Studi Ungkap Cukai RI Gagal Bikin Rokok Mahal

Bella

Kamis, 16 April 2026 | 14:38 WIB
Studi Ungkap Cukai RI Gagal Bikin Rokok Mahal
Ilustrasi rokok (pexels)
baca 10 detik
  • CISDI mengungkapkan kebijakan cukai tembakau di Indonesia belum efektif membuat rokok tidak terjangkau bagi konsumen hingga tahun 2026.
  • Struktur cukai yang kompleks memicu fenomena down-trading, sehingga perokok beralih ke produk lebih murah saat tarif rokok naik.
  • Pemerintah didesak melakukan reformasi kebijakan untuk menaikkan harga rokok demi melindungi kelompok masyarakat miskin dari beban konsumsi tembakau.

Suara.com - Center for Indonesia’s Strategic Development Initiatives (CISDI) merilis temuan terkait efektivitas cukai hasil tembakau di Indonesia. Meski pemerintah rutin menaikkan tarif setiap tahun, fakta di lapangan menunjukkan rokok di Indonesia tetap sangat terjangkau bagi masyarakat.

Dalam laporan Cigarette Tax Scorecard 2024 yang disusun Johns Hopkins University, kebijakan pengendalian tembakau Indonesia mendapat skor yang dinilai memprihatinkan. Peneliti CISDI sekaligus Direktur Lembaga Demografi FEB UI, I Dewa Gede Karma Wisana, mengibaratkan kondisi ini seperti siswa yang mendapat “rapor merah”.

“Kabar baiknya, porsi pajak kita sudah cukup signifikan, skornya 4,5. Tapi skor keterjangkauannya ini yang masih harus remedial. Selama 6 tahun terakhir, rokok tidak menjadi semakin mahal secara real bagi konsumen,” ujar Dewa dalam diseminasi riset CISDI di Jakarta, Kamis (16/4/2026).

Ilusi Kenaikan Harga

Data riset menunjukkan adanya stagnasi keterjangkauan rokok selama satu dekade terakhir. Skor keterjangkauan Indonesia disebut terpaku di angka nol. Hal ini terjadi karena kenaikan harga rokok tidak mampu mengejar pertumbuhan pendapatan masyarakat dan inflasi.

Dewa menjelaskan, saat ini masyarakat hanya perlu menyisihkan sekitar 3 persen dari pendapatan tahunan untuk membeli 100 bungkus rokok. Angka ini dinilai sangat rendah dan menunjukkan rokok masih menjadi barang murah.

“Ini bukan stagnasi sebenarnya, tapi bisa kita anggap sebagai policy failure atau ketidakcukupan dari kebijakan tersebut. Indonesia sudah memajaki rokok, namun belum mampu membuat rokok tidak terjangkau,” tegas Dewa.

Ia memberi analogi bahwa kenaikan tarif tanpa penyederhanaan kebijakan ibarat menaikkan tarif tol, tetapi tetap membiarkan jalan alternatif murah tetap terbuka.

Fenomena Down-trading dan Struktur Cukai Berlapis

Salah satu penyebab utama kegagalan cukai dalam menekan konsumsi adalah struktur tarif yang dinilai terlalu kompleks dan berlapis. Kondisi ini memicu fenomena down-trading, yakni perokok beralih ke merek atau jenis rokok yang lebih murah, terutama sigaret kretek tangan (SKT), ketika harga sigaret mesin naik.

“SKT yang semakin murah ini menekan nilai keterjangkauan agregat ke bawah. Ini menjadi pintu masuk bagi perokok untuk beralih ke produk yang lebih murah,” tambahnya.

baca juga

Kelompok Miskin Dinilai Paling Dirugikan

Riset CISDI juga menyoroti bahwa kenaikan cukai tidak selalu memberatkan masyarakat berpenghasilan rendah. Berdasarkan temuan mereka, kelompok berpendapatan rendah justru dua kali lebih sensitif terhadap perubahan harga dibanding kelompok menengah.

Artinya, jika harga rokok benar-benar dibuat tidak terjangkau, kelompok miskin dinilai paling diuntungkan karena berpotensi mengurangi konsumsi rokok dan mengalihkan pengeluaran untuk kebutuhan pokok seperti pangan dan pendidikan.

“Kalau kita membiarkan rokok tetap murah, kita mengorbankan kelompok yang paling sensitif, yang paling tidak mampu untuk mengatasi kondisi mereka, khususnya beban penyakit,” kata Dewa.

Desakan Reformasi Cukai

Di akhir paparannya, Dewa mendesak pemerintah melakukan reformasi cukai yang lebih signifikan, yakni menaikkan tarif secara lebih tegas dan menyederhanakan struktur cukai yang masih berlapis.

“Indonesia sudah punya instrumen cukai, data menunjukkan masyarakat responsif. Yang dibutuhkan sekarang adalah keberanian dan motivasi yang kuat secara politik. Sudah saatnya membuat rokok menjadi barang yang benar-benar mahal di Indonesia,” pungkasnya.

Reporter: Dinda Pramesti K

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga Rokok Lebih Murah dari Sebungkus Nasi, CISDI: Bisa Gagalkan Program Makan Bergizi Gratis

Harga Rokok Lebih Murah dari Sebungkus Nasi, CISDI: Bisa Gagalkan Program Makan Bergizi Gratis

News | Kamis, 16 April 2026 | 13:18 WIB

Tuduh Jubir KPK Sebar Fitnah Soal Sitaan Barang, Faizal Assegaf Lapor ke Dewas

Tuduh Jubir KPK Sebar Fitnah Soal Sitaan Barang, Faizal Assegaf Lapor ke Dewas

News | Rabu, 15 April 2026 | 18:39 WIB

Dipolisikan Faizal Assegaf ke Polda Metro, Jubir KPK Santai: Itu Hak Konstitusi, Kami Hormati

Dipolisikan Faizal Assegaf ke Polda Metro, Jubir KPK Santai: Itu Hak Konstitusi, Kami Hormati

News | Selasa, 14 April 2026 | 20:08 WIB

Daftar Pengusaha Rokok Dibidik KPK di Kasus Bea Cukai, dari Haji Her hingga Rokhmawan

Daftar Pengusaha Rokok Dibidik KPK di Kasus Bea Cukai, dari Haji Her hingga Rokhmawan

News | Selasa, 14 April 2026 | 17:00 WIB

KPK Temukan Dokumen 'Sakti' dari Tangan Tersangka, Nama-nama Besar Pengusaha Rokok Masuk Radar

KPK Temukan Dokumen 'Sakti' dari Tangan Tersangka, Nama-nama Besar Pengusaha Rokok Masuk Radar

News | Selasa, 14 April 2026 | 09:01 WIB

Gus Lilur Suarakan 5 Tuntutan Petani Tembakau di Tengah Isu Rokok Ilegal

Gus Lilur Suarakan 5 Tuntutan Petani Tembakau di Tengah Isu Rokok Ilegal

News | Senin, 13 April 2026 | 19:10 WIB

Sasar Orang Kaya 'Nakal', Bea Cukai Jakarta Segel 29 Kapal Yacht Mewah

Sasar Orang Kaya 'Nakal', Bea Cukai Jakarta Segel 29 Kapal Yacht Mewah

Bisnis | Sabtu, 11 April 2026 | 06:10 WIB

Purbaya Targetkan Legalisasi Rokok Ilegal Berlaku Mei 2026 demi Tambah Pendapatan Negara

Purbaya Targetkan Legalisasi Rokok Ilegal Berlaku Mei 2026 demi Tambah Pendapatan Negara

Bisnis | Minggu, 12 April 2026 | 07:30 WIB

Panas Diendus KPK, Pengamat Tantang Polri Ungkap Produksi Rokok Ilegal

Panas Diendus KPK, Pengamat Tantang Polri Ungkap Produksi Rokok Ilegal

News | Sabtu, 11 April 2026 | 19:15 WIB

Wacana Pelarangan Vape di Indonesia, Apa Sebenarnya yang Terjadi dan Apa Risikonya?

Wacana Pelarangan Vape di Indonesia, Apa Sebenarnya yang Terjadi dan Apa Risikonya?

News | Jum'at, 10 April 2026 | 16:16 WIB

Terkini

Solo Diversity Bike 2026: Merawat Kebhinekaan dari Atas Sepeda

Solo Diversity Bike 2026: Merawat Kebhinekaan dari Atas Sepeda

Surakarta | Senin, 07 September 2026 | 09:28 WIB

Kim Ji Yeon dan Park Seo Ham Tampil Serasi di Script Reading Dive Into You

Kim Ji Yeon dan Park Seo Ham Tampil Serasi di Script Reading Dive Into You

Your Say | Senin, 07 September 2026 | 09:24 WIB

IHSG Masih Bertahan di Level 6.600 Pagi Ini, Pantau CUAN

IHSG Masih Bertahan di Level 6.600 Pagi Ini, Pantau CUAN

Bisnis | Senin, 07 September 2026 | 09:21 WIB

BNPB Siapkan OMC untuk Luruhkan Abu Anak Krakatau, Pesawat Sudah Siaga di Pondok Cabe

BNPB Siapkan OMC untuk Luruhkan Abu Anak Krakatau, Pesawat Sudah Siaga di Pondok Cabe

News | Senin, 07 September 2026 | 09:18 WIB

Galeri24 Turun, UBS Malah Naik! Cek Update Harga Emas di Pegadaian Hari Ini

Galeri24 Turun, UBS Malah Naik! Cek Update Harga Emas di Pegadaian Hari Ini

Bisnis | Senin, 07 September 2026 | 09:15 WIB

File Makin Besar, Acer PA100 Andalkan Kecepatan SSD 560 MB/s

File Makin Besar, Acer PA100 Andalkan Kecepatan SSD 560 MB/s

Tekno | Senin, 07 September 2026 | 09:15 WIB

6 Cara Lindungi Bayi dan Balita dari Abu Vulkanik Akibat Anak Krakatau, Sesuai Anjuran Dokter Anak!

6 Cara Lindungi Bayi dan Balita dari Abu Vulkanik Akibat Anak Krakatau, Sesuai Anjuran Dokter Anak!

Lifestyle | Senin, 07 September 2026 | 09:13 WIB

Operasional Bandara Soetta dan Halim Masih Ditutup Hingga Jam 6 Sore

Operasional Bandara Soetta dan Halim Masih Ditutup Hingga Jam 6 Sore

Bisnis | Senin, 07 September 2026 | 09:10 WIB

Abu Anak Krakatau Mengarah ke Jabar! Sekolah Terapkan PJJ, Kasus Kesehatan Dipantau Harian

Abu Anak Krakatau Mengarah ke Jabar! Sekolah Terapkan PJJ, Kasus Kesehatan Dipantau Harian

News | Senin, 07 September 2026 | 08:56 WIB

Meski Bandara Dibuka, Pesawat Tetap Tak Boleh Langsung Terbang

Meski Bandara Dibuka, Pesawat Tetap Tak Boleh Langsung Terbang

Bisnis | Senin, 07 September 2026 | 08:55 WIB

×