Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.236,126
LQ45 621,244
Srikehati 303,451
JII 370,013
USD/IDR 18.053

Transformasi Bisnis Pupuk Indonesia: Turunkan HET 20% Hingga Revitalisasi 7 Pabrik

Mohammad Fadil Djailani

Senin, 16 Maret 2026 | 07:57 WIB
Transformasi Bisnis Pupuk Indonesia: Turunkan HET 20% Hingga Revitalisasi 7 Pabrik
Direktur Utama PT Pupuk Indonesia Rahmad Pribad. Foto Antara.
baca 10 detik
  • Pupuk Indonesia borong penghargaan Anugerah BUMN 2026 berkat efisiensi dan GCG kuat.
  • Dirut Rahmad Pribadi jadi CEO Visionary Leadership, fokus revitalisasi 7 pabrik pupuk.
  • Transformasi Pupuk Indonesia dukung swasembada pangan dan sukses turunkan HET pupuk 20%.

Suara.com - PT Pupuk Indonesia (Persero) terus memperkuat posisinya sebagai tulang punggung ketahanan pangan nasional melalui penguatan efisiensi dan tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance/GCG). Komitmen ini pun membuahkan apresiasi luas dalam ajang bergengsi Anugerah BUMN 2026.

Upaya strategis perseroan dinilai tidak hanya meningkatkan daya saing industri pupuk di kancah global, tetapi juga menjadi fondasi kuat bagi program swasembada pangan jangka panjang pemerintah.

Atas kepemimpinan transformatif tersebut, Direktur Utama Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi, dinobatkan sebagai The Best CEO Visionary Leadership pada kategori BUMN dan Anak Perusahaan BUMN Tbk. Tak hanya kepemimpinan, secara korporasi Pupuk Indonesia juga menyabet tiga penghargaan utama yakni Terbaik 1 Strategi Pertumbuhan Terbaik, Terbaik 1 Kolaborasi Strategi Terbaik, dan Terbaik 2 Transformasi Organisasi Perusahaan Terbaik.

"Bagi Pupuk Indonesia, transformasi bisnis merupakan keniscayaan melalui perbaikan revitalisasi pabrik yang diikuti penguatan tata kelola sebagai fondasi utama untuk menjaga kinerja perusahaan," ujar Rahmad Pribadi dalam keterangannya.

Rahmad menekankan bahwa penguatan ini bertujuan utama untuk memastikan keberlanjutan swasembada pangan Indonesia. Di bawah kepemimpinannya, Pupuk Indonesia tengah memacu revitalisasi 7 pabrik dalam lima tahun ke depan serta memperkuat jaringan distribusi di seluruh pelosok negeri.

Salah satu dampak nyata dari efisiensi ini adalah keberhasilan pemerintah menurunkan Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk bersubsidi sebesar 20% pada Oktober 2025 lalu. Langkah ini sejalan dengan mandat Perpres Nomor 113 Tahun 2026 tentang penyempurnaan tata kelola pupuk subsidi.

Selain fokus domestik, Pupuk Indonesia juga kian agresif di pasar internasional. Kolaborasi strategis dengan raksasa seperti PETRONAS Chemicals Group dan Somiphos asal Aljazair menjadi bukti nyata penguatan rantai pasok bahan baku urea, amonia, dan fosfat.

Ke depan, Pupuk Indonesia telah menyiapkan peta jalan ekspansi melalui pengembangan metanol, clean ammonia, hingga bisnis industrial support.

"Penghargaan ini menjadi dorongan bagi kami untuk terus meningkatkan efisiensi dan memastikan Pupuk Indonesia Grup berkontribusi nyata bagi pembangunan ekonomi nasional," pungkas Rahmad.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Peringati 1 Tahun Danantara, Pupuk Indonesia Group Salurkan Paket Perlengkapan Sekolah

Peringati 1 Tahun Danantara, Pupuk Indonesia Group Salurkan Paket Perlengkapan Sekolah

Bisnis | Sabtu, 14 Maret 2026 | 16:57 WIB

Dukung Swasembada, Pupuk Indonesia Jaga Ketersediaan Pupuk Nonsubsidi di Wilayah Indonesia Timur

Dukung Swasembada, Pupuk Indonesia Jaga Ketersediaan Pupuk Nonsubsidi di Wilayah Indonesia Timur

Bisnis | Jum'at, 13 Maret 2026 | 14:51 WIB

Gegara Perang, Zulhas Klaim RI Kebanjiran Order Pupuk Urea dari Negara Lain

Gegara Perang, Zulhas Klaim RI Kebanjiran Order Pupuk Urea dari Negara Lain

Bisnis | Kamis, 12 Maret 2026 | 19:34 WIB

Terkini

Begal Salah Pilih Korban, Wanita di Palembang Berani Melawan hingga Pelaku Ditangkap

Begal Salah Pilih Korban, Wanita di Palembang Berani Melawan hingga Pelaku Ditangkap

Sumsel | Senin, 03 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3

Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3

Bola | Senin, 03 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik

Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik

Lifestyle | Senin, 03 Agustus 2026 | 22:46 WIB

Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan

Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan

Sumsel | Senin, 03 Agustus 2026 | 22:41 WIB

Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis

Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis

Lifestyle | Senin, 03 Agustus 2026 | 22:30 WIB

Klasemen Piala AFF 2026 Usai Timnas Indonesia Digebuk Vietnam: Wajib Menang di Singapura

Klasemen Piala AFF 2026 Usai Timnas Indonesia Digebuk Vietnam: Wajib Menang di Singapura

Bola | Senin, 03 Agustus 2026 | 22:24 WIB

Mengapa Direktur Bus ALS Jadi Tersangka? Polisi Periksa 50 Saksi sebelum Naikkan Kasus ke Penyidikan

Mengapa Direktur Bus ALS Jadi Tersangka? Polisi Periksa 50 Saksi sebelum Naikkan Kasus ke Penyidikan

Sumsel | Senin, 03 Agustus 2026 | 22:16 WIB

Polda Metro Jaya Siap Ladeni 'Serangan' Praperadilan Keempat Roy Suryo

Polda Metro Jaya Siap Ladeni 'Serangan' Praperadilan Keempat Roy Suryo

News | Senin, 03 Agustus 2026 | 22:15 WIB

Ada Anomali dalam Kebakaran BYD Seal di Cikampek, Investigasi Masih Berlangsung

Ada Anomali dalam Kebakaran BYD Seal di Cikampek, Investigasi Masih Berlangsung

Otomotif | Senin, 03 Agustus 2026 | 22:09 WIB

30 Juta Cowok di China Jomblo, Mak Comblang Jadi Ladang Bisnis Cuan

30 Juta Cowok di China Jomblo, Mak Comblang Jadi Ladang Bisnis Cuan

News | Senin, 03 Agustus 2026 | 22:05 WIB

×