PBB melihat adanya perbedaan motif dari kedua kejadian itu.

"Ini adalah dua insiden terpisah dan kami sedang menyelidikinya sebagai dua insiden terpisah," kata juru bicara UNIFIL, Kandice Ardiel.

Tim investigasi internal sedang dikerahkan untuk menyisir lokasi kejadian guna mengumpulkan berbagai bukti fisik di lapangan.

Pernyataan tegas juga datang dari Lacroix yang mengecam keras segala bentuk tindakan kekerasan terhadap tim medis.

Ia menuntut agar semua aktivitas militer yang membahayakan nyawa para penjaga perdamaian global segera dihentikan sepenuhnya.

Keamanan personel internasional kini menjadi prioritas utama di tengah eskalasi konflik yang terus memanas di perbatasan.

Misi utama UNIFIL di Lebanon selatan adalah memantau stabilitas keamanan di sepanjang garis demarkasi dengan Israel.

Kawasan tersebut memang dikenal sebagai zona merah karena sering menjadi arena pertempuran antara Israel dan Hizbullah.

Keberadaan milisi yang didukung oleh Iran di wilayah itu menciptakan tensi tinggi bagi setiap pasukan penjaga keamanan.

Saat ini tercatat ada sekitar 10.000 pasukan penjaga perdamaian dari berbagai penjuru dunia yang bertugas di sana.

Indonesia sendiri menjadi salah satu kontributor terbesar dengan mengirimkan sekitar 1.200 personel TNI aktif untuk misi tersebut.

Mayjen Aulia Dwi Nasrullah selaku Kapuspen TNI memberikan rincian terkait identitas salah satu korban yang gugur sebelumnya.

Prajurit yang meninggal pada hari Minggu diketahui merupakan bagian dari Kompis C UNP 7-1 Satgas Yonmek XXIII-S.

Nama prajurit yang telah berkorban demi misi perdamaian tersebut diidentifikasi sebagai sosok bernama Praka Farizal Rhomadhon.

Mabes TNI saat ini sedang mengurus seluruh proses administratif agar jenazah almarhum dapat segera dipulangkan ke tanah air.

Keluarga korban di Indonesia telah diinformasikan mengenai musibah ini dan sedang menunggu kepulangan jenazah dengan duka mendalam.

Melalui platform media sosial Antonio Guterres menyampaikan rasa simpati sekaligus kemarahan atas serangan yang menyasar pasukan PBB.

"Saya mengutuk keras insiden hari Minggu yang menewaskan seorang penjaga perdamaian Indonesia dari @UNIFIL_ di tengah permusuhan antara Israel & Hizbullah. Seorang penjaga perdamaian Indonesia lainnya mengalami luka serius dalam insiden yang sama," tulis Guterres.

Sekjen PBB menekankan bahwa penyerangan terhadap personel perdamaian dapat dikategorikan sebagai pelanggaran serius terhadap hukum internasional.

Dunia internasional kini mendesak pihak-pihak yang bertikai untuk menghormati keselamatan para prajurit yang mengenakan baret biru.

Situasi di Lebanon selatan tetap dalam kondisi siaga tinggi menyusul tewasnya tiga prajurit Indonesia dalam waktu singkat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Detik-detik 2 Personel TNI Tewas di UNIFIL Lebanon

Detik-detik 2 Personel TNI Tewas di UNIFIL Lebanon

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:12 WIB

Apa Itu UNIFIL? Diserang Israel hingga Tewaskan Prajurit TNI

Apa Itu UNIFIL? Diserang Israel hingga Tewaskan Prajurit TNI

Lifestyle | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:12 WIB

Profil Praka Farizal Rhomadhon, Prajurit TNI Tewas karena Serangan Israel di Lebanon

Profil Praka Farizal Rhomadhon, Prajurit TNI Tewas karena Serangan Israel di Lebanon

Lifestyle | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:03 WIB

Terkini

Tragedi Berdarah di Jerman: 6 Tewas dalam Penembakan, Polisi Ungkap Motif Dendam

Tragedi Berdarah di Jerman: 6 Tewas dalam Penembakan, Polisi Ungkap Motif Dendam

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 06:10 WIB

China Wajibkan AI di Sekolah: Semua Siswa Wajib Kuasai Kecerdasan Buatan dalam 5 Tahun

China Wajibkan AI di Sekolah: Semua Siswa Wajib Kuasai Kecerdasan Buatan dalam 5 Tahun

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 06:05 WIB

Misteri Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi Beijing, Pemerintah Bungkam Sensor Ketat

Misteri Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi Beijing, Pemerintah Bungkam Sensor Ketat

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 05:30 WIB

Taruna Akmil akan Dampingi Siswa Sekolah Rakyat Belajar Mandiri di Asrama Selama 5 Hari

Taruna Akmil akan Dampingi Siswa Sekolah Rakyat Belajar Mandiri di Asrama Selama 5 Hari

News | Senin, 29 Juni 2026 | 23:37 WIB

Tak Lagi 'Macan Ompong', RUU HAM Beri Komnas HAM Kewenangan Penyidikan

Tak Lagi 'Macan Ompong', RUU HAM Beri Komnas HAM Kewenangan Penyidikan

News | Senin, 29 Juni 2026 | 21:35 WIB

Menuju Kota Global, Jakarta Kejar Target Bebas Buang Air Sembarangan

Menuju Kota Global, Jakarta Kejar Target Bebas Buang Air Sembarangan

News | Senin, 29 Juni 2026 | 20:44 WIB

Jangan Terkecoh! Pendakian Gunung Merapi Masih Ditutup, Abaikan Ajakan di Medsos

Jangan Terkecoh! Pendakian Gunung Merapi Masih Ditutup, Abaikan Ajakan di Medsos

News | Senin, 29 Juni 2026 | 20:41 WIB

Jadi Otak Penyekapan, Bos Percetakan di Senen Perintahkan Anak Buah Pasung Kaki Korban

Jadi Otak Penyekapan, Bos Percetakan di Senen Perintahkan Anak Buah Pasung Kaki Korban

News | Senin, 29 Juni 2026 | 20:22 WIB

Bertemu Dony Oskaria, KPK Minta Pejabat BUMN Bandel Tak Lapor LHKPN Disanksi

Bertemu Dony Oskaria, KPK Minta Pejabat BUMN Bandel Tak Lapor LHKPN Disanksi

News | Senin, 29 Juni 2026 | 19:43 WIB

Gelar Budaya Jokowi Disorot, Dinilai Jadi 'Senjata' Politik Incar Masyarakat Paternalistik

Gelar Budaya Jokowi Disorot, Dinilai Jadi 'Senjata' Politik Incar Masyarakat Paternalistik

News | Senin, 29 Juni 2026 | 19:36 WIB

×