- Komunitas Gajah Juanda berdiri sejak tiga tahun lalu di trotoar Jalan Ir. Haji Juanda, Bogor sebagai organisasi catur resmi.
- Berbagai kalangan masyarakat melebur dalam komunitas tersebut untuk bermain catur, mengasah mental atlet junior, serta menyelenggarakan turnamen rutin.
- Komunitas ini berharap pemerintah Kota Bogor menyediakan fasilitas meja catur permanen agar aktivitas mereka lebih nyaman dan terorganisir.
Budi merinci keberagaman anggotanya yang kini mencapai sekitar 30 orang tetap.
"Mayoritas tuh yang ada di komunitas kami ini mereka itu pedagang kebanyakan. Ada dari Grab Car maupun Grab motor, terus ada juga pensiunan, karyawan bank ada, TNI ada, Satpam gitu ada juga," jelasnya.
Namun, daya tarik trotoar ini melampaui keanggotaan resmi. Seringkali, pejalan kaki yang lewat tak kuasa menahan rasa penasaran.
Bahkan, orang asing atau turis mancanegara tak jarang ikut menepi untuk sekadar menonton atau menantang warga lokal bertanding.
"Orang asing juga sering melihat gitu nonton," ujarnya.
Wadah bagi Atlet Junior
Pemandangan paling menyentuh bagi Budi adalah ketika trotoar ini dikunjungi oleh anak-anak kecil berbakat. Bukan sekali dua kali, orang tua sengaja membawa anak-anak mereka yang masih menempuh bangku Sekolah Dasar (SD) atau bahkan Taman Kanak-Kanak (TK) untuk bermain di sana.
Mereka bukan sekadar bermain, melainkan mencari sparring partner untuk mengasah mental bertanding.
Budi menceritakan momen berkesan saat seorang anak berusia 6 tahun datang dan mampu mengimbangi permainan orang dewasa.
Bagi Budi, disinilah letak peran sosial komunitasnya, membangun mental generasi muda.
"Mental kan kalau masih anak-anak kadang melihat main dengan orang gede down dia langsung. Kemarin ada begitu, pertama main dia down, tapi ke sana (selanjutnya) dia biasa, keluar kemampuannya," tuturnya.

Siasat Melawan Hujan dan Stigma
Setiap harinya, mulai dari pagi hingga sore bahkan terkadang hingga malam, setidaknya 10 hingga 20 orang akan memadati area ini.
Gajah Juanda juga kerap menggelar turnamen mini antar anggota dengan biaya pendaftaran Rp5.000 saja yang nantinya juga akan menjadi sebuah hadiah bagi pemenang.
Hebatnya, Budi bertindak layaknya seorang analis data, ia mencatat klasemen dan memantau perkembangan skill setiap pemain setiap bulannya.