Dianggap Pengkhianat Bangsa, Anak Raja Iran Reza Pahlavi Dilempari Cairan Merah

Bernadette Sariyem

Jum'at, 24 April 2026 | 11:09 WIB
Dianggap Pengkhianat Bangsa, Anak Raja Iran Reza Pahlavi Dilempari Cairan Merah
Reza Pahlavi, anak raja Iran yang digulingkan tahun 1979, dilempari cairan berwarna merah saat di Jerman, Kamis (24/4/2026). Dia dianggap pengkhianat bangsa Iran karena mendukung AS-Israel membombardir tanah kelahirannya sendiri.
baca 10 detik
  • Reza Pahlavi dilempari cairan merah oleh demonstran saat berkunjung ke Berlin, Jerman, pada Kamis, 24 April 2026.
  • Kunjungan tersebut bertujuan menggalang dukungan internasional untuk mengakhiri pemerintahan Republik Islam Iran melalui aksi militer.
  • Pemerintah Jerman menolak pertemuan resmi dengan Pahlavi di tengah penolakan warga terkait dukungannya terhadap agresi asing.

Suara.com - Reza Pahlavi, anak raja Iran yang digulingkan, dilempari cairan berwarna merah oleh demonstran saat berkunjung ke Berlin, Jerman, Kamis (24/4/2026). 

Reza yang sejak Revolusi Islam meletus di Iran, 1979, tinggal di Amerika Serikat, tengah berada di Jerman untuk menggalang dukungan agar dirinya naik tahta sebagai raja di Iran.

Dia juga sedang menggalang dukungan internasional untuk mengecam gencatan senjata dalam perang agresi AS serta Israel terhadap Iran.

Menurut aparat kepolisian setempat, dikutip dari Times of Israel, Jumat (25/4/2026), cairan merah yang disiram ke Reza Pahlavi itu diduga berasal dari jus tomat.

Untuk diketahui, mayoritas warga Iran menolak serta mengecam Reza Pahlavi yang justru mendukung AS-Israel untuk membombardir negeri kelahirannya. Dia dianggap penghianat bangsanya sendiri.

Dalam kunjungannya ini, Reza Pahlavi berusaha menggalang dukungan agar AS-Israel menuntaskan target mengeliminasi Republik Islam Iran. Baginya, gencatan senjata pada 8 April lalu bukan solusi.

Berbicara di hadapan jurnalis sesaat sebelum dilempari cairan merah, Pahlavi menekankan bahwa narasi gencatan senjata adalah kekeliruan besar.

"Seluruh narasi gencatan senjata dan negosiasi masih didasarkan pada pemikiran bahwa... Anda akan berurusan dengan orang-orang yang tiba-tiba menjadi pragmatis."

Ia menambahkan dengan tegas, "Saya tidak melihat hal itu terjadi," ujar Pahlavi. "Saya tidak mengatakan bahwa diplomasi tidak boleh diberi kesempatan, tetapi saya pikir diplomasi sudah diberi cukup kesempatan."

baca juga

Penolakan Diplomatik dari Pemerintah Jerman

Meskipun Pahlavi melakukan safari politik ke Swedia, Italia, hingga Jerman, perjalanannya di Berlin tidak berjalan mulus secara diplomatik.

Pemerintah Jerman di bawah Kanselir Friedrich Merz secara resmi menolak untuk bertemu dengannya.

Berlin tampak sangat berhati-hati agar tidak terlihat memberikan dukungan resmi kepada Pahlavi, mengingat ketidakpastian mengenai seberapa besar dukungan nyata yang ia miliki di dalam negeri Iran saat ini.

Pahlavi tidak menyembunyikan kekecewaannya atas sikap dingin pemerintah Merz. Dalam komentarnya, ia menyebut sangat disayangkan bahwa kanselir tidak menawarkan pertemuan resmi selama kunjungannya.

"Gunakan hak prerogatif Anda. Sebagai negara demokrasi, Anda berhak berbicara dengan siapa pun yang Anda inginkan," kata dia.

Meski tidak ditemui oleh jajaran eksekutif, beberapa anggota parlemen Jerman dilaporkan tetap mengadakan pembicaraan dengan Pahlavi secara terpisah.

Pahlavi sendiri mengklaim memiliki basis dukungan yang sangat kuat, terutama di kalangan generasi muda Iran.

"Di dalam Iran, puluhan juta warga Iran meneriakkan nama saya, dan mereka masih melakukannya," klaim Pahlavi, seraya menambahkan bahwa "Gen Z di Iran saat ini adalah pendukung terbesar saya."

Ambisi Kembali ke Iran dan Tantangan Diaspora

Pahlavi, yang belum pernah menginjakkan kaki lagi di Iran sejak ayahnya, Mohammad Reza Pahlavi, digulingkan dalam Revolusi 1979, menyatakan kesiapannya untuk memimpin masa transisi jika rezim Republik Islam runtuh akibat perang. Strategi utamanya adalah mendorong pemberontakan rakyat secara masif.

Namun, posisi Pahlavi tidaklah mutlak. Meskipun ia memiliki pengikut besar di kalangan diaspora dan sempat mendapat dukungan dalam protes anti-rezim pada Januari lalu, ia hanyalah salah satu dari banyak kelompok diaspora Iran yang sering kali berselisih paham.

Hambatan besar lainnya datang dari panggung politik AS. Hingga saat ini, Pahlavi gagal mendapatkan pengakuan resmi dari Presiden Donald Trump.

Trump dilaporkan belum pernah bertemu secara resmi dengan Pahlavi, dan berulang kali menyatakan skeptisisme terhadap kemampuan sang putra mahkota untuk memimpin Iran di masa depan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Apa Itu Visa Emas Trump? Izin Tinggal di AS Senilai Rp15 M yang Sepi Peminat

Apa Itu Visa Emas Trump? Izin Tinggal di AS Senilai Rp15 M yang Sepi Peminat

News | Jum'at, 24 April 2026 | 10:39 WIB

Departemen Kehakiman AS Selidiki Dugaan Akal Bulus Trump Halangi Investigasi Skandal Epstein

Departemen Kehakiman AS Selidiki Dugaan Akal Bulus Trump Halangi Investigasi Skandal Epstein

News | Jum'at, 24 April 2026 | 09:59 WIB

Harga Minyak Brent Tembus 106 Dolar AS, Dipicu Ketegangan Geopolitik dan Aksi Militer Iran

Harga Minyak Brent Tembus 106 Dolar AS, Dipicu Ketegangan Geopolitik dan Aksi Militer Iran

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 09:48 WIB

Donald Trump Perintahkan Tembak dan Bunuh Jenis Kapal Ini di Selat Hormuz

Donald Trump Perintahkan Tembak dan Bunuh Jenis Kapal Ini di Selat Hormuz

News | Jum'at, 24 April 2026 | 09:42 WIB

AS Sebar Informasi Wajah Mojtaba Khamenei Terbakar hingga Sulit Bicara, Benarkah?

AS Sebar Informasi Wajah Mojtaba Khamenei Terbakar hingga Sulit Bicara, Benarkah?

News | Jum'at, 24 April 2026 | 09:30 WIB

Rumitnya Hidup Warga Iran saat Perang: Ngumpet di Kamar Mandi Hingga Berburu Obat Anti Kecemasan

Rumitnya Hidup Warga Iran saat Perang: Ngumpet di Kamar Mandi Hingga Berburu Obat Anti Kecemasan

News | Jum'at, 24 April 2026 | 09:30 WIB

Tentara Khusus AS Ditangkap Usai Skandal Tahuran Rp 6,9 Miliar dalam Penangkapan Presiden Maduro

Tentara Khusus AS Ditangkap Usai Skandal Tahuran Rp 6,9 Miliar dalam Penangkapan Presiden Maduro

News | Jum'at, 24 April 2026 | 07:33 WIB

Terkini

Tayang 26 November, Iron Girls 3 Kembali dengan Tantangan Olahraga Baru

Tayang 26 November, Iron Girls 3 Kembali dengan Tantangan Olahraga Baru

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 09:30 WIB

Ahli BPKP Ungkap Metode Potential Loss, Kuasa Hukum JMB Soroti Kepastian Audit

Ahli BPKP Ungkap Metode Potential Loss, Kuasa Hukum JMB Soroti Kepastian Audit

Kaltim | Minggu, 01 November 2026 | 09:21 WIB

The Midnight Library: Belajar Berhenti Berandai dan Menerima Realita Hidup

The Midnight Library: Belajar Berhenti Berandai dan Menerima Realita Hidup

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 09:00 WIB

Berapa Harga Pertalite Per 1 November 2026? Cek Update Tarif BBM Hari Ini

Berapa Harga Pertalite Per 1 November 2026? Cek Update Tarif BBM Hari Ini

Otomotif | Minggu, 01 November 2026 | 08:59 WIB

Operasi Lancang Kuning Belum Berakhir, Kecelakaan Renggut Nyawa Pelajar di Siak

Operasi Lancang Kuning Belum Berakhir, Kecelakaan Renggut Nyawa Pelajar di Siak

Riau | Minggu, 01 November 2026 | 08:56 WIB

Aktivis 98 Tuntut Prabowo-Gibran Jalankan Agenda Reformasi atau Mundur

Aktivis 98 Tuntut Prabowo-Gibran Jalankan Agenda Reformasi atau Mundur

News | Minggu, 01 November 2026 | 08:54 WIB

7 Rekomendasi Skincare Biokos Martha Tilaar untuk Wanita Usia 40 sampai 50 Tahun

7 Rekomendasi Skincare Biokos Martha Tilaar untuk Wanita Usia 40 sampai 50 Tahun

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 08:39 WIB

Ratusan Rider Cilik Adu Cepat di JMTB Pushbike Competition 2026: Semua Bawa Pulang Trofi!

Ratusan Rider Cilik Adu Cepat di JMTB Pushbike Competition 2026: Semua Bawa Pulang Trofi!

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 08:37 WIB

Ulasan Novel Pulau Pendidaktis: Selukis Pendidikan Indonesia

Ulasan Novel Pulau Pendidaktis: Selukis Pendidikan Indonesia

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 08:30 WIB

4 Zodiak Diprediksi Paling Beruntung Sepanjang November 2026, Hoki Terus!

4 Zodiak Diprediksi Paling Beruntung Sepanjang November 2026, Hoki Terus!

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 08:10 WIB

×