Satu Komando Lawan Agresi: Balasan Menohok Iran atas Retorika Pecah Belah Donald Trump

Arief Apriadi

Jum'at, 24 April 2026 | 13:38 WIB
Satu Komando Lawan Agresi: Balasan Menohok Iran atas Retorika Pecah Belah Donald Trump
Ilustrasi Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf dan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump [Suara.com/hd]
baca 10 detik
  • Pimpinan eksekutif, legislatif, dan yudikatif Iran secara resmi menolak klaim perpecahan internal yang dilontarkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
  • Para pejabat Iran menegaskan persatuan nasional dalam menghadapi agresi militer Amerika Serikat dan Israel sejak akhir Februari 2026.
  • Negosiasi perdamaian di Islamabad gagal karena Iran tidak mempercayai komitmen Amerika Serikat terkait tuntutan penarikan pasukan dan sanksi.

Ia menekankan bahwa di Iran, semua kelompok kini berdiri bersatu dalam keselarasan penuh dengan Pemimpin Tertinggi untuk melawan ancaman militer dari luar.

Reaksi keras dari Teheran dipicu oleh pengumuman Trump mengenai perpanjangan gencatan senjata yang disertai klaim bahwa pemerintah Iran sedang mengalami keretakan serius.

Trump mengklaim langkah perpanjangan tersebut didasarkan pada anggapan bahwa pemerintah Iran terpecah secara serius, narasi yang langsung dibantah mentah-mentah oleh Teheran.

Perlawanan 40 Hari Teheran

Konflik terbuka ini bermula pada 28 Februari ketika Amerika Serikat dan Israel memulai perang skala besar tanpa provokasi terhadap kedaulatan Iran.

Dalam agresi awal tersebut, AS dan Israel melakukan tindakan dengan menewaskan Pemimpin Revolusi Islam Ayatollah Seyed Ali Khamenei serta beberapa komandan militer tingkat tinggi.

Sebagai balasan, Angkatan Bersenjata Iran melancarkan serangkaian operasi rudal dan drone yang menghantam aset militer AS dan Israel selama lebih dari 40 hari.

Serangan balasan Iran dilaporkan menimbulkan kerusakan signifikan dan melumpuhkan sejumlah kekuatan militer lawan di kawasan Timur Tengah.

Gencatan senjata selama dua pekan akhirnya disepakati pada 8 April, yang kemudian diikuti meja negosiasi intensif di Islamabad, Pakistan.

baca juga

Dalam perundingan tersebut, Iran mengajukan 10 poin rencana perdamaian yang menuntut penarikan total pasukan AS dan pencabutan seluruh sanksi ekonomi.

Meski telah berlangsung selama 21 jam, negosiasi berakhir tanpa kesepakatan karena Iran menyatakan tidak memiliki kepercayaan terhadap komitmen Amerika Serikat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kenapa Konflik Iran Vs Amerika-Israel Bisa Acak-acak Festival Musik di Indonesia?

Kenapa Konflik Iran Vs Amerika-Israel Bisa Acak-acak Festival Musik di Indonesia?

Entertainment | Jum'at, 24 April 2026 | 13:05 WIB

Gedung Putih Mencari Benang Merah di Balik Kematian Jenderal dan Ilmuwan Nuklir AS William McCasland

Gedung Putih Mencari Benang Merah di Balik Kematian Jenderal dan Ilmuwan Nuklir AS William McCasland

News | Jum'at, 24 April 2026 | 12:59 WIB

Italia Tolak Usulan Gantikan Iran di Piala Dunia 2026, Dinilai Tidak Pantas

Italia Tolak Usulan Gantikan Iran di Piala Dunia 2026, Dinilai Tidak Pantas

Bola | Jum'at, 24 April 2026 | 12:50 WIB

AS Pasang Satu Syarat Tegas Jika Iran Ingin Ikut Piala Dunia 2026

AS Pasang Satu Syarat Tegas Jika Iran Ingin Ikut Piala Dunia 2026

Bola | Jum'at, 24 April 2026 | 11:29 WIB

Penembakan di Mall, Polisi: 1 Tewas, 5 Luka-luka

Penembakan di Mall, Polisi: 1 Tewas, 5 Luka-luka

News | Jum'at, 24 April 2026 | 11:10 WIB

Terkini

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:04 WIB

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:35 WIB

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:30 WIB

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:47 WIB

×