Satu Komando Lawan Agresi: Balasan Menohok Iran atas Retorika Pecah Belah Donald Trump

Arief Apriadi | Suara.com

Jum'at, 24 April 2026 | 13:38 WIB
Satu Komando Lawan Agresi: Balasan Menohok Iran atas Retorika Pecah Belah Donald Trump
Ilustrasi Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf dan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump [Suara.com/hd]
  • Pimpinan eksekutif, legislatif, dan yudikatif Iran secara resmi menolak klaim perpecahan internal yang dilontarkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
  • Para pejabat Iran menegaskan persatuan nasional dalam menghadapi agresi militer Amerika Serikat dan Israel sejak akhir Februari 2026.
  • Negosiasi perdamaian di Islamabad gagal karena Iran tidak mempercayai komitmen Amerika Serikat terkait tuntutan penarikan pasukan dan sanksi.

Suara.com - Pimpinan tertinggi eksekutif, legislatif, dan yudikatif Iran melancarkan serangan balik terpadu terhadap Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyusul klaim provokatifnya mengenai adanya perpecahan internal di Teheran.

Dalam pernyataan bersama yang langka, Presiden Masoud Pezeshkian menegaskan bahwa seluruh elemen bangsa Iran bersatu di bawah satu komando untuk menghadapi agresi militer rezim Trump dan Israel.

Ketegangan semakin memuncak setelah Trump mencoba melakukan adu domba dengan mengklasifikasikan pejabat Iran ke dalam kelompok ekstremis dan moderat di tengah masa gencatan senjata yang rapuh.

Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Qalibaf ancam Rezim Zionis Israel terkait serangan ke Lebanon. Ia sebut waktu hampir habis dan siap beri reaksi keras.[ncr-iran.org]
Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Qalibaf ancam Rezim Zionis Israel terkait serangan ke Lebanon. Ia sebut waktu hampir habis dan siap beri reaksi keras.[ncr-iran.org]

Para pejabat tinggi Iran melalui media sosial menyampaikan pesan kuat yang menekankan tema persatuan nasional dan perlawanan tanpa kompromi terhadap tekanan asing.

Pezeshkian, Qalibaf, dan Ejei secara tegas menolak narasi Barat yang mencoba memecah belah loyalitas rakyat terhadap ideologi revolusi di tengah krisis keamanan kawasan.

Presiden Masoud Pezeshkian menuliskan di platform X bahwa tidak ada kategori "garis keras" atau "moderat" dalam kamus politik nasional mereka saat ini.

Persatuan Besi Menghadapi Agresi Amerika Serikat

Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, mengatakan serangan rudal terhadap Israel didasarkan pada "hak pembelaan diri yang sah" negara tersebut, seraya menekankan bahwa Iran memberikan "tanggapan tegas" terhadap "agresi" Israel. /ANTARA/Anadolu/py
Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, mengatakan serangan rudal terhadap Israel didasarkan pada "hak pembelaan diri yang sah" negara tersebut, seraya menekankan bahwa Iran memberikan "tanggapan tegas" terhadap "agresi" Israel. /ANTARA/Anadolu/py

"Di Iran tidak ada 'garis keras' atau 'moderat'. Kami semua adalah orang Iran dan revolusioner," tulis Pezeshkian dalam unggahannya yang viral dikutip dari Tasnim News, Jumat (24/4/2026).

Ia menambahkan bahwa dengan persatuan besi antara bangsa dan negara serta ketaatan kepada Pemimpin, mereka akan membuat agresor menyesal atas tindakannya.

Pernyataan emosional Pezeshkian ditutup dengan seruan religius yang kuat bagi seluruh rakyat Iran yang sedang berada di bawah ancaman perang.

"Satu Tuhan, satu bangsa, satu pemimpin, satu jalan; kemenangan bagi Iran, lebih berharga daripada nyawa," tambahnya.

Ketua Parlemen Mohammad Baqer Qalibaf juga merilis pernyataan serupa sebagai upaya terkoordinasi untuk menunjukkan kesolidan tiga cabang kekuasaan Iran kepada dunia.

Kegagalan Diplomasi di Tengah Konflik Berdarah

Kepala Kehakiman Gholamhossein Mohseni Ejei menggunakan bahasa yang lebih keras untuk mengecam pernyataan Trump yang ia sebut sebagai konstruksi politik Barat yang tidak bermakna.

"Presiden AS yang tercela harus tahu bahwa istilah seperti 'garis keras' dan 'moderat' adalah konstruksi yang tidak berarti dalam wacana politik Barat," tegasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kenapa Konflik Iran Vs Amerika-Israel Bisa Acak-acak Festival Musik di Indonesia?

Kenapa Konflik Iran Vs Amerika-Israel Bisa Acak-acak Festival Musik di Indonesia?

Entertainment | Jum'at, 24 April 2026 | 13:05 WIB

Gedung Putih Mencari Benang Merah di Balik Kematian Jenderal dan Ilmuwan Nuklir AS William McCasland

Gedung Putih Mencari Benang Merah di Balik Kematian Jenderal dan Ilmuwan Nuklir AS William McCasland

News | Jum'at, 24 April 2026 | 12:59 WIB

Italia Tolak Usulan Gantikan Iran di Piala Dunia 2026, Dinilai Tidak Pantas

Italia Tolak Usulan Gantikan Iran di Piala Dunia 2026, Dinilai Tidak Pantas

Bola | Jum'at, 24 April 2026 | 12:50 WIB

AS Pasang Satu Syarat Tegas Jika Iran Ingin Ikut Piala Dunia 2026

AS Pasang Satu Syarat Tegas Jika Iran Ingin Ikut Piala Dunia 2026

Bola | Jum'at, 24 April 2026 | 11:29 WIB

Penembakan di Mall, Polisi: 1 Tewas, 5 Luka-luka

Penembakan di Mall, Polisi: 1 Tewas, 5 Luka-luka

News | Jum'at, 24 April 2026 | 11:10 WIB

Terkini

Iran Tegaskan Persatuan Nasional di Tengah Ketegangan dengan Amerika Serikat

Iran Tegaskan Persatuan Nasional di Tengah Ketegangan dengan Amerika Serikat

News | Jum'at, 24 April 2026 | 13:41 WIB

Harga LPG 12 Kg Melejit, Pemprov DKI Pantau Inflasi dan Wanti-wanti Tak 'Panic Buying'!

Harga LPG 12 Kg Melejit, Pemprov DKI Pantau Inflasi dan Wanti-wanti Tak 'Panic Buying'!

News | Jum'at, 24 April 2026 | 13:39 WIB

Harga BBM di Vietnam Turun, Pemerintah Perpanjang Insentif Pajak Impor Hingga Juni 2026

Harga BBM di Vietnam Turun, Pemerintah Perpanjang Insentif Pajak Impor Hingga Juni 2026

News | Jum'at, 24 April 2026 | 13:36 WIB

KPAI Desak Pemerintah Terapkan Cukai Minuman Manis, Soroti Dampak Industri ke Anak

KPAI Desak Pemerintah Terapkan Cukai Minuman Manis, Soroti Dampak Industri ke Anak

News | Jum'at, 24 April 2026 | 13:29 WIB

PBB Soroti Eksekusi Mati Kasus Narkoba di Singapura, Dinilai Tak Sejalan dengan HAM

PBB Soroti Eksekusi Mati Kasus Narkoba di Singapura, Dinilai Tak Sejalan dengan HAM

News | Jum'at, 24 April 2026 | 13:28 WIB

Vietnam dan Korea Selatan Sepakati Belasan Kerja Sama, Fokus Teknologi hingga Energi Nuklir

Vietnam dan Korea Selatan Sepakati Belasan Kerja Sama, Fokus Teknologi hingga Energi Nuklir

News | Jum'at, 24 April 2026 | 13:19 WIB

Aktivis Palestina Alami Luka Serius Akibat Taser Polisi dan Palu Saat Gerebek Pabrik Senjata

Aktivis Palestina Alami Luka Serius Akibat Taser Polisi dan Palu Saat Gerebek Pabrik Senjata

News | Jum'at, 24 April 2026 | 13:15 WIB

China Desak Kamboja Berantas Tuntas Scam Center, Wang Yi: Harus Dihapus Sepenuhnya

China Desak Kamboja Berantas Tuntas Scam Center, Wang Yi: Harus Dihapus Sepenuhnya

News | Jum'at, 24 April 2026 | 13:12 WIB

Gedung Putih Mencari Benang Merah di Balik Kematian Jenderal dan Ilmuwan Nuklir AS William McCasland

Gedung Putih Mencari Benang Merah di Balik Kematian Jenderal dan Ilmuwan Nuklir AS William McCasland

News | Jum'at, 24 April 2026 | 12:59 WIB

Cerita di Balik Penggusuran 36 Bangunan Rumah di Cibubur

Cerita di Balik Penggusuran 36 Bangunan Rumah di Cibubur

News | Jum'at, 24 April 2026 | 12:49 WIB