JK Klarifikasi Pernyataan Soal Poso-Ambon: Saya Bicara Realita Sosiologis, Bukan Dogma Agama

Dwi Bowo Raharjo, Bagaskara Isdiansyah

Sabtu, 18 April 2026 | 18:40 WIB
JK Klarifikasi Pernyataan Soal Poso-Ambon: Saya Bicara Realita Sosiologis, Bukan Dogma Agama
Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK), menegaskan dirinya sama sekali tidak sedang membahas dogma atau ideologi agama terkait pernyataannya di Universitas Gadjah Mada (UGM) yang berujung dilaporkan ke polisi. (Suara.com/Bagaskara)
baca 10 detik
  • Jusuf Kalla dilaporkan ke Polda Metro Jaya pada 12 April 2026 oleh sejumlah organisasi Kristen dan Katolik.
  • Laporan tersebut dipicu pernyataan JK di UGM mengenai konsep syahid dan martir dalam konflik Poso-Ambon.
  • JK menegaskan penjelasannya bertujuan memberikan edukasi sejarah agar agama tidak kembali disalahgunakan untuk konflik politik ke depan.

Suara.com - Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK), menegaskan dirinya sama sekali tidak sedang membahas dogma atau ideologi agama terkait pernyataannya di Universitas Gadjah Mada (UGM) yang berujung dilaporkan ke polisi.

JK menegaskan dirinya memaparkan realita sosiologis yang terjadi saat konflik Poso dan Ambon pecah.

Ia menjelaskan, bahwa pernyataannya mengenai konsep "syahid" dan "martir" harus dilihat dalam konteks situasi perang di lapangan saat itu, bukan sebagai ajaran agama yang umum.

"Saya tidak bicara tentang dogma agama, saya tidak bicara tentang ideologi agama. Saya bicara tentang kenapa mereka saling membunuh? Apakah ada ajaran Islam atau Kristen yang mengajarkan itu? Tidak ada. Mereka semua melanggar ajaran agama," tegas JK dalam konferensi persnya di kediamannya, di Kawasan Jakarta Selatan, Sabtu (18/4/2026).

Mengenai penggunaan istilah "syahid" yang dipersoalkan, JK menjelaskan, bahwa hal itu ia sampaikan karena audiens di UGM berada di lingkungan masjid dan pada momen bulan Ramadan.

Ia ingin jemaah memahami bagaimana para pelaku konflik saat itu memandang tindakan mereka.

"Saya pakai kata syahid bukan martir karena saya di masjid. Saya bicara supaya jemaah tahu bahwa saat itu mereka (pelaku konflik) merasa berjuang untuk agama. Islam menganggap begitu, Kristen juga menganggap begitu. Padahal dalam Islam dan Kristen yang saya baca, itu tidak boleh," jelasnya.

JK menekankan bahwa pernyataannya merujuk spesifik pada kelompok yang bertikai di Poso dan Ambon pada masa itu, bukan kepada pemeluk agama Islam atau Kristen secara keseluruhan di Indonesia.

"Saya tidak katakan Islam seluruhnya, Kristen seluruhnya. Konteksnya cuma dua kalimat saja setelah saya bicara internasional. Saya tegaskan, tidak ada ajaran agama (untuk membunuh). Yang terjadi adalah agama diselewengkan," kata dia.

baca juga

Untuk mengingatkan pentingnya tidak membawa agama ke dalam ranah politik, JK kembali menggambarkan betapa mengerikannya dampak dari penyelewengan agama dalam konflik tersebut.

Ia menyebut konflik Poso-Ambon sebagai salah satu yang terganas dalam sejarah Indonesia.

"Ini perang karena agama yang dipakai, tapi diselewengkan. Konfliknya terganas setelah G30S. Tidak ada konflik lain yang orang potong kepala baru dijadikan bola sepak. Rumah teman dibakar hanya karena beda agama. Itulah yang ingin saya gambarkan kepada Anda semua," katanya.

JK menyayangkan jika penjelasannya mengenai sejarah kelam ini justru dipahami secara keliru sebagai penistaan.

Baginya, menceritakan kenyataan pahit tersebut adalah bagian dari upaya edukasi agar bangsa Indonesia, terutama calon pemimpin, tidak lagi menggunakan agama sebagai alat pemicu konflik di masa depan.

Mantan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla, melaporkan dugaan pencemaran nama baik ke Bareskrim Polri pada Rabu (8/4/2026) [Suara.com/Tim Media JK]
Mantan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla, melaporkan dugaan pencemaran nama baik ke Bareskrim Polri pada Rabu (8/4/2026) [Suara.com/Tim Media JK]

Diketahui, Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) bersama Pemuda Katolik dan perwakilan sejumlah organisasi kemasyarakatan sebelumnya melaporkan Jusuf Kalla ke Polda Metro Jaya, Minggu (12/4/2026) malam.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dipolisikan karena Tuduhan Penistaan Agama, JK: Ceramah di UGM Adalah Tentang Perdamaian

Dipolisikan karena Tuduhan Penistaan Agama, JK: Ceramah di UGM Adalah Tentang Perdamaian

News | Sabtu, 18 April 2026 | 18:06 WIB

Tepis Tudingan Penistaan Agama, JK Putar Video Konflik Poso dan Maluku: Itu Sejarah Kekejaman

Tepis Tudingan Penistaan Agama, JK Putar Video Konflik Poso dan Maluku: Itu Sejarah Kekejaman

News | Sabtu, 18 April 2026 | 17:52 WIB

Nyatakan Netral, PSI Siap Mediasi Sahat-JK

Nyatakan Netral, PSI Siap Mediasi Sahat-JK

News | Kamis, 16 April 2026 | 19:12 WIB

Ustaz Abdul Somad Unggah Foto Bareng Jusuf Kalla, Singgung Soal 'Makar'

Ustaz Abdul Somad Unggah Foto Bareng Jusuf Kalla, Singgung Soal 'Makar'

Entertainment | Rabu, 15 April 2026 | 17:50 WIB

Terkini

Semangat Aksara dalam Festival Kebudayaan Yogyakarta 2026

Semangat Aksara dalam Festival Kebudayaan Yogyakarta 2026

Jogja | Kamis, 17 September 2026 | 12:37 WIB

Rekam Jejak Sosok 61 Tahun Muhammad Herindra Ketum Esports yang Panen Nyinyiran Publik

Rekam Jejak Sosok 61 Tahun Muhammad Herindra Ketum Esports yang Panen Nyinyiran Publik

Entertainment | Kamis, 17 September 2026 | 12:36 WIB

Kasus TPPU Batubara, KPK Panggil Anggota DPRD DKI Jakarta Bebizie

Kasus TPPU Batubara, KPK Panggil Anggota DPRD DKI Jakarta Bebizie

News | Kamis, 17 September 2026 | 12:35 WIB

Media Sosial vs Buku: Apakah Membaca Sesuatu yang Disukai Benar-benar Bikin Pintar?

Media Sosial vs Buku: Apakah Membaca Sesuatu yang Disukai Benar-benar Bikin Pintar?

Your Say | Kamis, 17 September 2026 | 12:34 WIB

Wakil Rektor Hingga Dosen Unsoed Dicecar KPK Soal Penerimaan Mahasiswa Baru

Wakil Rektor Hingga Dosen Unsoed Dicecar KPK Soal Penerimaan Mahasiswa Baru

News | Kamis, 17 September 2026 | 12:31 WIB

Jadi MVP Persib vs FC Seoul, Teja Paku Alam Catat 5 Penyelamatan Penting

Jadi MVP Persib vs FC Seoul, Teja Paku Alam Catat 5 Penyelamatan Penting

Bola | Kamis, 17 September 2026 | 12:29 WIB

Update Kasus Biksu Mesum Thailand: Muncul Uang Rp71 Miliar, Polisi Temukan Bukti Baru

Update Kasus Biksu Mesum Thailand: Muncul Uang Rp71 Miliar, Polisi Temukan Bukti Baru

News | Kamis, 17 September 2026 | 12:26 WIB

APAR SNI Bersertifikat TKDN: Standar Baru Proteksi Kebakaran yang Menguatkan Industri Nasional

APAR SNI Bersertifikat TKDN: Standar Baru Proteksi Kebakaran yang Menguatkan Industri Nasional

Bisnis | Kamis, 17 September 2026 | 12:26 WIB

Gajah di PLG Minas Mati, Sempat Berjuang Melawan Sakit

Gajah di PLG Minas Mati, Sempat Berjuang Melawan Sakit

Riau | Kamis, 17 September 2026 | 12:25 WIB

Apa Saja Varian Sheet Mask Bio Aqua dan Manfaatnya? Cek 13 Bedanya Sesuai Kondisi Kulit

Apa Saja Varian Sheet Mask Bio Aqua dan Manfaatnya? Cek 13 Bedanya Sesuai Kondisi Kulit

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 12:24 WIB

×