- Polda Riau mengukuhkan 23 Duta Anti Narkoba dan mendeklarasikan Kampung Tangguh Anti Narkoba pada Kamis, 16 April 2026.
- Langkah ini merupakan upaya preventif berbasis masyarakat untuk menekan peredaran narkotika yang masif di wilayah Riau.
- Polisi memberikan bantuan mesin ketinting kepada nelayan guna meningkatkan ekonomi produktif dan meminimalisir keterlibatan masyarakat dalam narkoba.
Kapolda juga membedah sisi kemanusiaan dan dampak sosial narkoba di wilayah pesisir, khususnya Panipahan. Ia mengungkapkan fakta memilukan tentang banyaknya keluarga yang hancur akibat narkotika, di mana para istri nelayan menjadi pihak yang paling menderita.
“Saya berterima kasih kepada ibu-ibu di Panipahan yang berani bersuara. Ini menunjukkan ada persoalan sosial yang harus kita jawab bersama. Jangan sampai generasi kita rusak karena narkoba,” katanya.
Ia juga memastikan bahwa pembersihan internal dilakukan secara paralel dengan penegakan hukum di masyarakat.
“Sebanyak 28 personel kami evaluasi dan 16 orang langsung diganti. Saya tidak ingin ada oknum yang bermain dengan pelaku narkoba. Ini komitmen yang tidak bisa ditawar,” tegasnya.
Strategi Polda Riau kini mulai bergeser ke arah pendekatan ekonomi dan sosial. Salah satu langkah nyata adalah pemberian bantuan mesin ketinting kepada masyarakat nelayan.
Langkah ini diharapkan dapat menjauhkan warga dari godaan bisnis ilegal narkoba dengan menyediakan mata pencaharian yang halal dan produktif.
“Kita harus mengubah struktur ekonomi masyarakat. Ketika ekonomi bergerak dan UMKM tumbuh, maka ruang bagi narkoba akan semakin sempit,” tambahnya.
Irjen Pol Herry Heryawan juga menaruh harapan besar pada pundak para duta yang baru dilantik untuk menjadi motor penggerak di lingkungan masing-masing.
“Saya percaya kepada 23 duta yang hari ini dikukuhkan. Jadilah agen perubahan, suarakan bahaya narkoba, dan bangun kesadaran kolektif di tengah masyarakat,” pesannya.
Rangkaian acara ditutup dengan sesi edukatif melalui pemutaran video testimoni mantan pengguna narkoba, bincang santai bersama duta nasional, serta hiburan musik dari Riau Rhythm.
Melalui gerakan ini, Polda Riau berharap tercipta benteng pertahanan sosial yang kokoh untuk mewujudkan Riau yang bersih dari narkoba secara berkelanjutan.