Donald Trump Buka Tangan ke China Bantu Konflik di Selat Hormuz, Tapi Tidak Berharap Banyak

Pebriansyah Ariefana | Suara.com

Senin, 27 April 2026 | 10:32 WIB
Donald Trump Buka Tangan ke China Bantu Konflik di Selat Hormuz, Tapi Tidak Berharap Banyak
Presiden China Xi Jinping (AFP)
  • Donald Trump memperingatkan potensi kehancuran permanen pada infrastruktur minyak Iran akibat blokade laut.

  • Amerika Serikat menghentikan perjalanan diplomatik dan menuntut Iran memulai inisiatif pembicaraan secara langsung.

  • Penyerahan uranium menjadi syarat mati bagi AS dalam menyepakati perjanjian perdamaian dengan Iran.

Suara.com - Donald Trump memprediksi keruntuhan fatal pada sistem produksi minyak Iran akibat blokade ketat armada laut Amerika Serikat.

Langkah ini diambil untuk memastikan Teheran tidak memiliki ruang gerak dalam mengembangkan kekuatan ekonomi maupun militer mereka.

Dikutip dari Anadolu, Trump menilai kondisi infrastruktur energi lawan berada di titik nadir yang bisa memangkas kapasitas produksi hingga separuh.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump (Instagram.com/realdonaldtrump)
Presiden Amerika Serikat Donald Trump (Instagram.com/realdonaldtrump)

Penekanan ini menjadi babak baru dalam upaya Washington memaksa Iran kembali ke meja perundingan dengan posisi lemah.

Strategi ini dirancang agar Teheran menyadari bahwa waktu untuk menyelamatkan aset nasional mereka hampir habis.

Terkait peran Beijing, Trump mengaku tidak terlalu merasa kecewa dengan keterlibatan China dalam mendukung Iran sejauh ini.

ilustrasi kapal tanker melintasi Selat Hormuz (Google Gemini)
ilustrasi kapal tanker melintasi Selat Hormuz (Google Gemini)

Ia beranggapan bahwa bantuan yang diberikan China kepada sekutunya tersebut masih dalam batas yang cukup wajar.

"Saya tidak berpikir banyak. Saya pikir mungkin membantu, tetapi saya tidak berpikir banyak yang mereka bisa," ujar Trump.

Menurutnya, Negeri Tirai Bambu sebenarnya memiliki kapasitas untuk memberikan kontribusi yang jauh lebih signifikan dari sekarang.

"Mereka bisa membantu lebih banyak lagi. Saya tidak merasa sangat kecewa," tambah sang Presiden.

Trump secara resmi menghentikan pengiriman delegasi diplomatik AS ke wilayah sekitar Iran untuk melakukan pembicaraan langsung.

Ia menegaskan bahwa pihak Iran yang seharusnya mengambil inisiatif untuk menghubungi Washington jika ingin berdialog.

AS menolak mengirim perwakilan dalam perjalanan jauh jika tidak ada kepastian mengenai tuntutan utama terkait senjata nuklir.

"Mereka tahu apa yang harus ada dalam perjanjian. Sangat sederhana. Mereka tidak boleh memiliki senjata nuklir, jika tidak, tidak ada alasan untuk bertemu," tegas Trump.

Bagi Gedung Putih, kepemilikan uranium atau yang disebut Trump sebagai debu nuklir adalah garis merah yang tidak bisa ditawar.

Kekuatan negosiasi AS saat ini dianggap berada di puncak karena kontrol penuh atas jalur distribusi minyak mentah.

Blokade laut menyebabkan Iran kesulitan memindahkan hasil bumi mereka ke kapal pengangkut maupun tempat penyimpanan permanen.

Trump memproyeksikan hanya ada waktu sekitar tiga hari sebelum tekanan pada sistem pipa dan kilang mencapai batas kerusakan.

Jika kerusakan teknis ini terjadi, Iran diprediksi kehilangan setengah kemampuan produksinya meski mencoba membangun kembali infrastruktur tersebut nantinya.

"Saya pikir mereka sedang berada di bawah tekanan," kata Trump merujuk pada situasi genting di Teheran.

Perselisihan ini berakar dari tuntutan keras AS agar Iran menyerahkan seluruh cadangan uranium yang telah diperkaya.

"Kami akan mengambilnya, dan itu adalah bagian dari negosiasi kami dengan Iran. Kami tidak ingin mereka memilikinya," pungkas Trump.

Hingga saat ini, otoritas Iran belum memberikan respons resmi terkait pernyataan klaim kerusakan infrastruktur minyak tersebut.

Kondisi ini memperpanjang ketidakpastian stabilitas energi di kawasan Timur Tengah akibat konfrontasi ekonomi kedua negara.

Amerika Serikat bersikeras tetap memegang kendali penuh atas semua kartu negosiasi demi menghentikan ambisi nuklir Teheran.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Siaga Satu! Harga Minyak Mentah Dunia Dekati USD 108 Per Barel

Siaga Satu! Harga Minyak Mentah Dunia Dekati USD 108 Per Barel

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 10:27 WIB

Identitas dan Kronologis Penangkapan Penembak di Acara Gala Dinner Donald Trump

Identitas dan Kronologis Penangkapan Penembak di Acara Gala Dinner Donald Trump

News | Senin, 27 April 2026 | 09:41 WIB

Dugaan Motif Anti-Kristen Terungkap dalam Manifesto Penembakan di Gala Dinner Donald Trump

Dugaan Motif Anti-Kristen Terungkap dalam Manifesto Penembakan di Gala Dinner Donald Trump

News | Senin, 27 April 2026 | 08:39 WIB

Terkini

Pengelolaan Ekonomi Indonesia Sudah Dirumuskan Pendiri Bangsa, Prabowo: Mereka Bukan Orang Lugu

Pengelolaan Ekonomi Indonesia Sudah Dirumuskan Pendiri Bangsa, Prabowo: Mereka Bukan Orang Lugu

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 11:34 WIB

Puan Buka Paripurna RAPBN 2027: Ratusan Kursi Kosong, Cuma 451 Anggota DPR yang Hadir

Puan Buka Paripurna RAPBN 2027: Ratusan Kursi Kosong, Cuma 451 Anggota DPR yang Hadir

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 11:32 WIB

Prabowo: Nelayan Sulit Dapat Es Batu Apalagi Solar, Kami Buatkan SPBU Khusus Mereka

Prabowo: Nelayan Sulit Dapat Es Batu Apalagi Solar, Kami Buatkan SPBU Khusus Mereka

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 11:30 WIB

Enaknya Jadi Keluarga Presiden: Dapat Kekebalan Audit Pajak, Demokrat Tuduh Ada Korupsi

Enaknya Jadi Keluarga Presiden: Dapat Kekebalan Audit Pajak, Demokrat Tuduh Ada Korupsi

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 11:26 WIB

Dihadiri Prabowo, Puan: Rapat Paripurna Hari Ini Sangat Spesial

Dihadiri Prabowo, Puan: Rapat Paripurna Hari Ini Sangat Spesial

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 11:22 WIB

Usai Bertemu Trump, Xi Jinping Langsung Gelar Pertemuan Strategis dengan Putin

Usai Bertemu Trump, Xi Jinping Langsung Gelar Pertemuan Strategis dengan Putin

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 11:18 WIB

Jelang Tahun Ajaran Baru, Mensos Gus Ipul: Perkuat Tata Kelola Sekolah Rakyat

Jelang Tahun Ajaran Baru, Mensos Gus Ipul: Perkuat Tata Kelola Sekolah Rakyat

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 11:14 WIB

Teror di Masjid San Diego, Aksi Heroik Marbot Menghadang Potensi Pembantaian Massal 2 Remaja

Teror di Masjid San Diego, Aksi Heroik Marbot Menghadang Potensi Pembantaian Massal 2 Remaja

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 11:14 WIB

Sidang Tuntutan Air Keras Andrie Yunus Ditunda, Dokter RSCM Dihadirkan sebagai Saksi

Sidang Tuntutan Air Keras Andrie Yunus Ditunda, Dokter RSCM Dihadirkan sebagai Saksi

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 11:13 WIB

Percepat Program Perumahan Rakyat, Mendagri Dukung Penuh Implementasi 0% BPHTB dan PBG bagi MBR

Percepat Program Perumahan Rakyat, Mendagri Dukung Penuh Implementasi 0% BPHTB dan PBG bagi MBR

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 11:10 WIB