- Guru honorer Abdul Azis menerima bantuan motor dari relawan di Jakarta Utara pada 22 April 2026.
- Bantuan diberikan setelah kisah perjuangan Azis bersepeda sejauh sepuluh kilometer setiap hari menjadi viral media sosial.
- Azis mendesak pemerintah segera meningkatkan kesejahteraan guru honorer melalui kebijakan sertifikasi dan pengangkatan status menjadi ASN PPPK.
Selama tujuh tahun menjadi guru honorer sejak 2018, penghasilan Azis perlahan naik dari Rp700 ribu menjadi sekitar Rp2 juta per bulan. Untuk mencukupi kebutuhan, ia juga aktif sebagai dai, mengisi khutbah dan pengajian.
6. Viral dan Dapat Motor Baru
Kisahnya yang viral memicu gerakan donasi dari Relawan Gerak Bareng. Pada Rabu (22/4/2026), Azis menerima motor Honda Genio berwarna krem. Momen penyerahan itu dipenuhi emosi dan rasa syukur dari seluruh warga sekolah.
7. Pesan Keras untuk Pemerintah
Di balik rasa syukurnya, Azis menegaskan bahwa persoalan guru honorer tidak boleh berhenti pada simpati sesaat. Ia mendorong adanya kebijakan konkret dari pemerintah.
Azis menekankan pentingnya reformasi birokrasi pendidikan, termasuk kemudahan akses sertifikasi profesi dan percepatan pengangkatan menjadi PPPK, agar kesejahteraan guru honorer bisa terjamin secara sistematis.
Baginya, bantuan motor adalah berkah. Namun, perjuangan ribuan guru honorer lainnya masih membutuhkan perhatian yang lebih besar dan berkelanjutan.
Reporter: Tsabita Aulia