Tepis Isu Prabowo Antikritik, KSP: Kritik Silakan, Tapi Pakai Data dan Teori

Muhammad Yasir | Bagaskara Isdiansyah | Suara.com

Senin, 13 April 2026 | 18:45 WIB
Tepis Isu Prabowo Antikritik, KSP: Kritik Silakan, Tapi Pakai Data dan Teori
Kepala Staf Presiden (KSP) Muhammad Qodari di Auditorium Bakom RI, Jakarta, Rabu (28/1/2026). ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/bar
  • Kepala KSP M. Qodari membantah tuduhan antikritik terhadap Presiden Prabowo Subianto.
  • Pemerintah menuntut penggunaan data akurat dan valid dalam setiap penyampaian opini publik oleh para pengamat akademik.
  • Seskab Teddy Indra Wijaya menyoroti fenomena inflasi pengamat yang memberikan pernyataan tidak faktual demi menjaga kepercayaan masyarakat.

Suara.com - Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP), M. Qodari, pasang badan membela Presiden Prabowo Subianto dari tudingan antikritik.

Polemik ini memanas usai Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menyentil fenomena "inflasi pengamat" yang dinilai kerap bicara tanpa landasan data yang valid.

Qodari menegaskan pemerintah hanya menekankan pentingnya penggunaan data akurat dalam menyampaikan opini publik, bukan antikritik.

"Enggak antikritik. Yang ditekankan itu harusnya adalah soal penggunaan data yang tepat dan akurat dalam memberikan pendapat. Jadi pakai data, pakai teori," ujar Qodari di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (13/4/2026).

Qodari pun menilai, akurasi data menjadi krusial mengingat profesi pengamat biasanya lekat dengan latar belakang akademik.

Oleh karena itu, bobot dari sebuah analisis ditentukan oleh validitas informasi yang disampaikan, bukan sekadar opini tanpa dasar.

"Dan menurut saya itu berlaku untuk siapa saja, tapi terutama pengamat, karena kan pengamat itu kan biasanya berasal dari latar belakang akademiklah," ujarnya.

Qodari juga memastikan pemerintah tetap terbuka terhadap masukan dari berbagai pihak. Asalkan, kata dia, argumen yang dibangun objektif dan dapat dipertanggungjawabkan secara intelektual.

"Kalau soal datanya akurat, no problem (tidak masalah)," katanya.

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya. [Suara.com/Bagaskara]
Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya. [Suara.com/Bagaskara]

Inflasi Pengamat

Sebelumnya, Seskab Teddy Indra Wijaya menyoroti maraknya pengamat yang memberikan pernyataan tanpa dasar data yang tepat di luar bidang keahliannya.

Teddy menilai hal tersebut berpotensi menyesatkan opini publik dan memicu kecemasan di masyarakat.

"Ada yang namanya inflasi pengamat. Ada pengamat beras tapi dia background-nya bukan di situ, ada pengamat militer, ada pengamat luar negeri, dan pengamat-pengamat itu datanya tidak sesuai fakta, datanya keliru," jelas Teddy di Istana Kepresidenan, Jumat (10/4/2026).

Teddy juga menyebut upaya pembentukan opini negatif oleh sebagian pihak telah terjadi sejak lama.

Namun ia menilai kepercayaan publik terhadap Prabowo tetap terjaga dengan merujuk hasil perolehan suara pemilihan presiden sebagai bukti nyata.

"Faktanya lebih dari 96 juta warga lebih percaya Pak Prabowo, tidak percaya mereka. Nah, itu adalah bukti nyata kepercayaan publik, bukan suatu asumsi ya," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Survei Poltracking: Prabowo Unggul di Top of Mind Capres 2029, Dedi Mulyadi dan Anies Menyusul

Survei Poltracking: Prabowo Unggul di Top of Mind Capres 2029, Dedi Mulyadi dan Anies Menyusul

News | Senin, 13 April 2026 | 18:36 WIB

Kepuasan Publik ke Prabowo-Gibran Tembus 74,1 Persen, Program MBG Jadi Faktor Utama

Kepuasan Publik ke Prabowo-Gibran Tembus 74,1 Persen, Program MBG Jadi Faktor Utama

News | Senin, 13 April 2026 | 17:03 WIB

Pengamat Sebut Demokrasi RI Tunjukkan Daya Tahan, Perbedaan Pendapat Dikelola Baik di Era Prabowo

Pengamat Sebut Demokrasi RI Tunjukkan Daya Tahan, Perbedaan Pendapat Dikelola Baik di Era Prabowo

News | Senin, 13 April 2026 | 16:11 WIB

Terkini

Pramono Anung Ungkap Cara Putus Rantai Kemiskinan di Jakarta: Kunci di Pendidikan

Pramono Anung Ungkap Cara Putus Rantai Kemiskinan di Jakarta: Kunci di Pendidikan

News | Minggu, 19 April 2026 | 19:13 WIB

Pasukan Perdamaian Prancis Gugur, RI Tegas: Serangan ke UNIFIL Tak Bisa Diterima

Pasukan Perdamaian Prancis Gugur, RI Tegas: Serangan ke UNIFIL Tak Bisa Diterima

News | Minggu, 19 April 2026 | 18:56 WIB

Skorsing 19 Hari, Siswa yang Acungkan Jari Tengah ke Guru Terancam Tidak Naik Kelas

Skorsing 19 Hari, Siswa yang Acungkan Jari Tengah ke Guru Terancam Tidak Naik Kelas

News | Minggu, 19 April 2026 | 18:49 WIB

Gudang Bulog Penuh, Presiden Sebut Negara Hadir Penuhi Kebutuhan Dasar Rakyat

Gudang Bulog Penuh, Presiden Sebut Negara Hadir Penuhi Kebutuhan Dasar Rakyat

News | Minggu, 19 April 2026 | 18:41 WIB

Ketua Golkar Malra Nus Kei Tewas Ditikam, Polisi Tangkap 2 Terduga Pelaku

Ketua Golkar Malra Nus Kei Tewas Ditikam, Polisi Tangkap 2 Terduga Pelaku

News | Minggu, 19 April 2026 | 18:19 WIB

Uya Kuya Polisikan Akun Threads Soal Hoaks 750 Dapur MBG, Ini Detail Laporannya

Uya Kuya Polisikan Akun Threads Soal Hoaks 750 Dapur MBG, Ini Detail Laporannya

News | Minggu, 19 April 2026 | 18:07 WIB

10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB

10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB

News | Minggu, 19 April 2026 | 17:30 WIB

KPK Bongkar Motif Korupsi Kepala Daerah: Bukan Cuma Biaya Politik, Ada yang Demi THR Pribadi

KPK Bongkar Motif Korupsi Kepala Daerah: Bukan Cuma Biaya Politik, Ada yang Demi THR Pribadi

News | Minggu, 19 April 2026 | 17:10 WIB

Selat Hormuz Kembali Ditutup, Ini Penjelasan Kemlu SOal Nasib 2 Kapal Tanker Pertamina

Selat Hormuz Kembali Ditutup, Ini Penjelasan Kemlu SOal Nasib 2 Kapal Tanker Pertamina

News | Minggu, 19 April 2026 | 16:55 WIB

Viral Makanan Tak Layak Prajurit Marinir, Menteri Perang AS Ngamuk Serang Media

Viral Makanan Tak Layak Prajurit Marinir, Menteri Perang AS Ngamuk Serang Media

News | Minggu, 19 April 2026 | 16:51 WIB