Saksi Mata Kecelakaan KRL Bekasi ke Media Asing: Semua Terjadi Sekejap Mata

Pebriansyah Ariefana

Selasa, 28 April 2026 | 08:50 WIB
Saksi Mata Kecelakaan KRL Bekasi ke Media Asing: Semua Terjadi Sekejap Mata
Sejumlah kerabat korban kecelakaan antara KRL Commuterline dengan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Surabaya Pasar Turi menunggu kabar di ruang IGD Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026). [ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/rwa]
baca 10 detik
  • Tabrakan kereta api di Bekasi mengakibatkan tujuh orang tewas dan 81 orang luka-luka.

  • Penyebab kecelakaan diduga karena taksi yang menyenggol kereta hingga berhenti di jalur rel.

  • Proses evakuasi melibatkan tim gabungan untuk mengeluarkan korban yang terjepit di gerbong wanita.

Beruntung baginya karena posisi tubuhnya berada di tumpukan atas sehingga petugas bisa mengevakuasinya dengan lebih cepat.

"Tidak ada waktu untuk keluar, dan semua orang berakhir menumpuk di dalam kereta, hancur di atas satu sama lain. Saya tidak tahu bagaimana keadaan orang di bawah saya," ucap Sausan dengan nada cemas.

Berdasarkan laporan awal, ada faktor eksternal yang memicu berhentinya kereta komuter di lokasi kejadian secara tiba-tiba.

Franoto Wibowo dari KAI menjelaskan bahwa sebuah taksi diduga menyenggol badan kereta saat melintasi perlintasan sebidang.

"Alhamdulillah saya berada di atas, sehingga bisa dievakuasi dengan cepat," pungkas Sausan penuh rasa syukur.

Gesekan dengan kendaraan tersebut diduga menyebabkan sistem kereta mengalami gangguan hingga berhenti di tengah lintasan aktif.

Lokasi kejadian dipenuhi oleh petugas medis dan mobil ambulans yang mengantre untuk membawa para korban luka-luka.

Petugas di lapangan terlihat sangat sibuk meminta bantuan pasokan tabung oksigen tambahan untuk menolong korban yang sesak napas.

Beberapa saksi mata di sekitar lokasi kejadian melihat banyak orang dibawa menggunakan tandu dalam kondisi yang memprihatinkan.

baca juga

Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, yang meninjau lokasi mengisyaratkan adanya kemungkinan jumlah korban akan bertambah.

"Menilai dari proses evakuasi yang masih berlangsung, ada kemungkinan jumlah korban akan terus bertambah," ungkap Sufmi Dasco Ahmad.

Upaya penyelamatan ini melibatkan berbagai unsur mulai dari TNI, pemadam kebakaran, hingga tim dari Basarnas.

Pihak Kepolisian Metro Jakarta mengungkapkan bahwa titik benturan paling parah terjadi pada gerbong terakhir rangkaian komuter.

"Melihat proses evakuasi yang masih berlangsung, ada kemungkinan jumlah korban akan terus bertambah," kata Franoto mengutip data koordinasi lapangan.

Gerbong yang dihantam tersebut merupakan area khusus wanita, yang menjelaskan mengapa mayoritas korban adalah perempuan.

Kapolda Metro Jakarta, Asep Edi Suheri, memastikan bahwa seluruh penumpang di kereta jarak jauh berada dalam kondisi aman.

Sebanyak 240 penumpang dari kereta jarak jauh telah berhasil dipindahkan tanpa mengalami cedera serius dalam insiden ini.

Lembaga Search and Rescue Jakarta menyatakan kerusakan infrastruktur kereta sangat masif akibat energi benturan yang begitu besar.

Tim penyelamat terpaksa menggunakan alat pemotong logam atau extrication equipment untuk membelah struktur baja gerbong yang menjepit korban.

Kondisi di RSUD Kota Bekasi pun dilaporkan sangat sibuk dengan banyaknya keluarga korban yang mulai berdatangan mencari kabar.

Eva Chairista, salah satu kerabat korban, menceritakan suasana ruang perawatan yang dipenuhi oleh pasien dalam kondisi kritis.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Penampakan Pagi di Bekasi Timur: Lokomotif KA Argo Bromo Mulai Dipisahkan dari KRL

Penampakan Pagi di Bekasi Timur: Lokomotif KA Argo Bromo Mulai Dipisahkan dari KRL

News | Selasa, 28 April 2026 | 08:43 WIB

Green SM Buka Suara soal Kecelakaan Maut Bekasi Timur, Tegaskan Dukung Investigasi

Green SM Buka Suara soal Kecelakaan Maut Bekasi Timur, Tegaskan Dukung Investigasi

News | Selasa, 28 April 2026 | 08:37 WIB

Kecelakaan Maut Kereta di Bekasi, Prabowo Intruksikan Ini

Kecelakaan Maut Kereta di Bekasi, Prabowo Intruksikan Ini

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 08:36 WIB

Terkini

KPK Tuntut Eks Dirut PGN Hendi Prio Santoso 5 Tahun Penjara di Kasus Jual Beli Gas

KPK Tuntut Eks Dirut PGN Hendi Prio Santoso 5 Tahun Penjara di Kasus Jual Beli Gas

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 18:56 WIB

Amnesty International: Kejahatan Harus Dilawan dengan Hukum, Bukan Penghakiman Massa

Amnesty International: Kejahatan Harus Dilawan dengan Hukum, Bukan Penghakiman Massa

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 18:56 WIB

APBN Biayai Gaji Manajer Koperasi Merah Putih Selama Dua Tahun

APBN Biayai Gaji Manajer Koperasi Merah Putih Selama Dua Tahun

Bisnis | Selasa, 28 Juli 2026 | 18:54 WIB

Menghidupkan Kembali Nilai Sampah Lewat Filosofi Hamemayu Hayuning Bawono, Bagaimana Praktiknya?

Menghidupkan Kembali Nilai Sampah Lewat Filosofi Hamemayu Hayuning Bawono, Bagaimana Praktiknya?

Lifestyle | Selasa, 28 Juli 2026 | 18:52 WIB

Goldfinches, Buku Cantik tentang Kebahagiaan dalam Hal-Hal Sederhana

Goldfinches, Buku Cantik tentang Kebahagiaan dalam Hal-Hal Sederhana

Your Say | Selasa, 28 Juli 2026 | 18:50 WIB

Dialami Penjaga Rumah Febrie Adriansyah, Pakar Farmakologi Ungkap Sebab Mulut Bisa Berbusa

Dialami Penjaga Rumah Febrie Adriansyah, Pakar Farmakologi Ungkap Sebab Mulut Bisa Berbusa

Health | Selasa, 28 Juli 2026 | 18:49 WIB

Macet Jakarta Tak Berujung, Dishub DKI Akui Kekurangan 'Senjata' Hadapi Truk Besar Mogok

Macet Jakarta Tak Berujung, Dishub DKI Akui Kekurangan 'Senjata' Hadapi Truk Besar Mogok

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 18:48 WIB

Pemerintah Luruskan Isu Larangan Vape, Pelaku Industri Bernafas Lega

Pemerintah Luruskan Isu Larangan Vape, Pelaku Industri Bernafas Lega

Bisnis | Selasa, 28 Juli 2026 | 18:45 WIB

Kupas Tuntas Transportasi Jakarta: Beneran Bikin Hemat atau Malah Ribet?

Kupas Tuntas Transportasi Jakarta: Beneran Bikin Hemat atau Malah Ribet?

Your Say | Selasa, 28 Juli 2026 | 18:44 WIB

Aturan AI Berlaku, Korporasi dan Sektor Keuangan RI Bisa Terancam Denda 2% dari Pendapatan

Aturan AI Berlaku, Korporasi dan Sektor Keuangan RI Bisa Terancam Denda 2% dari Pendapatan

Bisnis | Selasa, 28 Juli 2026 | 18:44 WIB

×