Pakar HI UGM: Gencatan Senjata AS-Iran Buktikan Donald Trump 'Chicken Out'

Vania Rossa | Hiskia Andika Weadcaksana | Suara.com

Rabu, 08 April 2026 | 11:34 WIB
Pakar HI UGM: Gencatan Senjata AS-Iran Buktikan Donald Trump 'Chicken Out'
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. [Tangkap layar X]
  • Presiden AS Donald Trump menyepakati gencatan senjata selama 14 hari dengan Iran setelah membatalkan rencana serangan militer besar-besaran.
  • Pengamat UGM menilai langkah tersebut mencerminkan inkonsistensi kebijakan luar negeri Trump yang dinilai tidak memiliki strategi diplomatik jelas.
  • Keberhasilan Iran bertahan dari tekanan militer Amerika Serikat meningkatkan posisi tawar Iran dalam tatanan politik global pascakonflik.

Suara.com - Pengamat Hubungan Internasional (HI) Universitas Gadjah Mada (UGM), Muhadi Sugiono, mengaku tidak terlalu terkejut dengan keputusan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang menyepakati gencatan senjata dengan Iran.

Menurutnya, langkah Trump tersebut justru mengonfirmasi julukan yang kerap disematkan kepadanya di Amerika Serikat terkait inkonsistensi dalam kebijakan luar negeri.

"Di Amerika sendiri kan Donald Trump itu dikenal dengan TACO, Trump Always Chickens Out. Dia selalu akan mundur. Nah, saya kira itu pola yang sangat jelas. Kalau yang dihadapi itu bertahan dan bahkan menunjukkan gertakan balik, maka Trump akan mundur," kata Muhadi saat dihubungi Suara.com, Rabu (8/4/2026).

Lebih lanjut, Muhadi menyoroti kelemahan mendasar dalam kepemimpinan Trump yang dinilai tidak memiliki peta jalan diplomatik yang jelas.

Menurutnya, Trump lebih banyak bertindak berdasarkan insting bisnis, tanpa mempertimbangkan konsekuensi jangka panjang dari setiap serangan maupun kebijakan yang diambil.

"Dia (Trump) sendiri tidak punya kompetensi dan tujuannya yang jelas, apa yang harus dilakukan setelahnya? Tidak punya strategi yang pasti. Dia hanya seorang businessman yang berbicara tentang untung rugi gitu. Hajar dulu kemudian pikir belakang," terangnya.

Ketidakkonsistenan tersebut, lanjut Muhadi, membuat berbagai pernyataan Trump selama ini sulit dijadikan rujukan analisis yang serius. Hal ini terlihat dari ancaman keras terhadap Iran beberapa waktu lalu yang justru berujung pada kesepakatan gencatan senjata.

Spontanitas yang tidak terukur itu menjadi ciri khas kepemimpinan Trump yang kerap membingungkan, baik bagi sekutu maupun lawan politiknya di panggung internasional.

"Karena dia bukan pemimpin yang punya visi yang strategis itu tadi. Makanya bagi Trump ngomong itu seenak mulutnya saja gitu. Kalau ternyata tidak ini ya sudah ngomong yang lain," tambahnya.

Muhadi menilai kesepakatan gencatan senjata ini justru menempatkan Iran pada posisi tawar yang lebih kuat di panggung global. Menurutnya, keberhasilan Iran bertahan dari tekanan militer Amerika Serikat membuat tatanan pascakonflik kini berada dalam posisi yang lebih menguntungkan bagi Teheran.

"Dalam kasus ini dia (Iran) sebenarnya pemenang perangnya. Pemenang perang dia akan menentukan gitu. Kan namanya apa tatanan setelah perang itu selalu ditentukan oleh pemenang perang gitu," ucapnya.

Muhadi menyimpulkan bahwa kegagalan Amerika Serikat untuk menghancurkan Iran menunjukkan bahwa pendekatan permusuhan ekstrem (hostile) terhadap Teheran perlu segera diubah.

Ia berharap gencatan senjata selama dua pekan ini dapat menjadi momentum untuk membuka kembali jalur multilateralisme demi terciptanya perdamaian jangka panjang.

"Sekarang yang selama ini digembar-gemborkan bahwa Amerika akan bisa menghancurkan Iran ternyata kan tidak terbukti. Artinya langkah-langkah yang selama ini terlalu hostile, terlalu apa memusuhi Iran itu mau tidak mau akan harus diubah gitu," tandasnya.

Diketahui, Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah mengumumkan penangguhan rencana serangan besar-besaran terhadap infrastruktur Iran dan menyetujui gencatan senjata selama 14 hari ke depan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

90 Menit yang Menentukan! Trump Tak Jadi Pakai Senjata Nuklir ke Iran karena Ditekan?

90 Menit yang Menentukan! Trump Tak Jadi Pakai Senjata Nuklir ke Iran karena Ditekan?

News | Rabu, 08 April 2026 | 11:00 WIB

Khawatir dengan Ucapan Trump, PBB: Seluruh Dunia Mungkin Terdampak Konsekuensinya

Khawatir dengan Ucapan Trump, PBB: Seluruh Dunia Mungkin Terdampak Konsekuensinya

News | Rabu, 08 April 2026 | 10:59 WIB

Isi 10 Poin Proposal Iran ke Amerika Serikat untuk Gencatan Senjata

Isi 10 Poin Proposal Iran ke Amerika Serikat untuk Gencatan Senjata

News | Rabu, 08 April 2026 | 10:57 WIB

Terkini

Kebijakan WFH di Tengah Krisis Energi: Solusi Sementara atau Jawaban Jangka Panjang?

Kebijakan WFH di Tengah Krisis Energi: Solusi Sementara atau Jawaban Jangka Panjang?

News | Rabu, 08 April 2026 | 11:49 WIB

KPK Dalami Dugaan Suap Izin Tambang di Maluku Utara: Pemberi Suap Masih Diselidiki

KPK Dalami Dugaan Suap Izin Tambang di Maluku Utara: Pemberi Suap Masih Diselidiki

News | Rabu, 08 April 2026 | 11:41 WIB

Misteri Gurun Mulai Terkuak! Ilmuwan Temukan Puluhan Tanaman Langka yang Selama Ini Tersembunyi

Misteri Gurun Mulai Terkuak! Ilmuwan Temukan Puluhan Tanaman Langka yang Selama Ini Tersembunyi

News | Rabu, 08 April 2026 | 11:37 WIB

AS Menyerah Usai 40 Hari Perang, Iran Deklarasi Kemenangan: Tapi Tangan Kami Masih di Pelatuk!

AS Menyerah Usai 40 Hari Perang, Iran Deklarasi Kemenangan: Tapi Tangan Kami Masih di Pelatuk!

News | Rabu, 08 April 2026 | 11:36 WIB

Hidup Bak di 'Neraka', Warga Iran Minum Obat Penghilang Sakit Agar Bisa Tidur

Hidup Bak di 'Neraka', Warga Iran Minum Obat Penghilang Sakit Agar Bisa Tidur

News | Rabu, 08 April 2026 | 11:25 WIB

Ketua Banggar DPR Desak Reformasi Kebijakan: 79 Persen Subsidi Pertalite Dinikmati Orang Mampu

Ketua Banggar DPR Desak Reformasi Kebijakan: 79 Persen Subsidi Pertalite Dinikmati Orang Mampu

News | Rabu, 08 April 2026 | 11:25 WIB

Kronologi Video Viral Pungli Satpol PP di Rasuna Said: Pedagang Marah dan Ancam Petugas

Kronologi Video Viral Pungli Satpol PP di Rasuna Said: Pedagang Marah dan Ancam Petugas

News | Rabu, 08 April 2026 | 11:16 WIB

Apa Itu Ghost Murmur? Teknologi Baru yang Digunakan CIA untuk Temukan Pilot AS di Iran

Apa Itu Ghost Murmur? Teknologi Baru yang Digunakan CIA untuk Temukan Pilot AS di Iran

News | Rabu, 08 April 2026 | 11:04 WIB

90 Menit yang Menentukan! Trump Tak Jadi Pakai Senjata Nuklir ke Iran karena Ditekan?

90 Menit yang Menentukan! Trump Tak Jadi Pakai Senjata Nuklir ke Iran karena Ditekan?

News | Rabu, 08 April 2026 | 11:00 WIB

Khawatir dengan Ucapan Trump, PBB: Seluruh Dunia Mungkin Terdampak Konsekuensinya

Khawatir dengan Ucapan Trump, PBB: Seluruh Dunia Mungkin Terdampak Konsekuensinya

News | Rabu, 08 April 2026 | 10:59 WIB