-
Inggris membatasi penggunaan pangkalan militernya untuk menyerang fasilitas sipil dan energi di Iran.
-
Ketegangan militer antara Amerika dan Iran menyebabkan jalur distribusi minyak Selat Hormuz berhenti.
-
Kenaikan harga BBM global mulai terasa akibat ancaman serangan terhadap infrastruktur vital energi.
Sebelumnya pada akhir Februari lalu terjadi serangan militer gabungan yang dilakukan oleh pihak Amerika dan Israel.
Operasi tempur tersebut mengakibatkan kerusakan parah pada berbagai infrastruktur dan menimbulkan korban di kalangan penduduk sipil.
Teheran segera merespons tindakan tersebut dengan melancarkan serangan balasan ke berbagai wilayah strategis milik musuh.
Target serangan balasan mencakup wilayah Israel serta pangkalan militer Amerika yang tersebar di Timur Tengah.
Negara-negara seperti Qatar, Bahrain, Arab Saudi, hingga Uni Emirat Arab terkena dampak langsung dari eskalasi ini.
Ketegangan bersenjata ini memaksa lalu lintas perkapalan di Selat Hormuz berhenti secara total demi keamanan.
Padahal kawasan tersebut merupakan rute kunci untuk pasokan minyak mentah dan gas alam cair secara internasional.
Dunia kini mulai merasakan dampak nyata dari terhentinya arus logistik energi di kawasan Teluk tersebut.
Banyak negara di berbagai belahan dunia melaporkan kenaikan harga bahan bakar minyak yang cukup signifikan.
Kondisi ekonomi global terancam tidak stabil jika jalur Selat Hormuz tidak segera dipulihkan fungsinya secara normal.