- Pencurian pelat besi JPO Daan Mogot dan railing Ancol kembali terjadi dan meresahkan warga Jakarta awal pekan ini.
- Gubernur Pramono menginstruksikan pemasangan CCTV dan pengawasan ketat di seluruh infrastruktur publik mulai Selasa, 14 April 2026.
- Pemprov DKI Jakarta berkomitmen mengambil tindakan tegas bagi pelaku pencurian demi menciptakan keamanan kota yang lebih tertata.
Suara.com - Aksi pencurian pelat besi Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang sempat meresahkan warga ibu kota beberapa waktu lalu kembali viral di media sosial awal pekan ini.
Pelat-pelat besi pijakan di bagian tangga atas JPO Daan Mogot, Jakarta Barat yang berlokasi di dekat Pom Bensin Vivo dilaporkan raib digondol maling untuk ketiga kalinya.
Bergeser sedikit ke utara Jakarta, masalah serupa juga terjadi dengan hilangnya railing besi di sepanjang Jalan RE Martadinata, di depan Gerbang Barat Ancol.
Kasus pencurian besi di dua titik berbeda ini langsung mendapat perhatian Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, yang menginstruksikan jajarannya untuk memperketat pengawasan di seluruh infrastruktur.
"Sekarang ini hampir semua JPO saya udah minta untuk mulai dipasang CCTV," ujarnya di kantor UP PPP Bina Marga DKI, Jakarta Timur, Selasa (14/4/2026).
Tindakan berulang tersebut dinilai bukan lagi sekadar kriminalitas biasa, melainkan sudah mengganggu ketertiban umum dan kenyamanan masyarakat.
![Kondisi Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Cawang Kompor yang rusak di Jakarta, Rabu (30/4/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/04/30/52838-jpo-cawang-kompor-jpo-rusak.jpg)
"Kalau kemudian masih ada yang mengambil atau mencuri besi-besi yang ada di JPO, saya akan mendorong untuk diambil tindakan tegas kepada siapapun itu," tegas Pramono.
Masalah "rayap besi" yang tak kunjung selesai tentu jadi batu sandungan politisi PDIP itu dalam upayanya membawa Jakarta menjadi kota global saat genap berusia 5 abad nanti.
Pramono pun menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk membenahi wajah kota agar lebih aman dan tertata bagi penghuninya.
"Jakarta pelan-pelan kami benahi. Mudah-mudahan, siapapun yang melakukan itu segera kami bisa tangkap," tutupnya.