Menlu Iran: Amerika Lakukan Kejahatan Perang!

Pebriansyah Ariefana

Senin, 06 April 2026 | 10:59 WIB
Menlu Iran: Amerika Lakukan Kejahatan Perang!
Abbas Araghchi (X Abbas Araghchi)
baca 10 detik
  • Abbas Araghchi menyebut ancaman serangan energi Amerika Serikat adalah bukti kejahatan perang nyata.

  • Konflik sejak Februari 2026 telah menewaskan 1.300 orang termasuk pemimpin tertinggi Iran.

  • Iran melakukan aksi balasan dengan serangan drone dan membatasi akses kapal Selat Hormuz.

Eskalasi kekerasan ini sebenarnya telah meletus sejak akhir bulan Februari lalu melalui operasi militer gabungan yang cukup masif.

Pasukan Amerika Serikat dan Israel dilaporkan telah memulai rangkaian serangan ke wilayah kedaulatan Iran sejak tanggal 28 Februari.

Dampak dari operasi militer tersebut sangat menghancurkan dengan jumlah korban jiwa yang terus bertambah setiap harinya secara signifikan.

Tercatat lebih dari 1.300 orang telah kehilangan nyawa dalam konflik bersenjata yang melibatkan teknologi tempur canggih tersebut.

Salah satu momen paling krusial dalam tragedi ini adalah gugurnya Ayatollah Ali Khamenei yang saat itu menjabat sebagai Pemimpin Tertinggi.

Kehilangan sosok pemimpin besar tidak membuat militer Iran menyerah, melainkan memicu gelombang serangan balasan yang sangat terukur.

Teheran mulai mengaktifkan armada pesawat tak berawak atau drone serta sistem rudal jarak jauh untuk menyerang balik aset lawan.

Operasi balasan ini ditujukan kepada posisi-posisi strategis di Israel sebagai aktor utama dalam serangan militer ke tanah Iran.

Selain itu, Iran juga menargetkan wilayah lain seperti Yordania dan Irak yang dianggap memberi ruang bagi kekuatan militer Amerika.

baca juga

Negara-negara di kawasan Teluk yang menyimpan aset perang milik Washington turut masuk dalam radar operasi pertahanan diri tersebut.

Langkah pertahanan Iran tidak hanya terbatas pada serangan fisik di darat dan udara, namun juga merambah ke jalur laut.

Salah satu tindakan yang paling mengguncang pasar dunia adalah keputusan Iran untuk membatasi lalu lintas kapal di jalur strategis.

Selat Hormuz kini berada dalam pengawasan ketat dan pembatasan akses yang diberlakukan secara sepihak oleh otoritas militer Iran.

Tindakan ini diambil demi menjaga integritas wilayah dan mencegah masuknya pasokan logistik musuh melalui jalur perairan internasional tersebut.

Hingga kini, dunia internasional masih menunggu langkah diplomasi selanjutnya untuk mencegah pecahnya perang skala penuh di Timur Tengah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tak Banyak Omong, Lobi Ajaib Anwar Ibrahim Bikin  Kapal Petronas Bebas Lewat Selat Hormuz

Tak Banyak Omong, Lobi Ajaib Anwar Ibrahim Bikin Kapal Petronas Bebas Lewat Selat Hormuz

News | Senin, 06 April 2026 | 10:41 WIB

Perang Dunia di Depan Mata, China Turun Gunung Tekan Amerika - Israel soal Selat Hormuz

Perang Dunia di Depan Mata, China Turun Gunung Tekan Amerika - Israel soal Selat Hormuz

News | Senin, 06 April 2026 | 10:19 WIB

Harga BBM Meledak, Driver Online Menyerah: Kerja Seharian Hanya untuk Bensin

Harga BBM Meledak, Driver Online Menyerah: Kerja Seharian Hanya untuk Bensin

News | Senin, 06 April 2026 | 10:08 WIB

Terkini

Korupsi KUR BSI Rp9,5 Miliar di OKI, Uang Pengganti 3 Terdakwa Tembus Rp9 Miliar

Korupsi KUR BSI Rp9,5 Miliar di OKI, Uang Pengganti 3 Terdakwa Tembus Rp9 Miliar

Sumsel | Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:25 WIB

Buaya Muara 3 Meter Mendadak Muncul di Pantai Pasir Putih Cihara

Buaya Muara 3 Meter Mendadak Muncul di Pantai Pasir Putih Cihara

Banten | Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:19 WIB

Tenis Meja Indonesia Bidik 8 Besar di Asian Games 2026

Tenis Meja Indonesia Bidik 8 Besar di Asian Games 2026

Sport | Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:15 WIB

Gempa NTT, PDIP Kirim Bantuan Khusus untuk Ibu Hamil dan Anak

Gempa NTT, PDIP Kirim Bantuan Khusus untuk Ibu Hamil dan Anak

News | Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Diisukan Ada OTT KPK, Begini Kondisi Kompleks Pemkab Bogor Malam Ini

Diisukan Ada OTT KPK, Begini Kondisi Kompleks Pemkab Bogor Malam Ini

Jabar | Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Yasonna Laoly Dukung Kewarganegaraan Ganda Terbatas Usulan Prabowo: Demi Kepentingan Nasional

Yasonna Laoly Dukung Kewarganegaraan Ganda Terbatas Usulan Prabowo: Demi Kepentingan Nasional

News | Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:36 WIB

Purbaya: Pembatasan Subsidi BBM Hemat Anggaran 10 Persen

Purbaya: Pembatasan Subsidi BBM Hemat Anggaran 10 Persen

Video | Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:30 WIB

Sudah Beroperasi Tanpa Tarif, Tol Betung-Tempino-Jambi Seksi Bayung Lencir-Pijoan Segera Bertarif

Sudah Beroperasi Tanpa Tarif, Tol Betung-Tempino-Jambi Seksi Bayung Lencir-Pijoan Segera Bertarif

News | Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:24 WIB

Siapa yang Menentukan Audit BPK di 3 Daerah Sumsel? Ini yang Kini Didalami KPK

Siapa yang Menentukan Audit BPK di 3 Daerah Sumsel? Ini yang Kini Didalami KPK

Sumsel | Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:01 WIB

Minta Praperadilan Febrie Ditolak, Kejagung: Tak Ada Duplikasi Penetapan Tersangka

Minta Praperadilan Febrie Ditolak, Kejagung: Tak Ada Duplikasi Penetapan Tersangka

News | Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:57 WIB

×