- Pupuk Indonesia borong penghargaan Anugerah BUMN 2026 berkat efisiensi dan GCG kuat.
- Dirut Rahmad Pribadi jadi CEO Visionary Leadership, fokus revitalisasi 7 pabrik pupuk.
- Transformasi Pupuk Indonesia dukung swasembada pangan dan sukses turunkan HET pupuk 20%.
Suara.com - PT Pupuk Indonesia (Persero) terus memperkuat posisinya sebagai tulang punggung ketahanan pangan nasional melalui penguatan efisiensi dan tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance/GCG). Komitmen ini pun membuahkan apresiasi luas dalam ajang bergengsi Anugerah BUMN 2026.
Upaya strategis perseroan dinilai tidak hanya meningkatkan daya saing industri pupuk di kancah global, tetapi juga menjadi fondasi kuat bagi program swasembada pangan jangka panjang pemerintah.
Atas kepemimpinan transformatif tersebut, Direktur Utama Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi, dinobatkan sebagai The Best CEO Visionary Leadership pada kategori BUMN dan Anak Perusahaan BUMN Tbk. Tak hanya kepemimpinan, secara korporasi Pupuk Indonesia juga menyabet tiga penghargaan utama yakni Terbaik 1 Strategi Pertumbuhan Terbaik, Terbaik 1 Kolaborasi Strategi Terbaik, dan Terbaik 2 Transformasi Organisasi Perusahaan Terbaik.
"Bagi Pupuk Indonesia, transformasi bisnis merupakan keniscayaan melalui perbaikan revitalisasi pabrik yang diikuti penguatan tata kelola sebagai fondasi utama untuk menjaga kinerja perusahaan," ujar Rahmad Pribadi dalam keterangannya.
Rahmad menekankan bahwa penguatan ini bertujuan utama untuk memastikan keberlanjutan swasembada pangan Indonesia. Di bawah kepemimpinannya, Pupuk Indonesia tengah memacu revitalisasi 7 pabrik dalam lima tahun ke depan serta memperkuat jaringan distribusi di seluruh pelosok negeri.
Salah satu dampak nyata dari efisiensi ini adalah keberhasilan pemerintah menurunkan Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk bersubsidi sebesar 20% pada Oktober 2025 lalu. Langkah ini sejalan dengan mandat Perpres Nomor 113 Tahun 2026 tentang penyempurnaan tata kelola pupuk subsidi.
Selain fokus domestik, Pupuk Indonesia juga kian agresif di pasar internasional. Kolaborasi strategis dengan raksasa seperti PETRONAS Chemicals Group dan Somiphos asal Aljazair menjadi bukti nyata penguatan rantai pasok bahan baku urea, amonia, dan fosfat.
Ke depan, Pupuk Indonesia telah menyiapkan peta jalan ekspansi melalui pengembangan metanol, clean ammonia, hingga bisnis industrial support.
"Penghargaan ini menjadi dorongan bagi kami untuk terus meningkatkan efisiensi dan memastikan Pupuk Indonesia Grup berkontribusi nyata bagi pembangunan ekonomi nasional," pungkas Rahmad.
Baca Juga: Peringati 1 Tahun Danantara, Pupuk Indonesia Group Salurkan Paket Perlengkapan Sekolah