-
Reservis Navy David Varela ditangkap di luar negeri setelah membunuh istrinya di Norfolk, Virginia.
-
Tersangka menyembunyikan jasad istrinya di freezer sebelum kabur ke Hong Kong awal Februari.
-
FBI berhasil melacak lokasi persembunyian pelaku melalui koordinasi internasional dan data digital WhatsApp.
Meskipun memiliki kerabat di Kolombia tersangka justru memilih rute pelarian yang jauh lebih kompleks untuk menyesatkan para pengejar dari FBI.
Pihak keluarga mendiang Lina Guerra mengungkapkan bahwa kehidupan rumah tangga pasangan tersebut dipenuhi dengan tekanan dan kontrol ketat.
Lina disebut dilarang oleh suaminya untuk bekerja atau sekadar bersosialisasi dengan teman-temannya tanpa pengawasan yang sangat ketat dari pelaku.
"Saya ingin menekankan bahwa telah terjadi kekerasan sebelumnya dari David," ujar saudara ipar Guerra, Paola Ramirez, kepada media melalui seorang penerjemah.
Kekerasan fisik ternyata sudah sering terjadi namun korban memilih untuk merahasiakannya agar tidak menimbulkan kekhawatiran berlebih pada anggota keluarga lainnya.
Sikap pelaku yang terlihat sangat religius dan tenang di mata publik membuat pihak keluarga tidak menyangka ia tega berbuat sadis.
Kesaksian Mengejutkan di Luar Negeri
"Dia pernah memukulnya sebelumnya, tetapi dia tidak memberi tahu kami karena dia tidak ingin mengkhawatirkan kami. Dia tampak sangat religius, sangat tenang, normal. Itulah mengapa ini sangat mengejutkan. Kami tidak pernah membayangkan dia akan melakukan hal seperti ini," tambah Ramirez.
Selama di Hong Kong tersangka dilaporkan sempat berinteraksi dengan warga sipil lainnya seolah tidak memiliki beban dosa atau status buronan.
Seorang saksi mata mengaku bertemu dengan pria yang diduga kuat adalah Varela saat sedang mengantre di sebuah tempat wisata populer.
"Saya berada di Hong Kong bersama teman-teman saya. Kami bertemu pria ini saat mengantre di sebuah atraksi," tutur saksi perempuan tersebut kepada stasiun berita lokal.
Kepada saksi tersebut tersangka bahkan sempat memperkenalkan diri dan menyatakan bahwa ia sedang mencari seorang istri baru yang berasal dari Rusia.
"Dia memperkenalkan dirinya sebagai David dan mengatakan bahwa dia sedang mencari istri dari Rusia," pungkas saksi tersebut dalam keterangannya.
Kasus ini bermula saat saudara laki-laki Lina Guerra melaporkan hilangnya sang adik karena tidak ada kabar selama dua minggu berturut-turut.
Kecurigaan polisi menguat ketika supervisor Angkatan Laut tempat Varela bertugas juga mengaku tidak bisa menghubungi anggotanya yang biasanya sangat disiplin.