-
Donald Trump mengirim kapal induk nuklir USS George HW Bush guna menghadapi ancaman Iran.
-
Kapal seharga Rp105,4 triliun ini berangkat dari Virginia untuk memperkuat militer di kawasan.
-
Formasi tiga kapal induk AS siap mendominasi kekuatan tempur laut di wilayah Timur Tengah.
Suara.com - Ketegangan geopolitik di wilayah Timur Tengah kini memasuki babak baru yang semakin memanas.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara resmi telah menginstruksikan pengiriman armada tempur laut raksasa.
Armada yang dikerahkan tersebut adalah kapal induk bertenaga nuklir canggih, USS George HW Bush.
Langkah strategis ini merupakan bagian integral dari kampanye militer Washington dalam menghadapi pengaruh Iran.
Pihak berwenang mengonfirmasi bahwa pengerahan ini bertujuan memperkuat posisi tempur Amerika di zona konflik.
Berdasarkan laporan resmi Komando Armada Angkatan Laut AS, kapal tersebut mulai bergerak pada Selasa (31/3).
Titik keberangkatan kapal induk ini bermula dari dermaga Naval Station Norfolk yang berlokasi di Virginia.
Keberangkatan tersebut menandai dimulainya penugasan militer yang sangat krusial di kancah internasional.
Menariknya, lokasi pemberangkatan ini merupakan tempat kelahiran kapal tersebut saat masa pembangunannya dahulu.
Investasi yang digelontorkan untuk menciptakan monster laut ini mencapai angka fantastis yakni $6,2 miliar.
Jika dikonversi ke mata uang lokal, pembangunan kapal induk ini menelan biaya sekitar Rp105,4 triliun.
Proses manufaktur alutsista raksasa ini memakan waktu yang cukup lama dan dedikasi teknis tinggi.
Pengerjaan konstruksi awal dimulai pada tahun 2003 dan berhasil diselesaikan sepenuhnya pada tahun 2009.
Pejabat berwenang Amerika Serikat menyampaikan informasi ini melalui laporan media ternama The Wall Street Journal.
Kehadiran USS George HW Bush di Timur Tengah dipastikan akan mengubah peta kekuatan militer di sana.
Strategi Washington kali ini melibatkan penggabungan beberapa kelompok tempur kapal induk sekaligus di satu titik.
Nantinya, USS George HW Bush akan bersanding dengan kekuatan kapal induk USS Abraham Lincoln di kawasan.
Tidak hanya itu, kapal induk USS Gerald R Ford juga dikabarkan berada dalam barisan formasi tersebut.
Skenario ini memungkinkan Amerika Serikat menempatkan tiga kapal induk raksasa secara bersamaan di Timur Tengah.
Konsentrasi kekuatan sebesar ini jarang terjadi dan menunjukkan keseriusan pihak Gedung Putih dalam bertindak.
Secara teknis, USS George HW Bush memiliki dimensi panjang yang mencapai angka 1.092 kaki atau 333 meter.
Kapal perang ini memiliki bobot raksasa yang tercatat melebihi angka 100.000 ton saat beroperasi.
Sistem penggerak utamanya mengandalkan teknologi mutakhir berupa dua unit reaktor nuklir yang sangat efisien.
Teknologi nuklir ini membuat kapal mampu berlayar selama dua dekade tanpa perlu mengisi bahan bakar.
Ketahanan operasional lebih dari 20 tahun menjadi keunggulan utama dalam misi jangka panjang di samudera.
Nama kapal induk ini diambil sebagai bentuk penghormatan bagi sosok George HW Bush atau Bush senior.
Beliau dikenal luas sebagai Presiden Amerika Serikat ke-41 yang memiliki rekam jejak panjang di intelijen.
Sebelum memimpin negara, Bush senior pernah menjabat sebagai kepala lembaga intelijen terkemuka di Amerika.
Sejarah mencatat bahwa beliau merupakan seorang veteran pemberani dalam kancah Perang Dunia 2 silam.
Karier militernya dihiasi dengan pengalaman sebagai penerbang pesawat tempur jenis Avenger di medan laga.
Sebuah insiden bersejarah terjadi pada September 1944 saat beliau sedang menjalankan misi pengeboman udara.
Pesawat yang dikemudikan Bush senior sempat tertembak jatuh oleh pasukan Jepang dalam pertempuran sengit.
Meskipun pesawatnya hancur, beliau secara ajaib berhasil selamat dari insiden yang mematikan tersebut.
Semangat patriotisme inilah yang kemudian disematkan pada identitas kapal induk nuklir berkekuatan besar ini.
Kini, kapal yang menyandang namanya siap mengemban misi berat di perairan panas Timur Tengah.