AI China Disebut Bantu Iran Menargetkan Pangkalan Militer Amerika Serikat di Timur Tengah

Pebriansyah Ariefana | Suara.com

Selasa, 07 April 2026 | 07:23 WIB
AI China Disebut Bantu Iran Menargetkan Pangkalan Militer Amerika Serikat di Timur Tengah
​AI China MizarVision diduga membantu Iran memetakan koordinat serangan rudal ke pangkalan militer Amerika Serikat. (paxels)

Suara.com - Amerika Serikat melalui badan intelijennya kini sedang menyoroti peran teknologi canggih dari Negeri Tirai Bambu.

Pemerintah Beijing diduga kuat terlibat dalam upaya membantu operasional militer Iran selama masa peperangan yang berlangsung.

Modusnya melibatkan sebuah perusahaan swasta yang menyajikan visual satelit berkualitas tinggi dengan integrasi kecerdasan buatan.

Sistem tersebut mampu memetakan secara presisi berbagai titik pertahanan milik militer Amerika Serikat di wilayah Timur Tengah.

Hal ini tentu mempermudah pihak lawan dalam menentukan koordinat serangan dengan akurasi yang sangat membahayakan.

Laporan dari ABC News mengonfirmasi bahwa data-data intelijen tersebut telah sampai ke tangan otoritas pertahanan Washington.

Informasi rahasia ini menyebutkan bahwa penyebaran visual tersebut secara langsung mengancam keselamatan para prajurit di lapangan.

MizarVision menjadi nama entitas yang berada di bawah radar pengawasan karena aktivitas digitalnya yang sangat mencurigakan.

Meskipun statusnya perusahaan swasta namun sebagian kecil dari saham perusahaan ini dikuasai oleh pemerintah pusat China.

Publikasi data tersebut dilakukan secara intensif tepat sebelum dan selama periode kontak senjata antara Iran dengan lawannya.

Kecerdasan buatan yang ditanamkan mampu melakukan pemindaian otomatis terhadap aset tempur yang tersebar di area luas.

Dahulu kemampuan identifikasi tingkat tinggi seperti ini hanya bisa dilakukan oleh badan intelijen resmi sebuah negara besar.

Kini pihak Pentagon meyakini bahwa pasukan elit Iran telah memanfaatkan bantuan visual digital tersebut untuk kepentingan ofensif.

Seorang narasumber dari Defense Intelligence Agency (DIA) memberikan pernyataan resmi terkait fenomena berbahaya yang sedang terjadi saat ini.

"Ini adalah contoh perusahaan China, yang kami yakini dengan niat jahat, menyediakan intelijen pada platform sumber terbuka yang memberikan informasi tentang protokol penargetan rudal dan pesawat tanpa awak," kata sumber DIA kepada ABC News, Senin (6/4/2026).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Geger Penemuan UUV Diduga Asal China di Gili Trawangan, Laut Indonesia Dimata-matai?

Geger Penemuan UUV Diduga Asal China di Gili Trawangan, Laut Indonesia Dimata-matai?

News | Selasa, 07 April 2026 | 07:19 WIB

Iran Sampaikan Tuntutan Gencatan Senjata ke AS Lewat Perantara

Iran Sampaikan Tuntutan Gencatan Senjata ke AS Lewat Perantara

News | Senin, 06 April 2026 | 20:25 WIB

Sinopsis Where the Mask Ends, Drama China Terbaru Tian Xi Wei di Youku

Sinopsis Where the Mask Ends, Drama China Terbaru Tian Xi Wei di Youku

Your Say | Senin, 06 April 2026 | 17:40 WIB

Terkini

Presiden Korea Selatan Mau Tangkap Benjamin Netanyahu: Dia Penjahat Perang!

Presiden Korea Selatan Mau Tangkap Benjamin Netanyahu: Dia Penjahat Perang!

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 08:34 WIB

Alarm Bahaya Militerisme: Ruang Demokrasi Menyempit, Ekonomi Kian Terancam

Alarm Bahaya Militerisme: Ruang Demokrasi Menyempit, Ekonomi Kian Terancam

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 08:29 WIB

Modus Tambang Luar IUP Terbongkar, Kejagung Jebloskan Bos Bauksit Sudianto Aseng ke Penjara

Modus Tambang Luar IUP Terbongkar, Kejagung Jebloskan Bos Bauksit Sudianto Aseng ke Penjara

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 08:02 WIB

Konjen RI di Istambul Ungkap 9 WNI Ditendang, Dipukul dan Disetrum Selama Diculik Israel

Konjen RI di Istambul Ungkap 9 WNI Ditendang, Dipukul dan Disetrum Selama Diculik Israel

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 07:10 WIB

Daftar Harta yang Disita dari Tersangka Korupsi Dirjen SDA Kementerian PU

Daftar Harta yang Disita dari Tersangka Korupsi Dirjen SDA Kementerian PU

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 06:56 WIB

Begini Rangkaian Pemulangan 9 WNI Bebas dari Israel, Visum hingga Forensik

Begini Rangkaian Pemulangan 9 WNI Bebas dari Israel, Visum hingga Forensik

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 06:49 WIB

Update 9 WNI Bebas dari Israel, Kini Sudah Sampai Turki Bersama Ratusan Aktivis GSF

Update 9 WNI Bebas dari Israel, Kini Sudah Sampai Turki Bersama Ratusan Aktivis GSF

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 06:26 WIB

Kronologis 9 WNI Bebas dari Tentara Israel Setelah Diculik di Laut Menuju Gaza

Kronologis 9 WNI Bebas dari Tentara Israel Setelah Diculik di Laut Menuju Gaza

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 06:18 WIB

Mengapa 9 WNI Ditangkap Militer Israel? Kronologi, Misi, dan Jerat Hukum Internasional

Mengapa 9 WNI Ditangkap Militer Israel? Kronologi, Misi, dan Jerat Hukum Internasional

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 22:11 WIB

Menlu Sugiono Geram, Kutuk Tindakan Israel yang Rendahkan Martabat 9 WNI

Menlu Sugiono Geram, Kutuk Tindakan Israel yang Rendahkan Martabat 9 WNI

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 22:05 WIB