Sambil Menangis, Aboe Bakar PKS Minta Maaf ke Ulama dan Warga Madura Terkait Isu Narkoba

Dwi Bowo Raharjo, Bagaskara Isdiansyah

Selasa, 14 April 2026 | 15:20 WIB
Sambil Menangis, Aboe Bakar PKS Minta Maaf ke Ulama dan Warga Madura Terkait Isu Narkoba
Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PKS, Aboe Bakar Alhabsyi, menyampaikan permohonan maaf yang mendalam kepada para ulama dan masyarakat Madura. (Suara.com/Bagaskara)
  • Anggota Komisi III DPR RI, Aboe Bakar Alhabsyi, diperiksa MKD di Jakarta pada Selasa, 14 April 2026.
  • Aboe meminta maaf kepada masyarakat dan ulama Madura atas pernyataannya mengenai keterlibatan pesantren dalam jaringan narkoba.
  • Aboe berkomitmen memperbaiki etika berkomunikasi serta meminta maaf kepada Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan terkait.

Suara.com - Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PKS, Aboe Bakar Alhabsyi, menyampaikan permohonan maaf yang mendalam kepada para ulama dan masyarakat Madura.

Hal ini disampaikan usai dirinya menjalani pemeriksaan tertutup oleh Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Selasa (14/4/2026).

Aboe sebelumnya dipanggil MKD terkait pernyataannya dalam rapat kerja bersama Kepala BNN pada 7 April lalu yang diduga menyinggung keterlibatan oknum ulama dan pesantren di Madura dalam jaringan narkoba.

Usai diperiksa, pria yang akrab disapa Habib Aboe ini menegaskan, kehadirannya di MKD sebagai bentuk pertanggungjawaban.

“Panggilan ini saya penuhi dengan baik, karena saya merasa bertanggung jawab apa yang saya katakan,” ujar Aboe.

Suasana haru menyelimuti saat Aboe Bakar mulai menyampaikan permohonan maaf. Sambil meneteskan air mata, ia mengakui kesalahannya dalam berucap.

“Bismillahirrahmanirrahim. Saudara kawan-kawan media dan saudara-saudara saya yang tercinta. Mulai dari Bangkalan, Sampang, Sumenep dan Pamekasan. Warga Madura, ulama-ulama, tokoh-tokoh masyarakat semua. Saya harus mengatakan saya minta maaf," kata dia.

"Minta maaf yang dalam karena menurut saya memang bahasa saya terlalu globalisir dan salah. Sekali lagi saya minta maaf,” Aboe menambahkan.

Ia menjelaskan, bahwa polemik ini muncul akibat narasi dalam video rapat kerja bersama BNN yang beredar luas.

Ia menegaskan tidak ada niat sedikit pun untuk merendahkan institusi pesantren maupun sosok ulama.

“Pertama, saya menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya kepada ulama, kiai, keempat wilayah tersebut, ya, keempat kabupaten tersebut," kata dia.

"Serta seluruh masyarakat Madura dan tokoh-tokoh dan warganya secara menyeluruh, yang mungkin sangat merasa tersinggung atas pernyataan saya. Saya memahami bahwa narasi yang berkembang dapat menimbulkan persepsi-persepsi seolah-olah saya menyudutkan ulama dan pesantren. Untuk itu saya menegaskan sekali, tidak ada niat sedikit pun... tidak ada niat sedikit pun saya untuk menghina, menyudutkan para ulama, nggak ada. Itu guru-guru yang saya cintai semua,” tegasnya.

Aboe mengklarifikasi bahwa konteks pernyataannya saat itu adalah bentuk keprihatinan agar BNN meningkatkan kewaspadaan sehingga narkoba tidak menyasar lingkungan pendidikan agama.

“Kedua, perlu saya jelaskan bahwa pernyataan tersebut disampaikan dalam konteks keprihatinan. Agar BNN, lembaga Narkoba... untuk membantu agar tidak masuk ke wilayah-wilayah pesantren dan masyarakat. Ya. Itu yang saya maksudkan. Namun saat ini cara penyampaian saya yang kurang tepat. Saya ulangi lagi pernyataan saya kurang tepat. Sehingga menimbulkan multitafsir,” lanjutnya.

Sebagai bentuk tanggung jawab, Aboe berkomitmen untuk mendatangi langsung para tokoh di Madura guna bersilaturahmi dan meminta maaf secara langsung.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Warisan Gila Pablo Escobar! 80 Kuda Nil Bakal Disuntik Mati, Habiskan Biaya Rp30 Miliar

Warisan Gila Pablo Escobar! 80 Kuda Nil Bakal Disuntik Mati, Habiskan Biaya Rp30 Miliar

News | Selasa, 14 April 2026 | 14:23 WIB

Oknum Polisi Diduga Terlibat di Pabrik Narkoba Zenith Semarang, Apa Perannya?

Oknum Polisi Diduga Terlibat di Pabrik Narkoba Zenith Semarang, Apa Perannya?

News | Selasa, 14 April 2026 | 13:52 WIB

MKD DPR Panggil Aboe Bakar Besok Soal Isu Ulama Madura di Pusaran Narkoba

MKD DPR Panggil Aboe Bakar Besok Soal Isu Ulama Madura di Pusaran Narkoba

News | Senin, 13 April 2026 | 21:30 WIB

Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!

Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!

News | Jum'at, 10 April 2026 | 09:10 WIB

Kapolda Riau Gandeng Satuan Elite PDRM Malaysia, Sikat Narkoba dan Terorisme Lintas Batas

Kapolda Riau Gandeng Satuan Elite PDRM Malaysia, Sikat Narkoba dan Terorisme Lintas Batas

News | Kamis, 09 April 2026 | 14:25 WIB

Terkini

Soal TNI Berantas Begal, Anggota Komisi I: Bisa Dilakukan Terbatas, Tapi Bukan Pengganti Polisi

Soal TNI Berantas Begal, Anggota Komisi I: Bisa Dilakukan Terbatas, Tapi Bukan Pengganti Polisi

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 16:48 WIB

5 Hari Hilang di Hutan IKN, Pemburu Ini Ditemukan Hidup secara Ajaib

5 Hari Hilang di Hutan IKN, Pemburu Ini Ditemukan Hidup secara Ajaib

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 16:23 WIB

Mengapa Iran Mengendalikan Selat Hormuz?

Mengapa Iran Mengendalikan Selat Hormuz?

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 16:20 WIB

Prabowo Minta Bahasa Prancis di Sekolah, JPPI: Belajar Bahasa Indonesia Saja Masih Susah

Prabowo Minta Bahasa Prancis di Sekolah, JPPI: Belajar Bahasa Indonesia Saja Masih Susah

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 15:50 WIB

Indonesia Gabung Kampanye Global 50-in-5: Masa Depan Digital Masyarakat Lebih Terhubung & Inklusif

Indonesia Gabung Kampanye Global 50-in-5: Masa Depan Digital Masyarakat Lebih Terhubung & Inklusif

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 15:46 WIB

Reformasi 98 Disebut Gagal, Penjahat Masa Lalu Kini Jadi Pahlawan

Reformasi 98 Disebut Gagal, Penjahat Masa Lalu Kini Jadi Pahlawan

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 15:33 WIB

Jalan di Lenteng Agung Amblas 3 Meter, Perbaikan Butuh 2-3 Hari

Jalan di Lenteng Agung Amblas 3 Meter, Perbaikan Butuh 2-3 Hari

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 15:09 WIB

Tercatat Jadi Penasihat Little Aresha Daycare, Dosen UGM Ngaku Tak Tahu Struktur Organisasi

Tercatat Jadi Penasihat Little Aresha Daycare, Dosen UGM Ngaku Tak Tahu Struktur Organisasi

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 15:00 WIB

Dolar Menggila dan Harga Pangan Naik, Pengelola Dapur Khawatir Gizi MBG Tak Optimal

Dolar Menggila dan Harga Pangan Naik, Pengelola Dapur Khawatir Gizi MBG Tak Optimal

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 14:57 WIB

Geger! Pria Ditemukan Tewas Tergantung di Danau Sunter, Videonya Viral di Medsos

Geger! Pria Ditemukan Tewas Tergantung di Danau Sunter, Videonya Viral di Medsos

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 14:45 WIB