Pembangunan Papua Masih Diiringi Konflik, Sejarawan Pertanyakan: Untuk Siapa?

Bella

Senin, 24 Agustus 2026 | 20:34 WIB
Pembangunan Papua Masih Diiringi Konflik, Sejarawan Pertanyakan: Untuk Siapa?
Hutan Papua Selatan diubah status tanpa pertimbangan masyarakat adat (Dokumentasi/Tim Advokasi Solidaritas Merauke)
baca 10 detik
  • Sejarawan Bernarda Meteray membahas pembangunan Papua dalam bedah buku Thom Beanal pada Senin (24/8/2026).
  • Buku tersebut menyoroti konflik kekerasan serta peminggiran masyarakat asli yang terjadi di tanah Papua.
  • Pemerintah pusat dinilai belum memahami sejarah serta kebutuhan masyarakat dalam merumuskan kebijakan pembangunan Papua.

Suara.com - Persoalan pembangunan di Papua menjadi salah satu pembahasan dalam diskusi dan bedah buku Thom Beanal: Pastor Awam, Kepala Suku, dan Bapa Bangsa Papua.

Penulis sekaligus sejarawan Bernarda Meteray mengatakan buku tersebut penting untuk melihat kembali persoalan pembangunan Papua yang masih berkaitan dengan konflik dan kekerasan yang terjadi hingga kini.

“Menarik mengapa buku Thom ini sangat penting sekali karena ini berkaitan dengan masalah pembangunan,” kata Bernarda dalam diskusi, Senin (24/8/2026).

Bernarda menjelaskan, Thom Beanal dalam pemikirannya menyoroti situasi konflik dan kekerasan yang masih terjadi di Papua.

Kondisi tersebut, menurutnya, juga berjalan beriringan dengan semakin termarginalisasinya orang asli Papua di tanah mereka sendiri.

“Sebenarnya Pak Thom menandaskan bahwa situasi konflik dan kekerasan masih saja terjadi di tanah Papua. Di sisi lain diakui bahwa orang asli Papua semakin minoritas di tanahnya,” ujarnya.

Dalam konteks pembangunan, Bernarda kemudian mempertanyakan apakah pemerintah pusat selama ini telah memahami kebutuhan masyarakat Papua secara utuh, termasuk sejarah Papua dalam perjalanan sebagai bagian dari Indonesia.

Bandara Koroway Batu, Papua ditutup Sementara usai penembakan pesawat Smart Air. [Dokumentasi Kemehub].
Bandara Koroway Batu. [Dokumentasi Kemehub].

“Berkaitan dengan masalah pembangunan, bahwa pertama apakah Jakarta selama ini memahami seluruh aspek orang Papua, berkaitan dengan pembangunan, yang kedua apakah Jakarta memahami sejarah proses Papua sebagai bagian dari negara bangsa Indonesia,” kata Bernarda.

Ia menilai berbagai kebijakan pembangunan yang selama ini diterapkan belum sepenuhnya menjawab kebutuhan dan aspirasi masyarakat Papua.

baca juga

Karena itu, pembangunan semestinya tidak hanya dilihat dari sisi kebijakan pemerintah, tetapi juga dari kebutuhan masyarakat yang menjadi sasaran pembangunan.

“Karena ternyata dalam banyak pandangan pembangunan Papua selama ini jawabannya belum sepenuhnya sesuai kebutuhan dan aspirasi.Sesungguhnya pembangunan yang diharapkan adalah sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang ada di tanah Papua,"tuturnya.

Bernarda pun mempertanyakan kembali tujuan pembangunan apabila persoalan yang dihadapi masyarakat Papua tidak ikut diselesaikan.

Ia mengatakan, penyelesaian berbagai persoalan menjadi penting agar masyarakat tidak merasa pembangunan justru berada di luar kepentingan mereka.

“Pembangunan untuk siapa sebenarnya. Ya inilah harapan kita semua agar pembangunan diharapkan sungguh menjawab. Apabila semua permasalahan tidak ditangani tentu saja masyarakat merasa bahwa pembangunan itu bukan bagian dari mereka," kata Bernarda.

Reporter: Agustin Dwi Anggraini

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pengangguran Tinggi di Papua Picu Gerakan Sipil dan Instabilitas

Pengangguran Tinggi di Papua Picu Gerakan Sipil dan Instabilitas

News | Senin, 24 Agustus 2026 | 19:50 WIB

Gugat Dosa Struktural Negara, FIAD Nyatakan Indonesia Darurat Keadilan

Gugat Dosa Struktural Negara, FIAD Nyatakan Indonesia Darurat Keadilan

News | Senin, 24 Agustus 2026 | 17:47 WIB

1.923 Titik Panas Terdeteksi di Papua Tengah, Nabire Terbanyak

1.923 Titik Panas Terdeteksi di Papua Tengah, Nabire Terbanyak

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:42 WIB

Hadapi El Nino, Meki Fritz Nawipa Siapkan Helikopter hingga Satgas Kampung

Hadapi El Nino, Meki Fritz Nawipa Siapkan Helikopter hingga Satgas Kampung

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 20:05 WIB

AMAN Kalbar Minta Karhutla Ditangani Objektif, Jangan Kriminalisasi Masyarakat Adat

AMAN Kalbar Minta Karhutla Ditangani Objektif, Jangan Kriminalisasi Masyarakat Adat

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 18:15 WIB

Sengketa Lahan SDI Pembangunan Pamulang, Polisi Sebut Kedua Pihak Sepakat Mediasi

Sengketa Lahan SDI Pembangunan Pamulang, Polisi Sebut Kedua Pihak Sepakat Mediasi

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 13:18 WIB

Sengketa Lahan SDI Pembangunan Pamulang: Sempat Ricuh, Kini Situasi Kembali Kondusif

Sengketa Lahan SDI Pembangunan Pamulang: Sempat Ricuh, Kini Situasi Kembali Kondusif

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 13:09 WIB

Kalimantan Belum Selesai, Karhutla Kini Kepung Papua Tengah: Api Makin Meluas

Kalimantan Belum Selesai, Karhutla Kini Kepung Papua Tengah: Api Makin Meluas

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 23:35 WIB

Dirut Bulog Ahmad Rizal Ramdhani Raih Gelar Doktor dari Universitas Indonesia

Dirut Bulog Ahmad Rizal Ramdhani Raih Gelar Doktor dari Universitas Indonesia

Bisnis | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 17:27 WIB

Viral Kuskus Waigeo di Atas Pohon Tumbang: Saat Hutan Habitat Satwa Endemik Papua Menyusut

Viral Kuskus Waigeo di Atas Pohon Tumbang: Saat Hutan Habitat Satwa Endemik Papua Menyusut

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 17:20 WIB

Terkini

Beban Ganda Perempuan Indonesia: Tubuh Diatur, Rahim Dipajaki

Beban Ganda Perempuan Indonesia: Tubuh Diatur, Rahim Dipajaki

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 11:30 WIB

Gebyar Pap Smear JKN, Upaya BPJS Lindungi Ibu dari Kanker Rahim

Gebyar Pap Smear JKN, Upaya BPJS Lindungi Ibu dari Kanker Rahim

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 11:29 WIB

Peringati Setahun Sekolah Rakyat, Kemensos Salurkan 5.000 Paket Sembako di Sulsel

Peringati Setahun Sekolah Rakyat, Kemensos Salurkan 5.000 Paket Sembako di Sulsel

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 11:25 WIB

Kenapa Pembalut Kena Pajak? Ini Alasan Produk Menstruasi Dikenai PPN 11 Persen

Kenapa Pembalut Kena Pajak? Ini Alasan Produk Menstruasi Dikenai PPN 11 Persen

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 11:24 WIB

Fotografer Thailand Raih Gelar Southeast Asia Open di The 17th Epson International Pano Awards

Fotografer Thailand Raih Gelar Southeast Asia Open di The 17th Epson International Pano Awards

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 11:24 WIB

Haunted Garden Hadir di IKN, Ada Dinner Halloween hingga Atraksi Fire Juggling

Haunted Garden Hadir di IKN, Ada Dinner Halloween hingga Atraksi Fire Juggling

Kaltim | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 11:22 WIB

Apa Fungsi dari BB Cream Emina? Intip Manfaat dan Pilihan Shade-nya

Apa Fungsi dari BB Cream Emina? Intip Manfaat dan Pilihan Shade-nya

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 11:22 WIB

Media Singapura Ikut Bingung Minuman Kemasan Diduga Mengandung Sabun Beredar di Demo Bundaran HI

Media Singapura Ikut Bingung Minuman Kemasan Diduga Mengandung Sabun Beredar di Demo Bundaran HI

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 11:20 WIB

KPK Umumkan Dedi Congor Tersangka Baru di Kasus Bea Cukai

KPK Umumkan Dedi Congor Tersangka Baru di Kasus Bea Cukai

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 11:18 WIB

Sempat Dihalangi Dampingi Puluhan Massa Aksi di Polda DIY, 34 Orang Akhirnya Dipulangkan

Sempat Dihalangi Dampingi Puluhan Massa Aksi di Polda DIY, 34 Orang Akhirnya Dipulangkan

Jawa Tengah | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 11:16 WIB

×