Populasi Dunia Tembus 8,2 Miliar, Studi Sebut Bumi Sudah Kelebihan Beban

Bimo Aria Fundrika | Suara.com

Rabu, 01 April 2026 | 11:55 WIB
Populasi Dunia Tembus 8,2 Miliar, Studi Sebut Bumi Sudah Kelebihan Beban
Ilustrasi Banyaknya Kumpulan Manusia (Pexels/Nikita Nikitin)

Suara.com - Manusia dan bumi merupakan dua hal yang tak terpisahkan. Sejak kemunculan Homo sapiens sekitar 200.000 hingga 300.000 tahun lalu, bumi telah menjadi rumah bagi manusia.

Namun kini, perkembangan dan pertumbuhan jumlah manusia justru membawa ancaman baru: kelebihan populasi.

Data Worldometer mencatat, populasi dunia saat ini telah mencapai 8,2 miliar jiwa. Angka ini bukan sekadar statistik. Studi dalam Environmental Research Letters menyebut jumlah manusia saat ini telah melampaui kapasitas bumi.

Artinya, kebutuhan dan pola konsumsi manusia sudah melebihi kemampuan bumi dalam menyediakan sumber daya secara berkelanjutan.

“Bumi tidak mampu mengimbangi cara kita menggunakan sumber daya. Tanpa perubahan besar, kita mendorong planet ini melampaui batasnya,” ujar Profesor Bradshaw, penulis utama studi tersebut.

Fenomena ini tak terjadi dalam semalam. Sejak sebelum 1950, pertumbuhan populasi meningkat pesat, didorong oleh inovasi dan kemajuan teknologi.

Pada masa itu, jumlah manusia yang besar dianggap sebagai pendorong perkembangan. Namun sejak 1960, meski laju pertumbuhan mulai melambat, jumlah populasi terus meningkat dan justru membawa tekanan besar bagi bumi.

Dampaknya mulai terasa di berbagai sektor. Ketersediaan lapangan kerja semakin terbatas, angka kemiskinan meningkat, dan ruang hidup manusia kian menyempit.

Di saat yang sama, eksploitasi sumber daya alam, seperti air, pangan, dan energi, terus meningkat untuk memenuhi kebutuhan populasi yang terus bertambah. Kondisi ini turut mempercepat kerusakan lingkungan.

Situasi tersebut menunjukkan bahwa persoalan populasi tidak hanya soal jumlah manusia, tetapi juga bagaimana manusia mengonsumsi sumber daya. Tanpa perubahan pola hidup, tekanan terhadap bumi akan terus meningkat.

Bradshaw mengingatkan, arah yang ditempuh manusia saat ini berpotensi memperdalam krisis global. Oleh karena itu, diperlukan langkah nyata untuk mengubah kondisi ini.

Salah satunya dengan mengelola konsumsi secara lebih bijak, memanfaatkan sumber daya secara efisien, serta mengendalikan pertumbuhan populasi.

“Populasi yang lebih kecil dengan konsumsi yang lebih rendah akan memberikan hasil yang lebih baik bagi manusia dan planet,” ujarnya.

Kesempatan untuk bertindak memang masih ada, namun semakin sempit. Diperlukan kerja sama antara pemerintah dan masyarakat untuk menghadapi tantangan ini. Tanpa upaya kolektif, kelebihan populasi berisiko membawa bumi pada krisis yang lebih dalam, dan mengancam keberlanjutan kehidupan manusia itu sendiri.

Penulis: Natasha Suhendra

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Minim Lahan dan Polusi Meningkat, Bisakah Atap Hijau Jadi Solusi Berbasis Alam?

Minim Lahan dan Polusi Meningkat, Bisakah Atap Hijau Jadi Solusi Berbasis Alam?

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:30 WIB

Bahlil: Semua Proyek Energi Digas, dari Panas Bumi hingga Angin

Bahlil: Semua Proyek Energi Digas, dari Panas Bumi hingga Angin

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 15:12 WIB

Fast Fashion Picu Limbah, Bisakah Cost Per Wear Jadi Solusi Belanja Lebih Bijak?

Fast Fashion Picu Limbah, Bisakah Cost Per Wear Jadi Solusi Belanja Lebih Bijak?

Lifestyle | Senin, 30 Maret 2026 | 13:47 WIB

Terkini

Panas! Iran Tolak Gencatan Senjata Perang

Panas! Iran Tolak Gencatan Senjata Perang

News | Rabu, 01 April 2026 | 11:53 WIB

BBM Batal Naik per 1 April 2026, Antrean SPBU Kembali Normal

BBM Batal Naik per 1 April 2026, Antrean SPBU Kembali Normal

News | Rabu, 01 April 2026 | 11:49 WIB

China dan Pakistan Gabung Perang Timur Tengah! Beijing Masih Tahan Diri Kirim Bantuan ke Iran

China dan Pakistan Gabung Perang Timur Tengah! Beijing Masih Tahan Diri Kirim Bantuan ke Iran

News | Rabu, 01 April 2026 | 11:45 WIB

Skandal Cukai Rokok, KPK Periksa Pengusaha Liem Eng Hwie Terkait Dugaan Suap di Bea Cukai

Skandal Cukai Rokok, KPK Periksa Pengusaha Liem Eng Hwie Terkait Dugaan Suap di Bea Cukai

News | Rabu, 01 April 2026 | 11:31 WIB

Baru Mendarat, Pasukan Elit Amerika untuk Serang Iran Mau Ditarik Lagi

Baru Mendarat, Pasukan Elit Amerika untuk Serang Iran Mau Ditarik Lagi

News | Rabu, 01 April 2026 | 11:27 WIB

Jurus Pramono Cegah ASN Jakarta 'Keluyuran' Saat WFH Jumat, Ini yang Bakal Dilakukan

Jurus Pramono Cegah ASN Jakarta 'Keluyuran' Saat WFH Jumat, Ini yang Bakal Dilakukan

News | Rabu, 01 April 2026 | 11:22 WIB

Serbuan Perantau Pasca Lebaran: Jakarta Masih Jadi Ladang Emas atau Jebakan Kemiskinan?

Serbuan Perantau Pasca Lebaran: Jakarta Masih Jadi Ladang Emas atau Jebakan Kemiskinan?

News | Rabu, 01 April 2026 | 11:17 WIB

Terkuak, Pelaku Mutilasi Bekasi Jual Motor Vario dan Beat Milik Korban Lewat Facebook

Terkuak, Pelaku Mutilasi Bekasi Jual Motor Vario dan Beat Milik Korban Lewat Facebook

News | Rabu, 01 April 2026 | 11:16 WIB

Pramono Anung: Pelayanan Publik Jakarta Tak Ikut WFH Tiap Jumat

Pramono Anung: Pelayanan Publik Jakarta Tak Ikut WFH Tiap Jumat

News | Rabu, 01 April 2026 | 11:09 WIB

Versi PBB, Israel Biang Kerok Prajurit TNI Gugur di Lebanon

Versi PBB, Israel Biang Kerok Prajurit TNI Gugur di Lebanon

News | Rabu, 01 April 2026 | 11:08 WIB