Donald Trump Ancam Hancurkan Infrastruktur Iran, Ahli Hukum Sebut Berpotensi Kejahatan Perang

Arif Budi | Suara.com

Selasa, 07 April 2026 | 14:54 WIB
Donald Trump Ancam Hancurkan Infrastruktur Iran, Ahli Hukum Sebut Berpotensi Kejahatan Perang
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. [Tangkap layar X]
  • Presiden AS Donald Trump mengancam akan menghancurkan seluruh jembatan dan pembangkit listrik di Iran pada Senin, 6 April 2026.
  • Ancaman tersebut menuai kecaman dari pakar hukum dan PBB karena berpotensi melanggar hukum internasional terkait perlindungan warga sipil.
  • Serangan infrastruktur tersebut dinilai dapat menyebabkan krisis kemanusiaan fatal bagi rakyat Iran akibat terputusnya akses layanan dasar vital.

Suara.com - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump mengancam akan meledakkan setiap jembatan dan pembangkit listrik di Iran dalam konferensi persnya pada hari Senin (6/4/2026).

Tindakan tersebut akan berdampak luas, sehingga beberapa ahli hukum militer mengatakan hal itu dapat dianggap sebagai kejahatan perang.

Permasalahan ini bisa bergantung pada apakah pembangkit listrik tersebut merupakan target militer yang sah, apakah serangan tersebut proporsional dibandingkan dengan apa yang telah dilakukan Iran dan apakah korban sipil diminimalkan.

Ancaman Trump begitu luas sehingga tampaknya tidak memperhitungkan kerugian yang akan diderita warga sipil, sehingga mendorong anggota Partai Demokrat di Kongres, beberapa pejabat PBB, dan para ahli hukum militer untuk mengatakan bahwa serangan semacam itu akan melanggar hukum internasional.

Tindakan Trump pada akhirnya sering kali tidak sesuai dengan retorika menyeluruhnya pada saat itu, tetapi peringatannya tentang pembangkit listrik dan jembatan sangat jelas baik pada hari Minggu maupun Senin ketika ia menetapkan tenggat waktu Selasa malam bagi Iran untuk membuka Selat Hormuz.

Juru bicara Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres pada hari Senin (6/4/2026) memperingatkan bahwa menyerang infrastruktur semacam itu dilarang berdasarkan hukum internasional.

“Bahkan jika infrastruktur sipil tertentu memenuhi syarat sebagai sasaran militer,” kata Stephane Dujarric dikutip dari France 24.

“Serangan tetap akan dilarang jika berisiko menimbulkan kerugian sipil insidental yang berlebihan,” sambungnya.

Rachel VanLandingham, seorang profesor di Southwestern Law School yang pernah menjabat sebagai jaksa agung di Angkatan Udara AS, mengatakan bahwa warga sipil kemungkinan akan meninggal jika aliran listrik ke rumah sakit dan instalasi pengolahan air terputus.

“Yang dikatakan Trump adalah, 'Kami tidak peduli dengan ketepatan, kami tidak peduli dengan dampak terhadap warga sipil, kami hanya akan menghancurkan seluruh kapasitas pembangkit listrik Iran,'" kata pensiunan letnan kolonel itu. 

Sementara itu, Trump mengatakan pada bahwa dia 'sama sekali tidak' khawatir melakukan kejahatan perang saat dia terus mengancam kehancuran.

Dia juga memperingatkan bahwa setiap pembangkit listrik akan terbakar, meledak, dan tidak akan pernah digunakan lagi. 

Ketika dimintai komentar lebih lanjut, juru bicara Gedung Putih Anna Kelly mengatakan bahwa rakyat Iran menyambut baik suara bom karena itu berarti para penindas mereka sedang kalah.

“Rezim Iran telah melakukan pelanggaran hak asasi manusia yang mengerikan terhadap warganya sendiri selama 47 tahun, baru saja membunuh puluhan ribu demonstran pada bulan Januari, dan telah secara membabi buta menargetkan warga sipil di seluruh wilayah untuk menyebabkan sebanyak mungkin kematian selama konflik ini,” tulis Kelly dalam sebuah email.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kisah Pilot AS Bertahan Hidup di Wilayah Musuh Saat Pesawat Tempur Meledak Akibat Rudal Iran

Kisah Pilot AS Bertahan Hidup di Wilayah Musuh Saat Pesawat Tempur Meledak Akibat Rudal Iran

News | Selasa, 07 April 2026 | 14:18 WIB

Jejak Navy SEAL Team Six Pasukan Pemburu Osama Bin Laden Evakuasi Pilot Amerika Yang Ditembak Iran

Jejak Navy SEAL Team Six Pasukan Pemburu Osama Bin Laden Evakuasi Pilot Amerika Yang Ditembak Iran

News | Selasa, 07 April 2026 | 13:52 WIB

Video Viral LEGO AI Bikin Parodi Donald Trump dan Penyelamatan Dramatis Tentara Amerika di Iran

Video Viral LEGO AI Bikin Parodi Donald Trump dan Penyelamatan Dramatis Tentara Amerika di Iran

News | Selasa, 07 April 2026 | 13:38 WIB

Kegentingan Meningkat di Teluk: Israel Larang Warga Iran Naik Kereta, Arab Saudi Tutup Jembatan

Kegentingan Meningkat di Teluk: Israel Larang Warga Iran Naik Kereta, Arab Saudi Tutup Jembatan

News | Selasa, 07 April 2026 | 13:05 WIB

Respon Ancaman Donald Trump, Pemuda Iran Siaga Jaga Objek Vital Negara dengan Rantai Manusia

Respon Ancaman Donald Trump, Pemuda Iran Siaga Jaga Objek Vital Negara dengan Rantai Manusia

News | Selasa, 07 April 2026 | 13:00 WIB

Terkini

Malaysia Batasi Media Sosial untuk Anak di Bawah 16 Tahun Mulai Juni 2026

Malaysia Batasi Media Sosial untuk Anak di Bawah 16 Tahun Mulai Juni 2026

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 17:18 WIB

KPK Dalami Penukaran Uang Pejabat Bea Cukai yang Jadi Tersangka Korupsi

KPK Dalami Penukaran Uang Pejabat Bea Cukai yang Jadi Tersangka Korupsi

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 17:09 WIB

200 Ribu Anak Indonesia Terpapar Judi Online!

200 Ribu Anak Indonesia Terpapar Judi Online!

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 16:32 WIB

WN Australia Pimpin Anak Usaha Danantara, PDIP: Jangan Sampai Bangsa Sendiri Tersingkir

WN Australia Pimpin Anak Usaha Danantara, PDIP: Jangan Sampai Bangsa Sendiri Tersingkir

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 16:23 WIB

Komplotan Penipu Kuras ATM dan Perhiasan Lansia di Hotel Harris Kelapa Gading, 20 Kartu ATM Disita

Komplotan Penipu Kuras ATM dan Perhiasan Lansia di Hotel Harris Kelapa Gading, 20 Kartu ATM Disita

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 16:07 WIB

Lepas 1.105 Peserta, Menaker: Magang Nasional Perkuat Kesiapan Kerja Generasi Muda

Lepas 1.105 Peserta, Menaker: Magang Nasional Perkuat Kesiapan Kerja Generasi Muda

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 15:30 WIB

Pelecehan Verbal Dominasi Laporan Kasus Kekerasan Seksual Dosen UPN Veteran Yogyakarta

Pelecehan Verbal Dominasi Laporan Kasus Kekerasan Seksual Dosen UPN Veteran Yogyakarta

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 15:29 WIB

Narapidana Kuliah dari Balik Jeruji, Hak Pendidikan atau Privilege?

Narapidana Kuliah dari Balik Jeruji, Hak Pendidikan atau Privilege?

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 15:28 WIB

Sempat Lumpuh Total, Jalur Stasiun Pasar Senen Akhirnya Pulih Usai 2 Kereta Tergelincir Berbarengan

Sempat Lumpuh Total, Jalur Stasiun Pasar Senen Akhirnya Pulih Usai 2 Kereta Tergelincir Berbarengan

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 15:24 WIB

KPK Dalami Dugaan Aliran Duit dari Wakil Ketua PN Depok

KPK Dalami Dugaan Aliran Duit dari Wakil Ketua PN Depok

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 15:14 WIB