Siapa Ahmad Vahidi? Komandan Baru IRGC Iran Jadi Sosok Menakutkan Bagi AS dan Israel

Pebriansyah Ariefana | Suara.com

Selasa, 21 April 2026 | 13:30 WIB
Siapa Ahmad Vahidi? Komandan Baru IRGC Iran Jadi Sosok Menakutkan Bagi AS dan Israel
Ahmad Vahidi (FOX)
  • Ahmad Vahidi pimpin IRGC, membawa ideologi radikal yang mengancam stabilitas kawasan Timur Tengah.

  • Rekam jejak Vahidi melibatkan serangan teror global dan penindasan brutal terhadap demonstran Iran.

  • Penunjukan ini memicu keraguan atas komitmen Iran terhadap gencatan senjata dengan Amerika Serikat.

Suara.com - Penunjukan Ahmad Vahidi sebagai pemimpin tertinggi Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menandai babak baru ketegangan geopolitik Iran.

Vahidi kini menjadi sosok sentral yang menentukan nasib gencatan senjata di tengah tenggat waktu ketat dari Presiden Donald Trump.

Kehadirannya di puncak hierarki militer mengaburkan pengaruh Presiden Masoud Pezeshkian dalam pengambilan keputusan strategis negara tersebut.

Ahmad Vahidi (Fox/Nur Foto)
Ahmad Vahidi (Fox/Nur Foto)

Para analis menilai langkah ini sebagai sinyal kuat bahwa mesin perang Teheran kini memegang kendali penuh atas kebijakan luar negeri.

Naiknya tokoh ekstrem ini memicu kekhawatiran besar akan kembalinya aksi konfrontasi bersenjata yang lebih brutal di kawasan Timur Tengah.

"Menurut standar apa pun, Vahidi dianggap sebagai seorang radikal bahkan di antara elit garis keras rezim, dan kenaikannya adalah peringatan bahwa mesin perang Teheran sekarang memegang kendali," kata Lisa Daftari, analis kebijakan luar negeri dan jurnalis, kepada Fox News Digital.

Daftari juga menekankan bahwa penempatan figur dengan masa lalu kelam membuktikan Iran sama sekali tidak melunak terhadap tekanan global.

"Menempatkan seseorang dengan rekam jejak yang begitu berdarah dan mematikan di pucuk pimpinan Korps Garda Revolusi menegaskan bahwa rezim ini tidak moderat di bawah tekanan. Sebaliknya," tambah Daftari, "rezim ini justru melipatgandakan orang-orang yang kariernya dibangun di atas penyanderaan, pembunuhan, dan penindasan domestik. Menurut standar apa pun, Vahidi dianggap sebagai seorang radikal bahkan di antara elit garis keras rezim, dan kenaikannya adalah peringatan bahwa mesin perang Teheran sekarang memegang kendali."

Kondisi politik formal di Iran saat ini terlihat semakin lemah karena kekuasaan bergeser ke jaringan informal militer.

Struktur pemerintahan sipil mulai terpinggirkan oleh dominasi para perwira tinggi Garda Revolusi yang memiliki hubungan personal kuat.

Pengaruh Vahidi Melampaui Institusi Formal

Behnam Ben Taleblu, peneliti senior di Foundation for Defense of Democracies, menggambarkan Iran sebagai "sistem yang dijalankan oleh manusia, bukan hukum, namun sukses karena melembagakan kekuasaan mereka."

Keputusan krusial kini lebih banyak mengalir melalui tangan dingin para komandan lapangan daripada melalui meja birokrasi pemerintahan sipil.

Beni Sabti dari Institute for National Security Studies menyebut Vahidi sebagai figur yang jauh lebih dominan dibanding tokoh politik lainnya.

Kedekatan akses langsung kepada pemimpin tertinggi memberikan Vahidi kekuatan yang tidak tertandingi oleh pejabat militer mana pun saat ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

AS Dinilai Tak Realistis Soal Nuklir, Perdamaian dengan Iran Sulit Terwujud

AS Dinilai Tak Realistis Soal Nuklir, Perdamaian dengan Iran Sulit Terwujud

News | Selasa, 21 April 2026 | 12:12 WIB

China Kecam AS Sita Kapal Iran di Selat Hormuz, Peringatkan Risikonya

China Kecam AS Sita Kapal Iran di Selat Hormuz, Peringatkan Risikonya

News | Selasa, 21 April 2026 | 12:11 WIB

The Strokes Telanjangi Dosa Amerika Serikat, Kecam Agresi AS-Israel ke Iran

The Strokes Telanjangi Dosa Amerika Serikat, Kecam Agresi AS-Israel ke Iran

News | Selasa, 21 April 2026 | 11:41 WIB

Terkini

Pembangunan 357 Huntap Rampung, Penyintas Bencana Bersiap Tinggalkan Hunian Sementara

Pembangunan 357 Huntap Rampung, Penyintas Bencana Bersiap Tinggalkan Hunian Sementara

News | Senin, 11 Mei 2026 | 18:48 WIB

Juri Cerdas Cermat Empat Pilar Keliru Beri Nilai, Waket MPR Minta Maaf: Kami Evaluasi Total

Juri Cerdas Cermat Empat Pilar Keliru Beri Nilai, Waket MPR Minta Maaf: Kami Evaluasi Total

News | Senin, 11 Mei 2026 | 18:43 WIB

Grace Natalie Siap Tanggung Jawab Buntut Video JK: Tak Ada Pelanggaran Hukum

Grace Natalie Siap Tanggung Jawab Buntut Video JK: Tak Ada Pelanggaran Hukum

News | Senin, 11 Mei 2026 | 18:34 WIB

TAUD Curiga Sidang Militer Jadi Ajang Jebak Andrie Yunus Saat Hadir Bersaksi

TAUD Curiga Sidang Militer Jadi Ajang Jebak Andrie Yunus Saat Hadir Bersaksi

News | Senin, 11 Mei 2026 | 18:24 WIB

Bayar Stafsus Pakai Uang Pribadi, Nadiem Ngaku Rugi Tiap Bulan Selama Jadi Menteri

Bayar Stafsus Pakai Uang Pribadi, Nadiem Ngaku Rugi Tiap Bulan Selama Jadi Menteri

News | Senin, 11 Mei 2026 | 18:19 WIB

Geger Temuan 11 Bayi di Sleman, DPR: Negara Tak Boleh Biarkan Mereka Jadi Korban

Geger Temuan 11 Bayi di Sleman, DPR: Negara Tak Boleh Biarkan Mereka Jadi Korban

News | Senin, 11 Mei 2026 | 17:44 WIB

Polisi Ungkap Penyebab Kematian Pimpinan BPK Haerul Saleh, Bahan Kimia Masih Diselidiki

Polisi Ungkap Penyebab Kematian Pimpinan BPK Haerul Saleh, Bahan Kimia Masih Diselidiki

News | Senin, 11 Mei 2026 | 17:37 WIB

Garudayaksa FC Jadi Sorotan Usai Naik Kasta, DPR: Juara Karena Kualitas, Bukan Perintah Presiden!

Garudayaksa FC Jadi Sorotan Usai Naik Kasta, DPR: Juara Karena Kualitas, Bukan Perintah Presiden!

News | Senin, 11 Mei 2026 | 17:26 WIB

TNI AL Siapkan Pangkalan untuk Kapal Induk Giuseppe Garibaldi, Target Tiba Sebelum HUT TNI

TNI AL Siapkan Pangkalan untuk Kapal Induk Giuseppe Garibaldi, Target Tiba Sebelum HUT TNI

News | Senin, 11 Mei 2026 | 17:24 WIB

Brimob Polda Metro Jaya Masih Berjaga di Markas Judi Online Hayam Wuruk Jakarta Barat

Brimob Polda Metro Jaya Masih Berjaga di Markas Judi Online Hayam Wuruk Jakarta Barat

News | Senin, 11 Mei 2026 | 17:22 WIB