Warga Harus Tempuh 7 Jam untuk Berobat, Harapan RSUD Rodo Fabo Waropen Kini di Ujung Tanduk

Bangun Santoso

Minggu, 26 April 2026 | 08:05 WIB
Warga Harus Tempuh 7 Jam untuk Berobat, Harapan RSUD Rodo Fabo Waropen Kini di Ujung Tanduk
Warga Harus Tempuh 7 Jam untuk Berobat, Harapan RSUD Rodo Fabo Waropen Kini di Ujung Tanduk. (Ist)
baca 10 detik
  • Program PHTC Presiden Prabowo terancam batal karena belum ada kontrak proyek RSUD Waropen setelah 60 hari.
  • Masyarakat Waropen memprotes dugaan pembatalan proyek senilai Rp200 miliar akibat proses tender yang dinilai tidak transparan.
  • Ketiadaan rumah sakit di Waropen menyebabkan warga kesulitan mengakses layanan kesehatan hingga berujung pada kasus kematian.

Suara.com - Program Public Health Transformation Center (PHTC) sebagai inisiatif strategis atau Quick Win Presiden Prabowo Subianto terancam tidak terealisasi. Program ini dirancang untuk meningkatkan layanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Namun hingga saat ini, pemenang tender sama sekali belum berkontrak, meski telah lebih dari 60 hari sejak pemenang diumumkan.

Kondisi ini memunculkan dugaan adanya rencana pembatalan pembangunan RSUD Rumah Rodo Fabo di Kabupaten Waropen oleh Kementerian Kesehatan.

Dugaan praktik tidak transparan dalam proses pengadaan proyek negara kembali mencuat. Sorotan mengarah pada ancaman pembatalan mendadak terhadap pemenang tender proyek Pelaksanaan Konstruksi Terintegrasi Rancang Bangun Pembangunan/Renovasi RSUD Rumah Rodo Fabo dengan nilai lebih dari Rp200 miliar.

Keterlambatan proses penerbitan kontrak melampaui batas waktu wajar semakin memperkuat kekhawatiran publik akan adanya persoalan praktek tidak transparan dalam proses tersebut.

Gejolak kemarahan dan protes masyarakat Waropen kepada pemerintah pusat semakin memanas. Salah satu tokoh masyarakat Waropen, Johannis Suweni menyampaikan protes keras.

Protes keras ini bukan tanpa dasar. Hingga saat ini, masyarakat Waropen masih menghadapi keterbatasan ekstrem dalam mengakses layanan kesehatan.

Untuk mendapatkan penanganan medis yang layak, warga terpaksa menempuh perjalanan panjang menuju kabupaten lain terdekat dengan waktu tempuh mencapai 6 hingga 7 jam, di tengah keterbatasan sarana transportasi yang tidak selalu tersedia.

Kondisi ini menjadi semakin mengkhawatirkan dalam situasi darurat. Tidak sedikit kasus yang membutuhkan penanganan segera justru berujung pada keterlambatan medis, beberapa warga Waropen yang membutuhkan penanganan kesehatan, meninggal dalam perjalanan, akibat sulitnya akses dan lambannya penanganan.

baca juga

Situasi inilah yang kemudian memicu kemarahan dan kekecewaan mendalam di tengah masyarakat, karena harapan akan hadirnya fasilitas kesehatan yang memadai justru terancam batal.

Harapan masyarakat Waropen untuk memiliki rumah sakit sendiri kini berada di ujung ketidakpastian. Gelombang protes pun terus disuarakan oleh tokoh-tokoh masyarakat setempat.

Bupati Waropen, Fransiscus Xaverius Mote, mengungkapkan bahwa dirinya menerima langsung aspirasi dari para kepala suku di wilayah tersebut.

“Iya benar, para kepala suku di Waropen menyampaikan kepada saya terkait dugaan pembatalan pembangunan RSUD Rumah Rodo Fabo. Mereka meminta saya untuk mendesak pemerintah pusat agar segera merealisasikan pembangunan rumah sakit di Waropen pada tahun 2026,” ujarnya di sela-sela kegiatan.

Hal senada disampaikan oleh Ketua DPR Provinsi Papua, Denny Henrry Bonai. Ia menegaskan bahwa kebutuhan rumah sakit di Waropen sudah sangat mendesak.

Selama kurang lebih lima tahun terakhir, masyarakat belum memiliki akses layanan kesehatan yang memadai akibat belum adanya rumah sakit di daerah tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Komisaris Pertamina Cek Distribusi BBM dan LPG di Sorong, Pastikan Pasokan Terjaga

Komisaris Pertamina Cek Distribusi BBM dan LPG di Sorong, Pastikan Pasokan Terjaga

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 21:06 WIB

KontraS: Operasi Balas Dendam TNI-Polri di Papua Bentuk Pelanggaran HAM Berat

KontraS: Operasi Balas Dendam TNI-Polri di Papua Bentuk Pelanggaran HAM Berat

News | Rabu, 22 April 2026 | 17:35 WIB

Baku Tembak di Papua Tewaskan 12 Warga Sipil, DPR Desak Pemerintah Bentuk Tim Investigasi

Baku Tembak di Papua Tewaskan 12 Warga Sipil, DPR Desak Pemerintah Bentuk Tim Investigasi

News | Rabu, 22 April 2026 | 14:46 WIB

Jalan Panjang Satelit Palapa: Cerita Insinyur Asing di Indonesia 1976

Jalan Panjang Satelit Palapa: Cerita Insinyur Asing di Indonesia 1976

Your Say | Rabu, 22 April 2026 | 14:12 WIB

Bukan Hoaks! 9 Warga Papua Termasuk Balita Tewas Ditembak saat Operasi Militer TNI

Bukan Hoaks! 9 Warga Papua Termasuk Balita Tewas Ditembak saat Operasi Militer TNI

News | Rabu, 22 April 2026 | 11:23 WIB

Kekerasan di Papua Meningkat, DPD RI Desak Pemerintah Buka 'Grand Design' Penyelesaian Konflik

Kekerasan di Papua Meningkat, DPD RI Desak Pemerintah Buka 'Grand Design' Penyelesaian Konflik

News | Selasa, 21 April 2026 | 16:08 WIB

Natalius Pigai Desak Pelaku Penembakan 15 Warga Papua Menyerah: Jangan Sembunyi!

Natalius Pigai Desak Pelaku Penembakan 15 Warga Papua Menyerah: Jangan Sembunyi!

News | Senin, 20 April 2026 | 20:10 WIB

Terkini

Sunscreen Apa yang Bisa Memutihkan Wajah? Ini 7 Rekomendasi Terbaik sesuai Review dan Harga

Sunscreen Apa yang Bisa Memutihkan Wajah? Ini 7 Rekomendasi Terbaik sesuai Review dan Harga

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 13:15 WIB

Gojek Salurkan 35.000 Paket Perlengkapan Sekolah untuk Anak Mitra Driver di 100 Kota

Gojek Salurkan 35.000 Paket Perlengkapan Sekolah untuk Anak Mitra Driver di 100 Kota

Bisnis | Selasa, 04 Agustus 2026 | 13:08 WIB

Prediksi Skor, Susunan Pemain Persib Bandung vs Persija Jakarta, El Clasico di Piala Presiden

Prediksi Skor, Susunan Pemain Persib Bandung vs Persija Jakarta, El Clasico di Piala Presiden

Bola | Selasa, 04 Agustus 2026 | 13:07 WIB

Polisi Sita 18 Motor Curian, Komplotan Curanmor Bersenjata Api Rakitan Dibekuk di Sumedang

Polisi Sita 18 Motor Curian, Komplotan Curanmor Bersenjata Api Rakitan Dibekuk di Sumedang

Jabar | Selasa, 04 Agustus 2026 | 13:06 WIB

Semakin Diterima Luas, Truk Listrik Fuso eCanter Diserahkan ke Konsumen di GIIAS 2026

Semakin Diterima Luas, Truk Listrik Fuso eCanter Diserahkan ke Konsumen di GIIAS 2026

Otomotif | Selasa, 04 Agustus 2026 | 13:06 WIB

Digugat Praperadilan, KPK Siap Hadapi Pejabat BPK Titin di PN Jaksel

Digugat Praperadilan, KPK Siap Hadapi Pejabat BPK Titin di PN Jaksel

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 13:03 WIB

BRI Bagikan Voucher Shopee Rp100 Ribu, Cek Syaratnya

BRI Bagikan Voucher Shopee Rp100 Ribu, Cek Syaratnya

Bri | Selasa, 04 Agustus 2026 | 13:01 WIB

Sambut HUT RI ke-81,  Lorong Merah Putih 650 Meter Hiasi Tasikmalaya

Sambut HUT RI ke-81, Lorong Merah Putih 650 Meter Hiasi Tasikmalaya

Foto | Selasa, 04 Agustus 2026 | 13:00 WIB

Dendam dan Cinta yang Destruktif dalam Novel Wuthering Heights

Dendam dan Cinta yang Destruktif dalam Novel Wuthering Heights

Your Say | Selasa, 04 Agustus 2026 | 13:00 WIB

Ramai Dugaan Perundungan, Polisi Cari Fakta di Balik Meninggalnya Pelajar SMP Pemalang

Ramai Dugaan Perundungan, Polisi Cari Fakta di Balik Meninggalnya Pelajar SMP Pemalang

Jawa Tengah | Selasa, 04 Agustus 2026 | 13:00 WIB

×