Survei Terbaru: Sempat Naik Tipis, Popularitas Trump Menukik Efek Selat Hormuz Masih Ditutup

Galih Prasetyo

Senin, 13 April 2026 | 10:38 WIB
Survei Terbaru: Sempat Naik Tipis, Popularitas Trump Menukik Efek Selat Hormuz Masih Ditutup
LEGO AI Donald Trump
baca 10 detik
  • Tingkat kepercayaan publik terhadap Presiden Donald Trump naik tipis setelah pengumuman gencatan senjata dengan Iran pada April 2020.
  • Berbagai jajak pendapat mencatat mayoritas warga Amerika Serikat tetap memberikan penilaian negatif terhadap kinerja kepemimpinan Donald Trump tersebut.
  • Popularitas Trump berada di posisi menengah ke bawah jika dibandingkan dengan tingkat persetujuan presiden Amerika Serikat periode sebelumnya.

Suara.com - Tingkat kepercayaan publik terhadap Presiden Amerika Serikat Donald Trump menunjukkan kenaikan tipis di tengah dinamika perang melawan Iran.

Dari data terbaru yang dirilis USA Today, Senin (13/4), mayoritas warga Amerika masih memberikan penilaian negatif terhadap kinerja Donald Trump.

Rata-rata jajak pendapat terbaru dari RealClearPolling pada periode 20 Maret hingga 9 April mencatat tingkat persetujuan (approval rating) Trump berada di angka 41,7 persen, sementara 56,3 persen responden menyatakan tidak puas.

Survei lain menunjukkan hasil serupa. Jajak pendapat Reuters/Ipsos mencatat hanya 36 persen responden yang menyatakan puas, sementara 62 persen tidak puas terhadap kinerja Trump sebagai presiden.

Sementara itu, rata-rata harian The New York Times menunjukkan tingkat persetujuan sebesar 40 persen dan penolakan 56 persen.

Polling dari Associated Press-NORC juga mencatat angka 38 persen setuju dan 60 persen tidak setuju.

Melalui unggahan media sosial yang keras, Trump menargetkan jembatan dan pembangkit listrik Iran. Langkah ekstrem ini diambil demi kelancaran jalur kapal global.
Melalui unggahan media sosial yang keras, Trump menargetkan jembatan dan pembangkit listrik Iran. Langkah ekstrem ini diambil demi kelancaran jalur kapal global.

Beberapa lembaga mencatat angka yang sedikit lebih tinggi.

Rasmussen Reports dan Morning Consult sama-sama menunjukkan tingkat persetujuan mencapai 45 persen, meski tetap di bawah tingkat penolakan publik.

Kenaikan tipis ini terjadi setelah Trump mengumumkan gencatan senjata dua pekan dengan Iran.

baca juga

Kesepakatan tersebut muncul setelah sebelumnya ia melontarkan ancaman keras terhadap infrastruktur energi dan transportasi Iran.

Namun, situasi kembali memanas setelah serangan Israel ke Lebanon dan ketegangan di Selat Hormuz, serta kesepakatan damai di Islamabad yang tidak menemui titik terang.

Dari sisi historis, angka persetujuan Trump saat ini tidak jauh berbeda dengan rata-rata masa jabatan pertamanya yang berada di kisaran 41 persen.

Trump bahkan meninggalkan Gedung Putih pada 2021 dengan tingkat persetujuan 34 persen.

Jika dibandingkan dengan para pendahulunya, posisi Trump masih tertinggal dari mantan presiden AS lainnya, seperti Joe Biden: 40%, Barack Obama: 59%, Bill Clinton: 66% dan Ronald Reagan: 63%

Perbandingan ini menempatkan Trump di level menengah ke bawah dalam hal popularitas publik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Warga Iran Terancam Kelaparan Usai AS Blokade Pelabuhan Teheran, Bahkan Ada Dampak Buruk Lanjutan

Warga Iran Terancam Kelaparan Usai AS Blokade Pelabuhan Teheran, Bahkan Ada Dampak Buruk Lanjutan

News | Senin, 13 April 2026 | 10:32 WIB

Tak Peduli Keselamatan Pemain, FIFA Tolak Permintaan Iran Main di Meksiko

Tak Peduli Keselamatan Pemain, FIFA Tolak Permintaan Iran Main di Meksiko

Bola | Senin, 13 April 2026 | 10:16 WIB

Iran Ngotot Pungut Biaya di Selat Hormuz, PBB: Pelanggaran Hukum Internasional

Iran Ngotot Pungut Biaya di Selat Hormuz, PBB: Pelanggaran Hukum Internasional

News | Senin, 13 April 2026 | 10:14 WIB

Perundingan Damai Gagal, Armada Angkatan Laut Iran Siap Tempur di Selat Hormuz

Perundingan Damai Gagal, Armada Angkatan Laut Iran Siap Tempur di Selat Hormuz

News | Senin, 13 April 2026 | 10:11 WIB

Perundingan Damai Gagal, Pemerintah Serukan Rakyat Iran Turun ke Jalan Tantang AS

Perundingan Damai Gagal, Pemerintah Serukan Rakyat Iran Turun ke Jalan Tantang AS

News | Senin, 13 April 2026 | 10:08 WIB

Donald Trump Perintahkan Blokade Selat Hormuz, Iran Ancam Tindak Tegas Jika Kapal Militer Mendekat

Donald Trump Perintahkan Blokade Selat Hormuz, Iran Ancam Tindak Tegas Jika Kapal Militer Mendekat

News | Senin, 13 April 2026 | 10:04 WIB

Terkini

Resmi Beroperasi, Jalur Integrasi LRT ke KRL Manggarai Ternyata Belum Tuntas

Resmi Beroperasi, Jalur Integrasi LRT ke KRL Manggarai Ternyata Belum Tuntas

News | Rabu, 16 September 2026 | 17:24 WIB

Wamen ATR/BPN Ungkap Arahan Nusron Wahid Usai Kasus Dugaan Korupsi HGB

Wamen ATR/BPN Ungkap Arahan Nusron Wahid Usai Kasus Dugaan Korupsi HGB

News | Rabu, 16 September 2026 | 17:17 WIB

Rp49 Triliun Uang Rakyat Raib Kena Scam, Ini Ternyata Industri Besar!

Rp49 Triliun Uang Rakyat Raib Kena Scam, Ini Ternyata Industri Besar!

Video | Rabu, 16 September 2026 | 17:10 WIB

Diskon Ramen Haraku Terbaru: Bayar Pakai QRIS BRImo, Dapat Cashback hingga Rp100 Ribu!

Diskon Ramen Haraku Terbaru: Bayar Pakai QRIS BRImo, Dapat Cashback hingga Rp100 Ribu!

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 17:09 WIB

Bukan Soal Biaya, Mengapa ESG Perlu Dilihat Sebagai Cara Kelola Risiko?

Bukan Soal Biaya, Mengapa ESG Perlu Dilihat Sebagai Cara Kelola Risiko?

News | Rabu, 16 September 2026 | 17:00 WIB

Kupas Lagu Teh Hijau Tulus, Sulitnya Mencari Rasa yang Hilang

Kupas Lagu Teh Hijau Tulus, Sulitnya Mencari Rasa yang Hilang

Your Say | Rabu, 16 September 2026 | 17:00 WIB

Inul Daratista Ungkap Cara Manjakan Kucing Kesayangan, Ternyata Waktu Makan Jadi Momen Bonding

Inul Daratista Ungkap Cara Manjakan Kucing Kesayangan, Ternyata Waktu Makan Jadi Momen Bonding

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 16:59 WIB

Spesifikasi Redmi Note 17 Series Lengkap, Ada yang Bawa Baterai 10.000 mAh & Anti Air 72 Jam

Spesifikasi Redmi Note 17 Series Lengkap, Ada yang Bawa Baterai 10.000 mAh & Anti Air 72 Jam

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 16:58 WIB

Menkeu Suahasil Dipanggil Prabowo ke Istana, Bahlil hingga Dony Oskaria Ikut Hadir

Menkeu Suahasil Dipanggil Prabowo ke Istana, Bahlil hingga Dony Oskaria Ikut Hadir

News | Rabu, 16 September 2026 | 16:56 WIB

Kembalinya Harta Karun Sasak, Kain Tenun Berusia Seabad Lebih

Kembalinya Harta Karun Sasak, Kain Tenun Berusia Seabad Lebih

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 16:56 WIB

×