- Dudung Abdurachman dan sejumlah tokoh hadir di Istana Kepresidenan Jakarta pada Senin, 27 April 2026 untuk mengikuti pelantikan.
- Presiden Prabowo Subianto menjadwalkan agenda pelantikan pejabat baru di jajaran Kabinet Merah Putih pada pukul 15.00 WIB.
- Kehadiran para tokoh tersebut menandai kelanjutan proses perombakan posisi strategis dalam struktur pemerintahan di bawah kepemimpinan Presiden.
Suara.com - Penasihat Khusus Presiden Bidang Pertahanan Nasional Dudung Abdurachman terpantau hadir di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta pada Senin (27/4/2026) siang.
Kehadiran mantan Kasad tersebut berbarengan dengan kabar adanya pelantikan pejabat baru di jajaran Kabinet Merah Putih yang dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto.
Berdasarkan pantauan di lokasi, sejumlah tokoh penting lainnya juga mulai merapat ke Istana sejak pukul 13.50 WIB.
Dudung Abdurachman tampak hadir mengenakan setelan jas lengkap dengan kopiah dan dasi berwarna biru muda. Saat dikonfirmasi oleh awak media mengenai tujuannya datang ke Istana, Dudung mengungkapkan bahwa dirinya hadir setelah mendapatkan instruksi langsung melalui sambungan telepon dari Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya.
"Ya, kemarin ditelepon oleh Letkol Teddy, Seskab, persiapan untuk ke Istana jam 14.15 WIB untuk gladi, jam 15.00 WIB pelantikan," kata Dudung menjawab pertanyaan pewarta di Kompleks Istana Kepresidenan.
Meskipun telah mengonfirmasi jadwal pelantikan, Dudung Abdurachman masih enggan memberikan rincian lebih lanjut mengenai jabatan baru apa yang akan diamanahkan oleh Presiden Prabowo Subianto kepadanya.
Ia memilih untuk tetap menjaga kerahasiaan tugas tersebut hingga prosesi pelantikan resmi dilakukan oleh Kepala Negara. Dudung menegaskan komitmennya untuk selalu siap menjalankan tugas negara dalam kapasitas apa pun.
Sebagai sosok yang besar di lingkungan militer, ia menyatakan loyalitas penuh terhadap perintah Presiden.
"Oh saya prajurit, harus siap ya, apalagi perintah Presiden," ucap Dudung dengan tegas.
Selain Dudung, tampak hadir pula Ketua Umum Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Moh. Jumhur Hidayat dan mantan Kepala Komunikasi Kepresidenan RI Hasan Nasbi.
Kehadiran mereka menambah spekulasi mengenai perombakan atau penambahan posisi strategis di lingkungan pemerintahan.
Jumhur Hidayat saat ditemui mengakui kehadirannya memang untuk mengikuti prosesi pelantikan.
Namun, senada dengan Dudung, ia mengaku belum mengetahui secara spesifik posisi yang akan ia tempati dalam struktur pemerintahan Prabowo-Gibran.
"Hadir ada pelantikan. Pelantikan apanya belum tahu. Belum tahu persisnya," kata dia.
Di sisi lain, Muhammad Qodari yang kini menjabat sebagai Kepala Staf Kepresidenan juga terlihat hadir. Qodari memberikan sedikit bocoran bahwa dirinya diminta oleh Presiden Prabowo untuk memperkuat lini komunikasi pemerintah.
Sama seperti Dudung, instruksi tersebut ia terima melalui telepon dari Letkol Teddy.
"Tadi ditelepon Pak Seskab, Bapak Presiden minta saya membantu proses komunikasi, berkomunikasi maksimal untuk program kerja pemerintah yang latar belakangnya adalah tujuan kita bernegara," kata dia.
Mengenai detail jabatan barunya, Qodari mengisyaratkan posisi tersebut akan berkaitan erat dengan Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI yang saat ini sudah berjalan.
"Persisnya tunggu pengumuman Bapak Presiden, tapi sampai saat ini rasanya berkomunikasi itu kan ada di Badan Komunikasi Pemerintah," kata dia.
Hadir pula dalam kesempatan tersebut Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol Nurofiq dan Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) periode Oktober 2024 - September 2025 Abdul Kadir Karding.
Para pejabat ini tiba dengan seragam formal yang senada, memperkuat sinyal adanya agenda kenegaraan yang sangat penting.
Agenda pelantikan ini menambah panjang catatan perombakan atau pengisian jabatan dalam Kabinet Merah Putih.
Sejauh ini, Presiden Prabowo Subianto tercatat telah melakukan empat kali perombakan (reshuffle) dan pengisian jabatan strategis sepanjang masa pemerintahannya.
Pada reshuffle jilid pertama yang digelar 19 Februari 2025, Presiden melantik Brian Yuliarto sebagai Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi menggantikan Satryo Soemantri Brodjonegoro.
Di saat yang sama, Muhammad Yusuf Ateh dilantik sebagai Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) didampingi Agustina Arumsari sebagai Wakil Kepala BPKP.
Amalia Adininggar Widyasanti juga dilantik sebagai Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) bersama Sonny Harry Budiutomo Harmadi sebagai wakilnya, serta Nugroho Sulistyo Budi sebagai Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).
Berlanjut pada jilid kedua, 8 September 2025, Presiden menunjuk Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan menggantikan Sri Mulyani Indrawati.
Mukhtarudin dilantik sebagai Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia menggantikan Abdul Kadir Karding, serta Ferry Juliantono sebagai Menteri Koperasi menggantikan Budi Arie Setiadi.
Selain itu, Mochamad Irfan Yusuf dilantik sebagai Menteri Haji dan Umrah dengan Dahnil Anzar Simanjuntak sebagai wakil menterinya.
Pada jilid ketiga, 17 September 2025, Djamari Chaniago dilantik sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan menggantikan Budi Gunawan, sementara Erick Thohir menjabat Menteri Pemuda dan Olahraga menggantikan Dito Ariotedjo.
Posisi Wakil Menteri Ketenagakerjaan diisi Afriansyah Noor menggantikan Immanuel Ebenezer, Rohmat Marzuki sebagai Wakil Menteri Kehutanan, serta Farida Faricha sebagai Wakil Menteri Koperasi.
Angga Raka Prabowo dilantik sebagai Kepala Badan Komunikasi Pemerintah RI, didampingi Sonny Sanjaya dan Nanik Sudaryati Deyang sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN).
Sarah Sadiqa dilantik sebagai Kepala LKPP, Ahmad Dofiri sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Keamanan, serta Muhammad Qodari sebagai Kepala Staf Kepresidenan.
Terakhir, pada jilid keempat tanggal 8 Oktober 2025, Benjamin Paulus Octavianus dilantik sebagai Wakil Menteri Kesehatan dan Akhmad Wiyagus sebagai Wakil Menteri Dalam Negeri.
Anggito Abimanyu mengisi posisi Ketua Dewan Komisioner LPS. Di sektor BUMN, Dony Oskaria menjabat Kepala BP BUMN didampingi Aminudin Maruf dan Teddy Barata.
Dirgayuza Setiawan dan Agung Gumilar Saputra masing-masing dilantik sebagai Asisten Khusus Presiden. Selain itu, Velix Wanggai dilantik sebagai Ketua Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua bersama sejumlah anggota lainnya.