Militer AS Frustrasi Lawan Iran, Donald Trump Malah Bahas Narkoba di Gedung Putih

Arief Apriadi | Suara.com

Rabu, 22 April 2026 | 17:08 WIB
Militer AS Frustrasi Lawan Iran, Donald Trump Malah Bahas Narkoba di Gedung Putih
Di tengah agresi militer AS yang kewalahan melawan Iran, Presiden Donald Trump justru sibuk bahas legalisasi narkoba psikedelik dan melontarkan candaan konyol di Ruang Oval. [IG/@realdonaldtrump]
  • Donald Trump secara mengejutkan tandatangani perintah eksekutif untuk percepat legalisasi medis narkoba psikedelik di saat AS sedang terlibat konflik berat dengan Iran.
  • Sikap abai Trump terlihat jelas saat ia melontarkan candaan untuk meminta narkoba tersebut di Ruang Oval bersama Joe Rogan, yang menuai kritik publik.
  • Fokus aneh Washington pada obat psikedelik ini berbanding terbalik dengan ketangguhan militer Republik Islam Iran yang terus menggagalkan agresi AS di Timur Tengah.

Suara.com - Di tengah situasi militer Amerika Serikat yang kian kewalahan menghadapi Republik Islam Iran, Presiden Donald Trump justru sibuk mengurus pelonggaran aturan narkoba jenis psikedelik.

Pemimpin Gedung Putih tersebut secara mengejutkan menandatangani perintah eksekutif untuk mempercepat pengembangan obat-obatan halusinogen di saat negerinya sedang terseret dalam krisis geopolitik.

Sikap kontroversial ini semakin terlihat jelas ketika Trump dengan santai melontarkan lelucon untuk meminta sedikit narkoba tersebut di Ruang Oval, seolah mengabaikan kegagalan agresi militernya di Timur Tengah.

Prioritas Absurd Gedung Putih di Masa Perang

Donald Trump (Instagram/@realdonaldtrump)
Donald Trump (Instagram/@realdonaldtrump)

Menyitat TIME, pada 18 April, Presiden Donald Trump menandatangani perintah eksekutif yang bertujuan untuk mempercepat pengembangan obat-obatan psikedelik sebagai perawatan medis di Amerika Serikat.

Perintah tersebut mendesak Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) untuk memberikan pertimbangan yang dipercepat bagi psikedelik yang memenuhi kriteria tertentu.

Kebijakan ini juga menuntut Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS untuk mengarahkan dana 50 juta dolar demi menyamai investasi pemerintah negara bagian dalam meneliti psikedelik.

Ilustrasi narkoba (Freepik/freepik)
Ilustrasi narkoba (Freepik/freepik)

Banyak obat psikedelik, termasuk LSD, MDMA yang lebih dikenal sebagai Molly, dan psilocybin, sebenarnya masih berstatus dilarang secara federal di negara tersebut.

Namun, sebuah penelitian menunjukkan bahwa beberapa zat ini diyakini dapat membantu meringankan masalah depresi yang resistan terhadap pengobatan biasa serta gangguan stres pascatrauma (PTSD).

Candaan Narkoba Trump Bersama Joe Rogan

Meskipun perintah eksekutif baru ini tidak secara fundamental mengubah standar keselamatan FDA, para ahli menyebutnya sebagai tindakan simbolis tentang keterbukaan pemerintah yang sangat tidak biasa.

"Disebutkannya psikedelik di Ruang Oval, mendapatkan perhatian yang sangat diprioritaskan dari seorang presiden, adalah sesuatu yang belum pernah terjadi sebelumnya," kata peneliti senior Harvard Law School, Mason Marks.

Zat-zat ini sempat menjadi sorotan publik lebih dari setengah abad yang lalu ketika mantan Presiden Richard Nixon melarangnya sebagai bagian dari kampanye perang melawan narkoba.

Namun, pengumuman Trump yang dilakukan tepat di tengah eskalasi konflik berdarah dengan Iran justru memberikan nada yang sangat kontras.

"Boleh saya minta sedikit?" candanya saat memberikan sambutan dalam acara penandatanganan di Gedung Putih tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dibalik Megahnya USS Gerald R. Ford: Toilet Tersumbat, Serangan AS ke Iran pun Terhambat, Kualat?

Dibalik Megahnya USS Gerald R. Ford: Toilet Tersumbat, Serangan AS ke Iran pun Terhambat, Kualat?

News | Rabu, 22 April 2026 | 17:07 WIB

Menteri Olahraga Iran Ungkap Satu Syarat Mutlak untuk Tampil di Piala Dunia 2026

Menteri Olahraga Iran Ungkap Satu Syarat Mutlak untuk Tampil di Piala Dunia 2026

Bola | Rabu, 22 April 2026 | 16:43 WIB

Kuota Dipangkas, Jalur Diubah: 30 Ribu Jemaah Iran Berangkat Haji di Tengah Perang

Kuota Dipangkas, Jalur Diubah: 30 Ribu Jemaah Iran Berangkat Haji di Tengah Perang

News | Rabu, 22 April 2026 | 16:34 WIB

Warga Yordania Usir Militer AS, Sadar Negaranya Cuma Dijadikan 'Boneka'

Warga Yordania Usir Militer AS, Sadar Negaranya Cuma Dijadikan 'Boneka'

News | Rabu, 22 April 2026 | 15:14 WIB

Perdamaian AS - Iran Makin Runyam, Blokade Laut Donald Trump Sampai Samudra Hindia

Perdamaian AS - Iran Makin Runyam, Blokade Laut Donald Trump Sampai Samudra Hindia

News | Rabu, 22 April 2026 | 14:56 WIB

Terkini

Dibalik Megahnya USS Gerald R. Ford: Toilet Tersumbat, Serangan AS ke Iran pun Terhambat, Kualat?

Dibalik Megahnya USS Gerald R. Ford: Toilet Tersumbat, Serangan AS ke Iran pun Terhambat, Kualat?

News | Rabu, 22 April 2026 | 17:07 WIB

Viral! Hotel di Negara Ini Buat Pengumuman: Hewan dan Orang Yahudi Dilarang Masuk

Viral! Hotel di Negara Ini Buat Pengumuman: Hewan dan Orang Yahudi Dilarang Masuk

News | Rabu, 22 April 2026 | 17:00 WIB

Kejar Target Tembus Top 50 Kota Global, Pramono Anung 'Gerilya' ke Tiongkok hingga Jepang

Kejar Target Tembus Top 50 Kota Global, Pramono Anung 'Gerilya' ke Tiongkok hingga Jepang

News | Rabu, 22 April 2026 | 16:56 WIB

Kritik dr. Tan Shot Yen: Susu Bumil Gimmick Industri, Desak Program Makan Gratis Pakai Pangan Lokal!

Kritik dr. Tan Shot Yen: Susu Bumil Gimmick Industri, Desak Program Makan Gratis Pakai Pangan Lokal!

News | Rabu, 22 April 2026 | 16:50 WIB

Kapal Perang AS Lintasi Selat Malaka, Menlu RI: Patroli di Kawasan

Kapal Perang AS Lintasi Selat Malaka, Menlu RI: Patroli di Kawasan

News | Rabu, 22 April 2026 | 16:50 WIB

Harga BBM dan Elpiji Non-Subsidi Naik, Tulus Cium Aroma Anomali di Lapangan, Apa Itu?

Harga BBM dan Elpiji Non-Subsidi Naik, Tulus Cium Aroma Anomali di Lapangan, Apa Itu?

News | Rabu, 22 April 2026 | 16:47 WIB

Kuota Dipangkas, Jalur Diubah: 30 Ribu Jemaah Iran Berangkat Haji di Tengah Perang

Kuota Dipangkas, Jalur Diubah: 30 Ribu Jemaah Iran Berangkat Haji di Tengah Perang

News | Rabu, 22 April 2026 | 16:34 WIB

Akademisi Tekankan Pengawasan Ketat Aliran Dana Asing, Ini Alasannya

Akademisi Tekankan Pengawasan Ketat Aliran Dana Asing, Ini Alasannya

News | Rabu, 22 April 2026 | 16:23 WIB

Jalur Haji Syam: Rute Legendaris dari Damaskus ke Madinah yang Sarat Makna Spiritual

Jalur Haji Syam: Rute Legendaris dari Damaskus ke Madinah yang Sarat Makna Spiritual

News | Rabu, 22 April 2026 | 16:22 WIB

Iran Gencatan Senjata, Israel Gempur Habis Gaza: Serangan Naik 46 Persen Kata PBB

Iran Gencatan Senjata, Israel Gempur Habis Gaza: Serangan Naik 46 Persen Kata PBB

News | Rabu, 22 April 2026 | 16:21 WIB