Pakistan Lagi, Kenapa Indonesia Bukan Pilihan Iran untuk Perundingan Kedua dengan AS?

Cesar Uji Tawakal

Jum'at, 24 April 2026 | 18:01 WIB
Pakistan Lagi, Kenapa Indonesia Bukan Pilihan Iran untuk Perundingan Kedua dengan AS?
Negosiasi Iran dan Amerika Serikat di Islamabad. (Tanimnews)

Suara.com - Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali mendorong berbagai upaya diplomasi internasional.

Namun Pakistan disebut masih menjadi mediator yang paling dipercaya dalam proses perundingan antara Amerika Serikat dan Iran.

Peran Pakistan sebagai mediator semakin terlihat sejak digelarnya pembicaraan damai di Islamabad pada April 2026.

Perundingan kedua pun disinyalir akan kembali terjadi di negara tersebut, menurut sebuah media asal Rusia.

"Iran terus menganggap Islamabad sebagai mediator yang disukai dan dapat diandalkan dalam negosiasi antara Iran dan Amerika Serikat," kata  sumber diplomatik Iran ke Sputnik Globe, (23/4/2026).

Pertemuan tersebut menjadi salah satu upaya penting untuk meredakan konflik dan membuka jalan bagi kesepakatan yang lebih luas, meskipun belum menghasilkan keputusan final.

Jadi Mediator

Peta dan Bendera Pakistan. (Unsplash.com/MarkRubens)
Peta dan Bendera Pakistan. (Unsplash.com/MarkRubens)

Dalam beberapa waktu terakhir, komunikasi antara Amerika Serikat dan Iran terus berlangsung secara tidak langsung melalui Pakistan. Bahkan, pertukaran pesan antara kedua negara masih terus dilakukan melalui jalur diplomatik tersebut. 

Pakistan dinilai memiliki posisi strategis dalam konflik ini. Selain merupakan negara dengan kekuatan militer yang signifikan di kawasan, Pakistan juga memiliki hubungan historis dan diplomatik dengan kedua pihak. Faktor ini membuatnya lebih mudah diterima sebagai pihak netral dibandingkan negara lain. 

Pakistan memiliki posisi unik, di satu sisi memiliki hubungan dengan Amerika Serikat, sementara di sisi lain juga menjaga kedekatan dengan Iran. Kombinasi ini membuatnya dianggap relatif netral dibandingkan negara lain.

Bahkan, pemerintah Pakistan secara aktif mendorong perundingan lanjutan dan berupaya menjaga komunikasi tetap terbuka di tengah situasi yang sangat sensitif.

Upaya ini bukan hanya soal diplomasi, tetapi juga bagian dari strategi Pakistan untuk meningkatkan pengaruhnya di panggung internasional. 

Meski Pakistan telah memfasilitasi perundingan, jalan menuju perdamaian masih jauh dari kata mudah. Perbedaan kepentingan antara Iran dan Amerika Serikat tetap menjadi hambatan utama.

Beberapa isu krusial yang belum menemukan titik temu antara lain program nuklir Iran, kebijakan sanksi, serta kontrol atas jalur strategis seperti Selat Hormuz.

Situasi semakin kompleks setelah adanya insiden militer, termasuk penyitaan kapal dan blokade laut yang memicu ketegangan baru. Bahkan, hal ini sempat membuat perundingan berada di ambang kegagalan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Israel Bersiap Lawan Iran Lagi, Menanti Restu dari AS

Israel Bersiap Lawan Iran Lagi, Menanti Restu dari AS

News | Jum'at, 24 April 2026 | 16:40 WIB

Iran Kecam Usulan Italia Gantikan Posisi Timnas di Piala Dunia 2026: Kebangkrutan Moral

Iran Kecam Usulan Italia Gantikan Posisi Timnas di Piala Dunia 2026: Kebangkrutan Moral

News | Jum'at, 24 April 2026 | 16:18 WIB

Cara Culas Prajurit AS Untung Rp6,5 Miliar dari Operasi Penangkapan Nicolas Maduro

Cara Culas Prajurit AS Untung Rp6,5 Miliar dari Operasi Penangkapan Nicolas Maduro

News | Jum'at, 24 April 2026 | 15:09 WIB

Teori Konspirasi Misteri Kematian dan Hilangnya Ilmuwan Riset Sensitif di AS

Teori Konspirasi Misteri Kematian dan Hilangnya Ilmuwan Riset Sensitif di AS

News | Jum'at, 24 April 2026 | 14:41 WIB

AS Siapkan Opsi Serangan Baru ke Iran, Targetkan Selat Hormuz hingga Infrastruktur Militer

AS Siapkan Opsi Serangan Baru ke Iran, Targetkan Selat Hormuz hingga Infrastruktur Militer

News | Jum'at, 24 April 2026 | 14:33 WIB

Terkini

Tok! DPR Resmi Sahkan Revisi UU Polri Jadi Undang-Undang dalam Rapat Paripurna

Tok! DPR Resmi Sahkan Revisi UU Polri Jadi Undang-Undang dalam Rapat Paripurna

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 11:34 WIB

OJK: Fundamental Kripto Tetap Kuat di Tengah Gejolak Pasar Global

OJK: Fundamental Kripto Tetap Kuat di Tengah Gejolak Pasar Global

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 11:27 WIB

Tangis dan Amarah Pecah saat Rekonstruksi di Daycare Little Aresha: Bagaimana Kalau Anakmu Digituin?

Tangis dan Amarah Pecah saat Rekonstruksi di Daycare Little Aresha: Bagaimana Kalau Anakmu Digituin?

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 11:24 WIB

Lampu Hijau! Hasil Revisi UU Polri Segera Diketok di Rapat Paripurna

Lampu Hijau! Hasil Revisi UU Polri Segera Diketok di Rapat Paripurna

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 11:05 WIB

Prabowo Dinilai Tak Pahami Masalah Rakyat, Istana Langsung Membantah

Prabowo Dinilai Tak Pahami Masalah Rakyat, Istana Langsung Membantah

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 10:56 WIB

Jakarta 499 Tahun: Kota yang Berlari, Kelas Menengah yang Kehabisan Napas

Jakarta 499 Tahun: Kota yang Berlari, Kelas Menengah yang Kehabisan Napas

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 10:54 WIB

Qadari Bantah Pemerintah Tone Deaf di Tengah Tekanan Ekonomi: Kritik Masyarakat Didengar

Qadari Bantah Pemerintah Tone Deaf di Tengah Tekanan Ekonomi: Kritik Masyarakat Didengar

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 10:30 WIB

RS Pondok Indah Beroperasi Tanpa SLF Aktif Sejak 2024: Sedang Proses Perpanjangan

RS Pondok Indah Beroperasi Tanpa SLF Aktif Sejak 2024: Sedang Proses Perpanjangan

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 10:25 WIB

Pecah Kongsi? Donald Trump Ultimatum Benjamin Netanyahu: Bibi, Kamu Harus Hati-hati

Pecah Kongsi? Donald Trump Ultimatum Benjamin Netanyahu: Bibi, Kamu Harus Hati-hati

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 10:24 WIB

BPJS Kesehatan Beri Kepastian Jaminan Kesehatan Para Petugas SPPG

BPJS Kesehatan Beri Kepastian Jaminan Kesehatan Para Petugas SPPG

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 10:20 WIB