-
Pelaku penembakan Washington memiliki manifesto kebencian anti-Kristen dan menargetkan pejabat tinggi Amerika Serikat.
-
Keamanan Washington Hilton dikritik setelah tersangka berhasil membawa senjata ke acara gala dinner.
-
Donald Trump menawarkan ballroom Gedung Putih sebagai lokasi kegiatan yang jauh lebih aman.
Arogansi petugas keamanan hotel dinilai menjadi celah fatal yang dimanfaatkan pelaku untuk mendekati sasaran utamanya.
Merespons kejadian ini, Donald Trump mulai mempromosikan fasilitas ballroom baru di Gedung Putih sebagai lokasi acara yang lebih steril.
Trump menjamin bahwa fasilitas yang sedang dibangun tersebut memiliki standar perlindungan paling mutakhir di seluruh dunia.
Keamanan di dalam gerbang Gedung Putih diklaim mustahil ditembus oleh pihak yang tidak memiliki izin resmi.
"Meskipun indah, hotel ini memiliki semua fitur keamanan tingkat tertinggi yang ada. Tidak ada ruangan di atasnya yang dapat dimasuki orang yang tidak berwenang, dan berada di dalam gerbang gedung paling aman di dunia, Gedung Putih," tulis Trump di Truth Social.
Perjalanan pelaku dimulai dari Los Angeles menuju Chicago menggunakan kereta api sebelum akhirnya tiba di ibu kota Washington.
Allen tercatat mulai menginap di Washington Hilton sejak Jumat (24/4), sehari sebelum acara makan malam tahunan tersebut digelar.
Pelaksana Tugas Jaksa Agung AS, Todd Blanche, mengonfirmasi bahwa Trump dan jajaran menteri kabinet memang menjadi target utama.
Hingga saat ini, pihak kepolisian terus mendalami kemungkinan adanya jaringan lain yang terlibat dalam aksi teror individu tersebut.
Pengetatan keamanan di seluruh objek vital Washington DC kini menjadi prioritas utama pasca serangan di Hilton tersebut.