- Sebanyak 4.708 pekerja di Malaysia mengalami pemutusan hubungan kerja selama 16 hari pertama pada April 2026.
- Menteri Ekonomi Malaysia menyatakan krisis pasokan global dan ketegangan geopolitik memicu lonjakan biaya operasional perusahaan tersebut.
- Pemerintah Malaysia menetapkan kuartal kedua 2026 sebagai periode krusial guna memantau kelanjutan tren PHK massal tersebut.
Kenaikan ini terutama didorong oleh biaya transportasi yang semakin tinggi.
“Ini menunjukkan ekonomi masih bertahan di tengah tekanan eksternal yang belum mereda,” tegasnya.