Daur Ulang Air Wudhu hingga Panel Surya, Jejak Kampus Muhammadiyah Menuju Transisi Energi

Chyntia Sami Bhayangkara

Senin, 20 April 2026 | 22:15 WIB
Daur Ulang Air Wudhu hingga Panel Surya, Jejak Kampus Muhammadiyah Menuju Transisi Energi
Pria sedang berwudhu di Masjid Walidah Dahlan Unisa (Suara.com/Chyntia Sami)
baca 10 detik
  • Universitas Ahmad Dahlan dan Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta menerapkan sistem daur ulang air wudhu untuk mendukung keberlanjutan lingkungan.
  • Kampus-kampus Muhammadiyah tersebut melakukan efisiensi energi melalui penggunaan perangkat hemat listrik dan rencana instalasi panel surya.
  • Inisiatif ini bertujuan menekan emisi, menghemat biaya operasional, serta mengubah kebiasaan civitas akademika dalam melestarikan lingkungan sekitar.

Dalam satu hari, Masjid Islamic Center UAD menghasilkan sekitar 10 meter kubik air bekas wudhu. Air tersebut dialirkan ke bak penampungan, lalu melalui beberapa tahap penyaringan sebelum kembali digunakan.

Bekas air wudhu yang telah diolah tersebut dimanfaatkan untuk kebutuhan non-konsumsi seperti penyiraman tanaman dan flush toilet. Upaya serupa juga diterapkan pada air hujan yang ditangkap dari atap gedung dan dialirkan ke sistem penampungan.

“Kampus UAD memang didesain agar air tidak keluar begitu saja, tetapi bisa diolah dan digunakan kembali,” ujar Zahrul saat ditemui, Rabu (8/4/2026).

Tidak hanya daur ulang air wudhu dan air hujan, kampus ini juga mendorong gerakan efisiensi energi sebagai bagian dari kebijakan ramah lingkungan yang dijalankan secara bertahap.

Langkah-langkah yang ditempuh terbilang sederhana, namun konsisten. Mulai dari mengganti lampu konvensional dengan LED, menggunakan pendingin ruangan (AC) inverter yang lebih hemat energi, hingga mengatur suhu AC maksimal 20 derajat Celsius.

Selain itu, civitas kampus juga didorong untuk mencabut aliran listrik dari perangkat yang tidak digunakan, membatasi penggunaan lift, serta memanfaatkan lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) berbasis panel surya di seluruh area kampus.

Meski terlihat kecil di tingkat individu, akumulasi dari kebiasaan tersebut berdampak nyata. Pada 2024, konsumsi listrik seluruh kampus UAD tercatat mencapai 7.206.094 kWh dengan biaya sekitar Rp7,5 miliar. Setelah gerakan efisiensi dijalankan lebih masif, konsumsi listrik turun menjadi 6.353.876 kWh, dengan pengeluaran berkurang menjadi sekitar Rp6,6 miliar.

“Hasilnya signifikan, biaya listrik bisa hemat Rp837 juta atau sekitar 11 persen,” ujar Zahrul.

Percobaan instalasi panel surya di UAD (Suara.com/Chyntia Sami)
Percobaan instalasi panel surya di UAD (Suara.com/Chyntia Sami)

Langkah efisiensi energi di Universitas Ahmad Dahlan juga terus dikembangkan. Saat ini, kampus tersebut tengah menyiapkan rencana yang lebih besar melalui pemanfaatan energi terbarukan.

UAD merencanakan pembangunan 830 unit panel surya dengan total kapasitas daya mencapai 506,3 kWp. Proyek ini diperkirakan menelan biaya sekitar Rp12 miliar dan ditargetkan mulai direalisasikan pada 2026.

Meski demikian, proses transisi energi tidak berjalan mulus tanpa hambatan. Pada tahap awal penerapan kebijakan, Zahrul mengaku stafnya di bagian Biro Sarana dan Prasarana kerap kali mendapatkan keluhan dari para civitas, terutama terkait AC yang terasa kurang dingin karena tidak bisa diatur dibawah suhu 20 derajat celcius.

Beberapa civitas juga masih sering lupa mematikan perangkat kerja komputer setelah selesai bekerja, lupa mematikan saklar lampu dan sebagainya. Zahrul mengakui, tantangan terberat dalam kebijakan efisiensi energi bukan pada teknologi melainkan mengubah kebiasaan sehari-hari.

Namun upaya itu tidak berhenti. Sosialisasi terus dilakukan, mulai dari pengumuman di grup internal hingga saling mengingatkan antarpegawai. Perlahan, kebiasaan baru mulai terbentuk.

Menariknya, inovasi juga memberi dampak tambahan. Lampu PJU berbasis panel surya yang dipasang di lingkungan kampus dilengkapi sensor gerak. Saat malam hari, lampu akan menyala ketika mendeteksi pergerakan. Bagi petugas keamanan, sistem ini menjadi penanda jika masih ada aktivitas di area tertentu, sekaligus membantu meningkatkan pengawasan di lingkungan kampus.

Aktivitas ibadah di dalam Masjid Walidah Dahlan Unisa (Suara.com/Chyntia Sami)
Aktivitas ibadah di dalam Masjid Walidah Dahlan Unisa (Suara.com/Chyntia Sami)

Daur Ulang Air Wudhu hingga Proyek Fikih Hijau di Unisa

Selain UAD, praktik daur ulang air wudhu juga dijalankan oleh kampus jaringan Muhammadiyah lainnya, yakni Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta (Unisa). Pengelolaan air wudhu di kampus ini terintegrasi dengan konsep masjid ramah lingkungan, lansia, anak, dan disabilitas yang sudah dirancang sejak awal pembangunan.

Masjid yang diberi nama Masjid Walidah Dahlan ini dapat menampung 5.000 jemaah dan terbuka untuk umum. Masyarakat sekitar juga bisa melakukan ibadah di masjid tersebut, bahkan ada pula kegiatan TPA anak-anak yang dilakukan di masjid ini setiap hari.

Ketua Takmir Masjid Walidah Dahlan, Dr. M. Nurdin Zuhdi, S.Th.I, M.S.I, mengatakan konsep ramah lingkungan menjadi bagian dari nilai yang ingin dihadirkan. Sebagai kampus berbasis kesehatan yang berlandaskan ajaran Islam, Unisa berupaya memastikan pembangunan masjid juga sejalan dengan prinsip menjaga kelestarian alam.

“Jangan sampai sebagai kampus Islami dengan masjid besar dan megah tapi tidak berkontribusi dalam menjaga kelestarian lingkungan,” ujar Nurdin.

Desain bangunan masjid dirancang dengan sirkulasi udara yang baik dan pencahayaan alami yang maksimal. Konsep bangunan ini membuat aktivitas di siang hari tidak bergantung pada lampu maupun pendingin ruangan.

Dalam sehari, masjid ini menghasilkan sekitar 3–4 meter kubik air bekas wudhu. Seluruh air tersebut dialirkan ke dua ground water tank di sisi barat dan timur, masing-masing berkapasitas 10 meter kubik. Dari sana, air diolah melalui beberapa tahap penyaringan menggunakan pasir silika, karbon aktif, dan mangan. Hasilnya dimanfaatkan kembali untuk menyiram tanaman serta mengisi kolam ikan di halaman depan masjid

Instalasi daur ulang air wudhu Unisa (Suara.com/Chyntia Sami)
Instalasi daur ulang air wudhu Unisa (Suara.com/Chyntia Sami)

Agar sistem ini berjalan optimal, perawatan dilakukan secara berkala. Setiap dua bulan dilakukan backwash atau pembersihan filter, pemeriksaan pompa dilakukan tiap tiga bulan, sementara pengurasan tangki penampungan dijadwalkan setiap enam bulan.

Upaya menjaga lingkungan di Unisa tidak berhenti pada aspek teknis. Kesadaran ekologis juga dibangun melalui pendekatan akademik, salah satunya lewat proyek Fikih Hijau yang digagas Nurdin.

Berangkat dari kegelisahan melihat dampak perubahan iklim yang semakin nyata, proyek ini mengajak mahasiswa memahami hubungan antara ajaran agama dan tanggung jawab terhadap lingkungan.

Namun pembelajaran tidak berhenti pada teori. Mahasiswa didorong keluar dari ruang kelas untuk merancang dan menjalankan program pelestarian lingkungan secara langsung.

"Agama itu bukan sekadar slogan dan ayat. Jadi bagaimana agama diturunkan dalam mata kuliah, lalu diturunkan lagi dalam gerakan-gerakan yang berdampak jangka panjang di tengah masyarakat yang dilakukan mahasiswa," ujar Nurdin.

Peluang Transisi Energi yang Besar

Pakar energi dari Universitas Gadjah Mada, Dr. Ir. Rachmawan Budiarto, S.T., M.T., IPU mengapresiasi berbagai praktik baik transisi energi yang dikerjakan oleh kampus-kampus jaringan Muhammadiyah.

Menurutnya, praktik daur ulang air wudhu tidak hanya berdampak pada penghematan air, tetapi juga memperkuat upaya konservasi lingkungan. Air yang selama ini dianggap sumber daya terbarukan, pada kenyataannya tetap memiliki batas ketersediaan jika tidak dikelola dengan bijak.

"Di sisi ini, nilai konservasi lingkungannya juga strategis," ujar Rachmawan saat dihubungi.

Ia melihat praktik tersebut sebagai bagian dari penerapan konsep ekonomi sirkular, yakni sumber daya yang ada dapat dimanfaatkan secara berulang untuk meminimalkan limbah. Dalam konteks ini, Muhammadiyah dinilai telah menunjukkan komitmen nyata melalui langkah-langkah yang aplikatif.

"Jika Muhammadiyah bisa menginspirasi replika luas tentu strategis," katanya.

Sementara itu, Hening Parlan kini mendorong langkah yang lebih mendasar: mengubah cara pandang terhadap transisi energi. Melalui Program 1000 Cahaya Muhammadiyah, ia menggandeng ranting Muhammadiyah di berbagai daerah untuk mulai menerapkan efisiensi energi hingga beralih ke sumber energi terbarukan sebagai upaya memperluas dampak praktik yang sudah berjalan di Unisa dan UAD.

Dalam salah satu forum bersama perwakilan ranting Muhammadiyah, muncul kesepakatan awal yakni setiap ranting didorong memiliki setidaknya satu sumber energi terbarukan. Meski masih dalam tahap pembahasan, gagasan ini dinilai sebagai pijakan penting untuk mendorong transisi energi berbasis komunitas.

“Bayangkan kalau ranting Muhammadiyah yang jumlahnya sekitar 4.000 membangun energi terbarukan, hampir pasti mereka sudah mengerjakan efisiensi dan transisi,” ujar Hening.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Atasi Masalah Ini, Mahasiswa KKN Alternatif 104 UAD Sukseskan Program Bank Sampah di Sorosutan

Atasi Masalah Ini, Mahasiswa KKN Alternatif 104 UAD Sukseskan Program Bank Sampah di Sorosutan

Your Say | Sabtu, 04 Juli 2026 | 14:29 WIB

Menangkap Matahari Mengubahnya Jadi Listrik, Kisah Masjid Mujahidin Menuju Energi Bersih

Menangkap Matahari Mengubahnya Jadi Listrik, Kisah Masjid Mujahidin Menuju Energi Bersih

News | Senin, 20 April 2026 | 23:45 WIB

Mencetak Generasi Peduli Lingkungan yang Bertanggung Jawab Melalui Proyek Fikih Hijau

Mencetak Generasi Peduli Lingkungan yang Bertanggung Jawab Melalui Proyek Fikih Hijau

News | Senin, 20 April 2026 | 20:57 WIB

Bumi Watu Obong Jadi Wajah Budaya Gunungkidul di Malam Puncak Mataf Unisa

Bumi Watu Obong Jadi Wajah Budaya Gunungkidul di Malam Puncak Mataf Unisa

Your Say | Kamis, 02 Oktober 2025 | 20:15 WIB

Sangaji Unisa Yogyakarta, Jawaban atas Keresahan Mental Generasi Muda?

Sangaji Unisa Yogyakarta, Jawaban atas Keresahan Mental Generasi Muda?

Your Say | Selasa, 30 September 2025 | 13:56 WIB

Dosen FKIP UAD Gelar Pelatihan Pembuatan Media Pembelajaran Berbasis AR di Sekolah Islam Suansanti, Thailand

Dosen FKIP UAD Gelar Pelatihan Pembuatan Media Pembelajaran Berbasis AR di Sekolah Islam Suansanti, Thailand

Your Say | Jum'at, 31 Mei 2024 | 10:20 WIB

Pancing Kreativitas Mahasiswa: PBI UAD Sukses Adakan Seminar Series

Pancing Kreativitas Mahasiswa: PBI UAD Sukses Adakan Seminar Series

Your Say | Jum'at, 19 Januari 2024 | 13:22 WIB

Terkini

Review Film Ip Man: Kung Fu Legend, Keadilan Ditegakkan Lewat Wing Chun!

Review Film Ip Man: Kung Fu Legend, Keadilan Ditegakkan Lewat Wing Chun!

Your Say | Kamis, 23 Juli 2026 | 10:30 WIB

Kasus Eks Jampidsus Dinilai Momentum Menguji Komitmen Negara Berantas Korupsi

Kasus Eks Jampidsus Dinilai Momentum Menguji Komitmen Negara Berantas Korupsi

News | Kamis, 23 Juli 2026 | 10:30 WIB

Penjualan Honda Terjun Bebas saat Gandeng GAC di China

Penjualan Honda Terjun Bebas saat Gandeng GAC di China

Otomotif | Kamis, 23 Juli 2026 | 10:29 WIB

Pesawat Tempur Siluman Hingga Pengebom AS Dikirim ke Medan Perang Iran, Ratusan Dokter Stand By

Pesawat Tempur Siluman Hingga Pengebom AS Dikirim ke Medan Perang Iran, Ratusan Dokter Stand By

News | Kamis, 23 Juli 2026 | 10:26 WIB

Timnas Putri Indonesia Back-to-Back Juara Piala AFF 2026, Erick Thohir Angkat Topi

Timnas Putri Indonesia Back-to-Back Juara Piala AFF 2026, Erick Thohir Angkat Topi

Bola | Kamis, 23 Juli 2026 | 10:25 WIB

Hari Anak Nasional 2026, Gubernur Khofifah Dorong Pemenuhan Hak Anak sebagai Investasi Bangsa

Hari Anak Nasional 2026, Gubernur Khofifah Dorong Pemenuhan Hak Anak sebagai Investasi Bangsa

Jatim | Kamis, 23 Juli 2026 | 10:24 WIB

Satu Pakaian, Sejuta Harapan: CSR ibis Styles Bogor Pajajaran Bersama Yayasan Gemilang Indonesia

Satu Pakaian, Sejuta Harapan: CSR ibis Styles Bogor Pajajaran Bersama Yayasan Gemilang Indonesia

Bogor | Kamis, 23 Juli 2026 | 10:21 WIB

Nanik Tetap Jabat Komisaris Pertamina Usai Mundur dari BGN, Tunjangannya Lebih Besar

Nanik Tetap Jabat Komisaris Pertamina Usai Mundur dari BGN, Tunjangannya Lebih Besar

Bisnis | Kamis, 23 Juli 2026 | 10:18 WIB

Selat Hormuz Bakal Jadi 'Neraka Dunia', Ranjau Tanker Siap Meledak Kapan Saja

Selat Hormuz Bakal Jadi 'Neraka Dunia', Ranjau Tanker Siap Meledak Kapan Saja

News | Kamis, 23 Juli 2026 | 10:10 WIB

Harga Tiket Piala Presiden 2026 Murah Meriah, Seharga Dua Gelas Kopi!

Harga Tiket Piala Presiden 2026 Murah Meriah, Seharga Dua Gelas Kopi!

Bola | Kamis, 23 Juli 2026 | 10:10 WIB

×