Namun, penjelasan itu tidak sepenuhnya diterima publik karena elemen visualnya sangat kental dengan ikonografi religius.
Di luar penjelasan resmi tersebut, banyak pengamat menilai bahwa unggahan ini merupakan bagian dari strategi komunikasi Trump.
Dengan memanfaatkan teknologi AI, ia mampu menciptakan citra yang kuat, dramatis, dan cepat viral. Cara ini dinilai efektif untuk menarik perhatian, memperkuat dukungan, sekaligus mengalihkan fokus dari isu lain.
Bahkan sebelumnya, ia juga pernah membagikan ilustrasi dirinya sebagai raja, superhero, hingga tokoh-tokoh kuat lainnya. Konten seperti ini efektif menarik perhatian dan menjaga engagement publik.
Selain itu, ada juga faktor personal. Sejumlah laporan menyebut Trump memang menyukai visualisasi dirinya dalam berbagai peran besar dan kuat.
Dengan teknologi AI, ia bisa dengan mudah membentuk citra yang diinginkan, bahkan yang bersifat imajinatif sekalipun.
Faktor lainnya adalah konflik terbuka dengan Paus Leo XIV. Hal ini membuat unggahan ini terlihat seperti bentuk respons tidak langsung.
Ketika Paus berbicara tentang moral, perdamaian, dan nilai agama, Trump justru tampil dengan simbol visual yang kontroversial, seolah menantang narasi tersebut.
Demikianlah penjelasan terkait mengapa Donald Trump unggah foto dirinya mirip Yesus. Menurut Trump, banyak orang telah salah memahami maksud dari gambar yang ia bagikan.
Ia bersikeras bahwa tidak ada niat untuk menyinggung agama atau pihak tertentu. Bahkan, ia menyebut kritik yang datang sebagai reaksi berlebihan.
Kontributor : Dini Sukmaningtyas