Skenario Terburuk IMF, Perang Iran Bikin Pertumbuhan Ekonomi Dunia Anjlok Hingga Level Terendah

Pebriansyah Ariefana

Rabu, 15 April 2026 | 13:48 WIB
Skenario Terburuk IMF, Perang Iran Bikin Pertumbuhan Ekonomi Dunia Anjlok Hingga Level Terendah
Rudal Iran (Economictimes)
baca 10 detik
  • Perang Iran memicu risiko resesi global akibat terganggunya jalur minyak Selat Hormuz.

  • IMF memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia karena lonjakan inflasi dan harga energi.

  • Harga minyak melambung tinggi menyebabkan biaya hidup dan produksi manufaktur meningkat tajam.

Kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara menderita dampak paling parah akibat kerusakan infrastruktur dan blokade jalur laut.

Selat Hormuz memiliki peran vital sebagai urat nadi distribusi minyak bumi dan gas alam cair (LNG) secara internasional.

Wilayah perairan sempit ini menjadi jalur bagi seperlima produksi minyak dunia dan sepertiga kebutuhan gas bumi global.

Mantan Gubernur Bank Dunia, Yerbol Orynbayev, menyatakan bahwa disrupsi berkepanjangan pada sektor minyak adalah lonceng kematian bagi ekonomi.

“Gangguan minyak yang berkepanjangan adalah lonceng kematian bagi ekonomi global,” kata Yerbol Orynbayev, mantan gubernur Bank Dunia.

“Peristiwa masa lalu dalam sejarah semuanya mendikte bahwa ketika pasokan minyak terhambat, lingkungan inflasi yang berkelanjutan - dan bahkan mungkin hiper - terjadi, yang mengantar pada tekanan resesi yang parah. Embargo minyak tahun 1970-an adalah contoh kasusnya.”

Lonjakan Inflasi Global Akibat Kenaikan Harga Komoditas

Prediksi inflasi dunia kini melonjak menjadi 4,4 persen akibat melambungnya biaya energi di pasar internasional.

Harga minyak mentah telah menembus angka di atas $100 per barel sementara harga gas alam meroket hingga 80 persen.

baca juga

Skenario terburuk IMF memprediksi pertumbuhan dunia bisa jatuh ke level 2 persen jika perang berlangsung dalam waktu lama.

Angka pertumbuhan di bawah 2 persen hanya pernah terjadi empat kali sejak tahun 1980, termasuk saat pandemi dan krisis 2008.

Bahkan dalam skenario terbaik sekalipun, harga komoditas energi diperkirakan tetap naik sebesar 19 persen tahun ini.

Kenaikan harga energi akan berdampak langsung pada biaya produksi barang-barang yang sangat bergantung pada bahan bakar.

Gourinchas menjelaskan bahwa fenomena ini merupakan guncangan pasokan negatif yang akan memengaruhi daya beli masyarakat luas.

“Efek langsung dari kenaikan harga komoditas mewakili buku teks guncangan pasokan negatif,” kata Gourinchas.

“Meningkatkan biaya semua barang dan jasa padat energi - termasuk pupuk, bahan kimia, makanan, transportasi, dan pemanas - mengganggu rantai pasokan, memberi makan inflasi utama, dan mengurangi daya beli.”

Kondisi ini menciptakan tantangan berat bagi otoritas moneter dalam mengendalikan stabilitas harga di dalam negeri.

Rusia Mendapat Keuntungan di Tengah Gejolak Konflik

Menariknya, Rusia justru diproyeksikan mengalami sedikit pertumbuhan ekonomi di tengah krisis yang melanda negara lain.

Ekspor minyak Rusia terbantu oleh kenaikan harga pasar dan pelonggaran sanksi sementara dari pihak Amerika Serikat.

Namun, ketidakpastian pasar tetap tinggi mengingat stabilitas pasokan minyak global masih sangat bergantung pada kondisi di lapangan.

Yerbol Orynbayev mengingatkan agar peringatan mengenai bahaya resesi ini tidak dianggap remeh oleh para pelaku pasar.

“Semakin lama konflik berkecamuk, semakin besar kemungkinan resesi global terjadi,” tegas Orynbayev mengingatkan situasi terkini.

Konflik ini bermula dari serangan militer Amerika Serikat dan Israel ke Iran pada akhir Februari 2026 yang memicu peperangan.

Ketegangan ini langsung memutus tren positif ekonomi yang sebelumnya sedang tumbuh melalui sektor teknologi dan kebijakan perdagangan.

Selat Hormuz menjadi titik pusat konflik karena statusnya sebagai jalur distribusi energi paling krusial di seluruh dunia.

IMF kini fokus memantau durasi konflik guna menentukan apakah ekonomi dunia akan masuk ke fase resesi teknis.

Sejarah mencatat bahwa gangguan pada suplai minyak di Timur Tengah selalu menjadi pemicu utama krisis ekonomi global yang mendalam.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mengenal Oghab 44, Benteng Bawah Gunung Iran yang Siap Hancurkan Armada AS di Selat Hormuz

Mengenal Oghab 44, Benteng Bawah Gunung Iran yang Siap Hancurkan Armada AS di Selat Hormuz

News | Rabu, 15 April 2026 | 13:36 WIB

Sisi Humanis Warga Iran, Tawarkan Buah ke Jurnalis Padahal Rumahnya Hancur Lebur Habis Diserang

Sisi Humanis Warga Iran, Tawarkan Buah ke Jurnalis Padahal Rumahnya Hancur Lebur Habis Diserang

News | Rabu, 15 April 2026 | 12:45 WIB

Mossad Punya Bos Baru, Tangan Kanan Benjamin Netanyahu Makin Yakin Bisa Gulingkan Rezim Iran

Mossad Punya Bos Baru, Tangan Kanan Benjamin Netanyahu Makin Yakin Bisa Gulingkan Rezim Iran

News | Rabu, 15 April 2026 | 12:27 WIB

Terkini

Ketika 'Bad News' Bagi Kita Adalah Tragedi Pahit Bagi Mereka

Ketika 'Bad News' Bagi Kita Adalah Tragedi Pahit Bagi Mereka

Your Say | Rabu, 16 September 2026 | 15:27 WIB

Belum Turunkan Skuad Terbaik, Shin Tae-yong Bongkar Kondisi Persija Jelang Hadapi Java United

Belum Turunkan Skuad Terbaik, Shin Tae-yong Bongkar Kondisi Persija Jelang Hadapi Java United

Bola | Rabu, 16 September 2026 | 15:26 WIB

Petaka Bakar Sampah Ditinggal di Manggarai, Bedeng dan Dua Mobil Ludes Terbakar

Petaka Bakar Sampah Ditinggal di Manggarai, Bedeng dan Dua Mobil Ludes Terbakar

News | Rabu, 16 September 2026 | 15:22 WIB

Kesaksian Quiermo Dumay Usai Dihajar Jhon van Beukering: Berawal dari Kontak Mata Berakhir di UGD

Kesaksian Quiermo Dumay Usai Dihajar Jhon van Beukering: Berawal dari Kontak Mata Berakhir di UGD

Bola | Rabu, 16 September 2026 | 15:21 WIB

Sudaryono ke Kepala Sekolah dan Guru: Cek Kelayakan Menu MBG Sebelum Sampai ke Meja Siswa

Sudaryono ke Kepala Sekolah dan Guru: Cek Kelayakan Menu MBG Sebelum Sampai ke Meja Siswa

News | Rabu, 16 September 2026 | 15:15 WIB

6 Airy Sunscreen untuk Pemakai Kacamata agar Frame Hidung Tidak Licin dan Melorot sesuai Review

6 Airy Sunscreen untuk Pemakai Kacamata agar Frame Hidung Tidak Licin dan Melorot sesuai Review

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 15:15 WIB

Day Cream dan Night Cream untuk Flek Hitam, Diformulasikan Adik Oki Setiana Dewi

Day Cream dan Night Cream untuk Flek Hitam, Diformulasikan Adik Oki Setiana Dewi

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 15:11 WIB

Sekilas Sama, Perbedaan Bedak Two Way Cake dengan Bedak Padat Biasa Apa Saja?

Sekilas Sama, Perbedaan Bedak Two Way Cake dengan Bedak Padat Biasa Apa Saja?

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 15:10 WIB

Ini Agenda Kerja Presiden Prabowo di Sulawesi Selatan

Ini Agenda Kerja Presiden Prabowo di Sulawesi Selatan

Sulsel | Rabu, 16 September 2026 | 15:07 WIB

Diumumkan Depan Prabowo, Pramono Tetapkan Tarif LRT Kelapa Gading-Manggarai Rp8 Selama 8 Hari

Diumumkan Depan Prabowo, Pramono Tetapkan Tarif LRT Kelapa Gading-Manggarai Rp8 Selama 8 Hari

News | Rabu, 16 September 2026 | 15:07 WIB

×