Sosok Majikan PRT Lompat di Benhil: Diduga Pengacara, Ponsel Korban Disebut Disita

Vania Rossa

Jum'at, 24 April 2026 | 17:47 WIB
Sosok Majikan PRT Lompat di Benhil: Diduga Pengacara, Ponsel Korban Disebut Disita
Dua Pekerja Rumah Tangga (PRT) berinisial I (26) dan D (18) melompat dari lantai empat rumah di kawasan Bendungan Hilir (Benhil), Tanah Abang, Jakarta Pusat. [Suara.com/Dinda]
  • Dua pekerja rumah tangga melompat dari lantai empat rumah kos di Tanah Abang pada Rabu, 22 April 2026.
  • Korban Diva meninggal dunia, sementara Ijah mengalami luka serius akibat dugaan perlakuan kasar majikan berinisial AP.
  • Majikan diduga menyita ponsel dan membatasi akses komunikasi kedua pekerja selama mereka bekerja di lokasi kejadian.

Suara.com - Kasus dua pekerja rumah tangga (PRT) yang diduga melompat dari lantai empat sebuah rumah kos di Jalan Bendungan Walahar Buntu, Bendungan Hilir, Tanah Abang, Jakarta Pusat, menyisakan tanda tanya besar terkait perlakuan sang majikan.

Berdasarkan kesaksian warga sekitar, sosok majikan yang menghuni lantai empat gedung tersebut dikenal tertutup dan diduga membatasi akses komunikasi kedua pekerjanya.

Diduga Seorang Pengacara

Salah satu narasumber di lokasi, Ita, mengungkapkan bahwa penghuni lantai empat yang menjadi majikan kedua korban berinisial AP. Sosok tersebut diketahui berprofesi sebagai seorang pengacara.

“Setahuku kan lantai empat itu ditinggalin sama yang family-nya itu… seorang pengacara,” ujar Ita saat ditemui di lokasi, Jumat (24/4/2026).

Ita menjelaskan bahwa gedung tersebut merupakan rumah kos milik ayah dari AP. Namun, AP beserta keluarganya menempati lantai paling atas, yang juga menjadi tempat kedua korban bekerja.

Ponsel Diduga Disita

Hal yang mengejutkan terungkap sesaat setelah kejadian. Ketika warga mencoba menolong korban dan mencari identitas serta alat komunikasi, ditemukan fakta bahwa kedua PRT tersebut tidak memegang ponsel.

Menurut Ita, salah satu korban yang masih sadar berinisial I (26) sempat mengaku bahwa ponsel mereka disita oleh sang majikan.

“Terus kita tanya handphone, handphone katanya ditahan sama majikan yang perempuan disuruh sama majikan yang laki-laki, dia bilang gitu. Jadi mereka pun nggak megang handphone selama kerja,” ungkap Ita menirukan ucapan korban.

Kondisi ini dinilai janggal oleh warga, mengingat peristiwa jatuhnya kedua korban terjadi pada tengah malam, sekitar pukul 23.15 WIB—waktu yang seharusnya berada di luar jam kerja.

Dugaan Perlakuan Kasar

Selain masalah komunikasi, warga juga mendengar kabar mengenai cara majikan tersebut memperlakukan pekerjanya. Berdasarkan penuturan penghuni kos lain di sekitar lokasi, majikan tersebut disebut kerap berbicara dengan nada tinggi dan kasar kepada PRT-nya.

“Ia juga pernah mendengar bahwa anak-anak kosan lain di sampingnya pernah berkata katanya majikannya kalau nyuruh suka bentak-bentak pakai kata kasar,” jelas sumber lain di lapangan.

Meski tinggal di lingkungan padat, AP dan keluarganya dikenal jarang bersosialisasi dengan warga sekitar. Interaksi yang terjadi umumnya hanya sebatas sapaan singkat.

“Nggak sih, cuman kalau misalkan sekadar ketemu aja... kalau say hello gitu biasa. Cuman kalau ngobrol terlalu dalam sih nggak,” tambah Ita.

Tak Muncul Saat Kejadian

Kejanggalan lain yang disoroti warga adalah sikap majikan saat peristiwa tragis itu terjadi pada Rabu (22/4/2026) malam. Meskipun petugas keamanan kos telah berupaya memanggil dengan menggedor pintu, majikan tersebut tidak kunjung keluar.

“Waktu kejadian jatuh itu, dari yang jaga kos-kosan atas nama Pak Edi, sudah gedor-gedor, tapi dia nggak keluar-keluar,” kata Ita.

Satu Korban Tewas, Satu Dirawat

Akibat kejadian tersebut, satu korban bernama Diva (18) dilaporkan meninggal dunia setelah sempat dilarikan ke rumah sakit. Sementara itu, korban lainnya, Ijah (26), masih menjalani perawatan intensif akibat patah tulang di bagian tangan dan pinggul.

Hingga kini, pihak kepolisian masih mendalami penyebab pasti kedua PRT tersebut nekat melompat, termasuk menyelidiki dugaan adanya tekanan atau perlakuan tidak menyenangkan dari pihak majikan.

Reporter: Dinda Pramesti K
 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Babak Baru Tragedi Benhil: Polisi Bidik Agen dan Majikan Buntut PRT Tewas Terjun dari Lantai 4!

Babak Baru Tragedi Benhil: Polisi Bidik Agen dan Majikan Buntut PRT Tewas Terjun dari Lantai 4!

News | Jum'at, 24 April 2026 | 14:58 WIB

UU PPRT Resmi Disahkan: Jadi Bukti Nyata Perayaan di Hari Kartini

UU PPRT Resmi Disahkan: Jadi Bukti Nyata Perayaan di Hari Kartini

Your Say | Jum'at, 24 April 2026 | 15:15 WIB

Mencekam! Saksi Ungkap Detik-detik 2 PRT Terkapar di Benhil: Bawa Tas Pakaian dan Sabun Mandi

Mencekam! Saksi Ungkap Detik-detik 2 PRT Terkapar di Benhil: Bawa Tas Pakaian dan Sabun Mandi

News | Jum'at, 24 April 2026 | 14:12 WIB

Terkini

Afiliasi Politik di Dapur MBG Jadi Sorotan, YLKI Desak BGN Buka Data Pengelola SPPG

Afiliasi Politik di Dapur MBG Jadi Sorotan, YLKI Desak BGN Buka Data Pengelola SPPG

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 18:27 WIB

Ortu Bongkar Fakta Horor Daycare Little Aresha, Anak Dipaksa Tidur di Lantai Hingga Alami PTSD Berat

Ortu Bongkar Fakta Horor Daycare Little Aresha, Anak Dipaksa Tidur di Lantai Hingga Alami PTSD Berat

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 18:27 WIB

Siswa Disabilitas SMAN 81 Jakarta Bobol Sistem Pertahanan Militer, Kini Dilirik Intelkam Polri

Siswa Disabilitas SMAN 81 Jakarta Bobol Sistem Pertahanan Militer, Kini Dilirik Intelkam Polri

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 18:17 WIB

Rumor Pergantian Menkeu Menguat Usai Chatib Basri Bertemu Prabowo, Ini Kata Dasco

Rumor Pergantian Menkeu Menguat Usai Chatib Basri Bertemu Prabowo, Ini Kata Dasco

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 18:14 WIB

Jaksa Bongkar Niat Jahat Nadiem Makarim: Tak Hanya Rencana, Tapi Dieksekusi Sistematis

Jaksa Bongkar Niat Jahat Nadiem Makarim: Tak Hanya Rencana, Tapi Dieksekusi Sistematis

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 18:09 WIB

Polri Akui Sulit Penuhi Kuota 2 Persen Disabilitas: Butuh 9.000 Personel

Polri Akui Sulit Penuhi Kuota 2 Persen Disabilitas: Butuh 9.000 Personel

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 17:54 WIB

Instruksi Ngeri Ketua Yayasan Daycare Little Aresha: Kalau Lari-larian Diikat Saja

Instruksi Ngeri Ketua Yayasan Daycare Little Aresha: Kalau Lari-larian Diikat Saja

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 17:47 WIB

Prof. Ikrar Soroti Biaya Perjalanan Luar Negeri Prabowo: Pakai Uang Pribadi Harus Tetap Diaudit BPK

Prof. Ikrar Soroti Biaya Perjalanan Luar Negeri Prabowo: Pakai Uang Pribadi Harus Tetap Diaudit BPK

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 17:30 WIB

Prof Ikrar Soroti Dubes Tak Dilibatkan Diplomasi Luar Negeri Prabowo: yang Ikut Malah Teddy

Prof Ikrar Soroti Dubes Tak Dilibatkan Diplomasi Luar Negeri Prabowo: yang Ikut Malah Teddy

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 17:14 WIB

545 Kepala Daerah Tersandung Korupsi, Wamendagri Singgung Bantuan Politik Tidak Jelas

545 Kepala Daerah Tersandung Korupsi, Wamendagri Singgung Bantuan Politik Tidak Jelas

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 16:58 WIB