-
Dubes Inggris menyebut Israel sebagai satu-satunya negara dengan hubungan spesial bersama Amerika Serikat.
-
Pernyataan Christian Turner memicu ketegangan diplomatik saat Raja Charles mengunjungi Washington.
-
Skandal Epstein dianggap Turner lebih berdampak pada tokoh Inggris dibanding elit Amerika.
Perdana Menteri Keir Starmer disebut berada dalam posisi yang sangat sulit akibat penunjukan pejabat yang bermasalah.
Bahkan Turner memprediksi adanya peluang bagi Partai Buruh untuk mengganti kepemimpinan mereka setelah pemilu lokal mendatang.
Pemerintah Inggris melalui juru bicara Kantor Luar Negeri segera memberikan klarifikasi untuk meredam kegaduhan diplomatik yang terjadi.
Pihak kementerian menegaskan bahwa pernyataan tersebut bersifat informal dan tidak mewakili sikap resmi dari pemerintah Kerajaan Inggris.
Meskipun meragukan istilah hubungan spesial, Turner tetap mengakui adanya keterikatan sejarah yang sangat kuat antara kedua negara.
Ia menekankan bahwa sektor pertahanan dan keamanan tetap menjadi fondasi utama yang menyatukan London dengan Washington.
Namun Turner mengingatkan bahwa negara-negara Eropa tidak boleh lagi hanya bersandar pada perlindungan militer dari Amerika Serikat.
“Kita di Eropa tidak bisa hanya bergantung pada payung keamanan AS. Jadi hubungan ini akan terus berlanjut, jika Anda mau, spesial, tetapi saya pikir itu harus berbeda,” ungkapnya.
Pesan ini menjadi sinyal bagi Perdana Menteri agar lebih proaktif dalam menentukan nilai tawar Inggris di kancah global.
Kabar bocornya rekaman ini membayangi agenda pertemuan Raja Charles III dengan Presiden Donald Trump di Gedung Putih.
Isu akuntabilitas terhadap korban Epstein kembali mengemuka setelah munculnya permintaan pertemuan dari anggota Kongres, Ro Khanna.
Meski demikian, pihak Istana Buckingham memilih untuk tetap menjaga jarak demi menghindari gangguan pada proses hukum yang sedang berjalan.
Fakta ini memperlihatkan betapa kompleksnya beban sejarah dan hukum yang harus dipikul dalam setiap langkah diplomasi Inggris.
Turner menutup argumennya dengan menekankan perlunya transparansi mengenai apa yang bisa diberikan Inggris sebagai mitra bagi Amerika.
“Dan saran saya kepada perdana menteri saya adalah ‘Saya tidak bisa begitu saja menutup telinga saya dan mengatakan ini spesial, ini akan baik-baik saja,’ kita harus bekerja dengan sangat jelas untuk melihat apa yang kita, Inggris, bawa ke meja perundingan,” tegas Turner.