- Pemerintah di bawah Presiden Prabowo Subianto berkomitmen menjaga stabilitas harga BBM nasional hingga akhir tahun 2026 mendatang.
- Kebijakan ini diambil untuk melindungi ekonomi dalam negeri dari dampak gangguan pasokan energi akibat konflik global.
- Menteri Keuangan memastikan defisit APBN tetap terjaga aman dengan dukungan subsidi serta cadangan Sisa Anggaran Lebih.
“Harga BBM di dalam negeri menjadi faktor yang pengaruhnya menyapa setiap sektor, setiap lini, dan setiap sendi perekonomian nasional. Tolong pertimbangkan hal itu. Kritik, masukan dan pendapat memang perlu dikemukakan. Tapi kalau tidak relevan dengan niat dasar kebijakan, ya tidak usahlah dipaksa-paksakan. Kasihan rakyat kalau dipakai sebagai alasan pembenaran untuk kritik, opini, dan pendapat yang dibuat,” ujar dia.
Dalam menghadapi dinamika ekonomi ke depan, Lukmanul Hakim berharap para pakar dan akademisi dapat memberikan kontribusi berupa perspektif positif mengenai peluang ekonomi yang bisa dimanfaatkan masyarakat.
Kepastian harga BBM seharusnya menjadi momentum bagi dunia usaha untuk tumbuh dan mencapai target kesejahteraan bersama yang diharapkan.
“Masyarakat tidak usah terpengaruh oleh berbagai spekulasi terkait kondisi keuangan negara. Percayakan kepada pemerintah. Setiap kebijakan yang diberikan tentu ada konsekuensi biayanya dan semua itu pasti sudah diperhitungkan,” tambah Lukman.