Batalyon Netzah Yehuda, Tentara Religius Israel yang Bawa Taurat saat Melakukan Kekejaman

Galih Prasetyo

Kamis, 16 April 2026 | 10:36 WIB
Batalyon Netzah Yehuda, Tentara Religius Israel yang Bawa Taurat saat Melakukan Kekejaman
Batalyon Netzah Yehuda, Tentara Israel yang Selalu Bawa Taurat saat Melakukan Kekejaman [Tangkap layar X]
baca 10 detik
  • Netzah Yehuda merupakan batalyon infanteri ultra-ortodoks Israel yang beroperasi di wilayah Tepi Barat dengan standar religius ketat.
  • Unit ini sering terlibat insiden kekerasan terhadap warga Palestina, memicu sanksi internasional dan penyelidikan hak asasi manusia.
  • Batalyon tersebut sempat dihentikan operasionalnya setelah terlibat bentrok dengan jurnalis CNN di Tepi Barat pada Maret 2026.

Suara.com - Sebuah foto yang diunggah akun X @OurOwnNation memperlihatkan sejumlah tentara Israel yang selalu membawa gulungan besar Torah atau Taurat saat bertempur.

Diketahui unit tentara Israel itu berasal dari satuan bernama Netzah Yehuda. Satuan ini disebut-sebut unit militer Israel yang paling religius.

Namun ada cerita kekejaman dan kontroersial mengenai unit Netzah Yehuda ini.

Bahkan pada Maret 2026, pasukan cadangan dari unit ini terlibat bentrok dengan jurnalis CNN di Tepi Barat, yang berujung pada penghentian sementara aktivitas operasional mereka.

Lantas seperti apa sejarah unit Netzah Yehuda dan rekam jejak kontroversialnya? Berikut ulasannya.

Netzah Yehuda merupakan batalyon infanteri (pasukan darat) yang tergabung dalam Brigade Kfir milik militer Israel (IDF).

Sebelumnya, unit ini dikenal sebagai Nahal Haredi, karena awalnya berada di bawah Brigade Nahal.

Nama Netzah Yehuda sendiri merupakan akronim dari Nahal Haredi Tzva’i (Pemuda Militer Ultra-Ortodoks), sekaligus diambil dari nama pendirinya, Yehuda Duvdevani.

Sejak awal berdiri, unit ini berisikan orang-orang Yahudi dengan pemikiran ultra-Ortodoks. Pada 1961, sempat dibentuk organisasi semi militer untuk para pemuda ultra-Ortodoks namun dibubarkan.

baca juga

Baru pada 1999, IDF mendirikan unit militer Netzah Yehuda namun masih dalam bentuk kompi dan berada di naungan batalyon lain.

Lalu pada 2002, unit ini menjadi batalyon independen.

Kemudian bergabung dengan Brigade Kfir dan berganti nama menjadi Netzah Yehuda

Unit militer Israel satu ini mendapat 'perlakuan khusus' dalam urusan keagamaan.

Unit ini diawasi oleh otoritas militer dan tokoh agama untuk menjaga standar religius.

Ada karakteristik khusus pada unit satu ini. Anggota Netzah Yehuda semuanya laki-laki dan ada pemisahan dengan anggota militer perempuan Israel.

Selain itu, unit ini memiliki waktu khusus untuk ibadah dan belajar agama.

Bahkan dalam urusan makanan, unit satu ini berbeda dengan anggota militer Israel lainnya.

Anggota Netzah Yehuda mendapatkan makanan dengan standar kosher, yakni pola diet khusus orang Yahudi.

Netzah Yehuda aktif dalam berbagai operasi keamanan, terutama di wilayah Tepi Barat. Mereka terlibat dalam, penangkapan warga sipil Palestina, , pencegahan serangan dan operasi militer rutin.

Insiden dan Kontroversi

Selama bertahun-tahun, batalyon ini beberapa kali terlibat dalam insiden kekejaman.

Pada 2019: beberapa prajurit dihukum karena kekerasan terhadap warga Palestina

Lalu pada 2022: seorang pria Palestina lanjut usia meninggal setelah ditahan oleh prajurit.

Masih di tahun yang sama, video kekerasan terhadap warga sipil memicu reaksi keras dari dunia internasional dan berujung pada sanksi kepada sejumlah prajurit. 

Bahkan pada 2024, Amerika Serikat sempat mempertimbangkan sanksi terhadap unit ini terkait isu HAM.

Untuk kasus terbaru bentrok dengan jurnalis CNN, hukuman yang dijatuhkan oleh Mahkamah Agung Israel digugat balik oleh mereka.

Gugatan ini muncul sekitar dua pekan setelah insiden dengan kru media internasional CNN, yang berujung pada sanksi kolektif terhadap seluruh batalyon.

Dilansir dari Channel 14, para prajurit menilai kebijakan tersebut tidak proporsional dan merugikan ratusan anggota yang tidak terlibat langsung.

Para penggugat juga mengancam dampak serius terhadap keamanan dan moral pasukan.

Penarikan batalyon berpengalaman dari operasi aktif di wilayah Tepi Barat menurut mereka dapat melemahkan stabilitas keamanan serta memicu ketegangan antara prajurit cadangan dan komando militer.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Berani! Anggota DPR Polandia Pamer Bendera Israel Bergambar Nazi di Sidang Parlemen

Berani! Anggota DPR Polandia Pamer Bendera Israel Bergambar Nazi di Sidang Parlemen

News | Kamis, 16 April 2026 | 09:14 WIB

Pemimpin Fatah Marwan Barghouti Disiksa di Penjara Israel, Dipukuli hingga Diserang Anjing

Pemimpin Fatah Marwan Barghouti Disiksa di Penjara Israel, Dipukuli hingga Diserang Anjing

News | Rabu, 15 April 2026 | 20:43 WIB

Ketegangan di Yerusalem Meningkat usai Pemasangan Pintu Besi di Kawasan Bersejarah

Ketegangan di Yerusalem Meningkat usai Pemasangan Pintu Besi di Kawasan Bersejarah

News | Rabu, 15 April 2026 | 18:07 WIB

Anak Palestina Dilarang Sekolah, Israel Tembak Gas Air Mata ke 55 Siswa SD

Anak Palestina Dilarang Sekolah, Israel Tembak Gas Air Mata ke 55 Siswa SD

News | Rabu, 15 April 2026 | 16:12 WIB

Petisi Tembus 1 Juta Tanda Tangan, Warga Eropa Desak Uni Eropa Putus Hubungan dengan Israel

Petisi Tembus 1 Juta Tanda Tangan, Warga Eropa Desak Uni Eropa Putus Hubungan dengan Israel

News | Rabu, 15 April 2026 | 15:57 WIB

Rihan Dibunuh Israel: Berangkat Berseragam Sekolah, Pulang Dibalut Kain Kafan

Rihan Dibunuh Israel: Berangkat Berseragam Sekolah, Pulang Dibalut Kain Kafan

News | Rabu, 15 April 2026 | 14:46 WIB

Terkini

BRI Dampingi Rosyidah Wujudkan Mimpi Membangun Usaha Olahan Laut di Pesisir Indramayu

BRI Dampingi Rosyidah Wujudkan Mimpi Membangun Usaha Olahan Laut di Pesisir Indramayu

Jawa Tengah | Kamis, 16 Juli 2026 | 19:52 WIB

Lampung ke Bandung Kini Sejauh Kedipan Mata: Wings Air Resmi Buka Rute Langsung Tiap Hari

Lampung ke Bandung Kini Sejauh Kedipan Mata: Wings Air Resmi Buka Rute Langsung Tiap Hari

Lampung | Kamis, 16 Juli 2026 | 19:51 WIB

Nasib Merek Mobil Jepang Terancam, Toyota Ajak Honda Hingga Nissan Bersatu Hadapi Mobil China

Nasib Merek Mobil Jepang Terancam, Toyota Ajak Honda Hingga Nissan Bersatu Hadapi Mobil China

Otomotif | Kamis, 16 Juli 2026 | 19:50 WIB

Kisah Rosyidah, Mantan Pekerja Migran yang Sukses Bangun UMKM Olahan Laut di Indramayu

Kisah Rosyidah, Mantan Pekerja Migran yang Sukses Bangun UMKM Olahan Laut di Indramayu

Sulsel | Kamis, 16 Juli 2026 | 19:49 WIB

Inilah 4 Resep Rendang Daging Sapi yang Gurih dan Empuk!

Inilah 4 Resep Rendang Daging Sapi yang Gurih dan Empuk!

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 19:48 WIB

Alam Dikeruk Nyawa Melayang, Ekonomi Ekstraktif Disebut Jadi Pemicu Konflik Berdarah di Papua

Alam Dikeruk Nyawa Melayang, Ekonomi Ekstraktif Disebut Jadi Pemicu Konflik Berdarah di Papua

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 19:45 WIB

Pulang ke Kampung Halaman, Rosyidah Sukses Kembangkan Usaha Hasil Laut Berkat Dukungan BRI

Pulang ke Kampung Halaman, Rosyidah Sukses Kembangkan Usaha Hasil Laut Berkat Dukungan BRI

Sumsel | Kamis, 16 Juli 2026 | 19:45 WIB

3 Sunscreen Korea Terbaik untuk Flek Hitam sesuai Review dan Harga

3 Sunscreen Korea Terbaik untuk Flek Hitam sesuai Review dan Harga

Lifestyle | Kamis, 16 Juli 2026 | 19:45 WIB

Termasuk Semifinal Kali Ini, Argentina Sudah 3 Kali Singkirkan Inggris dengan Menyakitkan!

Termasuk Semifinal Kali Ini, Argentina Sudah 3 Kali Singkirkan Inggris dengan Menyakitkan!

Your Say | Kamis, 16 Juli 2026 | 19:45 WIB

Berbekal KUR BRI, Eks PMI Asal Indramayu Kembangkan Usaha Olahan Hasil Laut

Berbekal KUR BRI, Eks PMI Asal Indramayu Kembangkan Usaha Olahan Hasil Laut

Lampung | Kamis, 16 Juli 2026 | 19:44 WIB

×